
“Bisakah kau ketuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk? Bagaimanapun ini kamar orang lain, dan ini rumahku! Kau tidak bisa seenaknya seperti itu. Lalu apa tadi yang kau tanya? Sedang apa? Buang jauh-jauh pikiran kotormu itu, lihat apa yang sedang kami lakukan.” Semprot Riri dengan nada ketusnya. Hilang sudah moodnya untuk dipijat.
“Kau keluarlah lebih dulu Jess, nanti aku menyusul. Ada hal yang akan aku sampaikan padamu.” Raka mengusir halus Jessi, mendorong wanita itu keluar kamar lalu mengunci kamar tersebut.
“Kenapa kau kunci?” tanya Riri keheranan
“Supaya tidak ada lagi yang masuk tanpa ijin. Ayo kemarikan kakimu, aku pijat lagi.” Raka menarik kaki Riri namun ditahannya oleh wanita itu.
“Aku sudah tidak mood Ka. Lebih baik sana kau temui Jessi dulu, pasti ada banyak hal yang akan kalian bicarakan khususnya kau. Dalam benakmu ada berbagai macam pertanyaan untuknya kan? Siapkan hatimu dan bersabarlah Ka, aku tidak melarangmu kembali pada Jessi tapi jika aku jadi kau, aku akan mencari yang jauh berkali-kali lebih baik darinya.” Riri tersenyum memberi semangat pada Raka, suaminya itupun membalas senyuman Riri setelah itu ia keluar dari kamar untuk menemui Jessi.
__ADS_1
Kini Raka dan Jessi sedang duduk dikursi santai tepian kolam renang. Mereka berdua tampak diam, Raka terlihat sedang menyusun pertanyaan yang akan ia lontarkan, sementara Jessi sedang sibuk sambil sesekali tertawa dengan ponselnya.
“Kenapa?” kata itulah yang pertama keluar dari mulut Raka.
Jessi menatapnya sekilas lalu mengerutkan keningnya, tidak paham dengan maksud pertanyaan dari Raka.
“Kenapa kau meninggalkanku saat pesta pernikahan kita?” kata-kata yang tertahan akhirnya keluar juga. Raka akhirnya menanyakan pertanyaan yang selama ini bercokol di dalam hatinya.
“Seharusnya kau bisa membatalkannya jauh-jauh hari Jes, kau bisa mengatakan jika kau tidak ingin melanjutkan pernikahan kita. Apa salahku hingga kau tega berbuat seperti itu? Kita bersama dalam waktu yang tidak sebentar, empat tahun Jes EMPAT TAHUN! Raka memberi penekanan penuh pada dua kata terakhirnya.
__ADS_1
“Justru karna kita sudah empat tahun bersama makanya aku semakin muak dan tidak tahan denganmu. Kau tanya apa kesalahanmu? Kesalahanmu adalah kau itu terlalu monoton, kau selalu menuruti kemauanku membuatku merasa tidak tertantang denganmu. Kau juga masih saja bermain-main dengan pekerjaanmu, selalu mengikutiku dan tidak punya pendirian sama sekali.” Papar Jessi panjang lebar dengan senyum mengejeknya.
Raka bagai tertampar mendengar alasan Jessi meninggalkannya. Dia selalu menuruti kemauan Jessi karna ia malas berdebat dengan gadis itu, karna jika Jessi sudah mengamuk maka akan panjang urusannya. Dan benar, Raka memang dulu sangat bodoh. Selalu mengikuti kemauan Jessi tanpa mempedulikan karir dan pekerjaannya yang dianggapnya enteng karna dia sudah memiliki status sebagai ahli waris Janitra Grup. Tanpa bekerja keraspun pasti semuanya akan menjadi miliknya.
“Terimakasih kau mengatakan hal itu, sekarang aku bersyukur bisa lepas darimu dan bisa berubah menjadi lebih baik lagi. Minta maaflah pada Riri, karna kau meninggalkan pernikahan kita sehingga membuatnya menjadi pengantin pengganti yang tidak ia inginkan sama sekali. Jangan menanam dendam pada hati orang lain, kau tidak tahu sedalam apa luka itu, mungkin sewaktu-waktu luka itu justru bisa berbalik padamu. Raka mengingatkan Jessi tapi gadis itu hanya tertawa mendengar nasehat mantan kekasihnya.
“Untuk apa aku minta maaf padanya? Bukankah kalian juga bahagia menjalani pernikahan ini? Buktinya tadi aku melihatnya dikamar. Seharusnya kalian berterimakasih padaku, dengan aku meninggalkanmu kau bisa mendapatkan istri ya meskipun janda.” Ejek Jessi lalu pergi meninggalkan Raka.
“Biarpun janda tapi dia jauh lebih baik darimu!” balas Raka yang membuat Jessi tertohok dan menghentikan langkahnya, Raka pun berjalan mendahului Jessi. Meninggalkan wanita itu sendirian.
__ADS_1
Langkahnya untuk kembali ke kamar ia urungkan saat mendengar suara – suara dari Ruang makan. Sepertinya Eric dan Arlin sudah kembali. Raka memutuskan memutar langkahnya menuju Ruang makan untuk melihat apa yang sedang terjadi disana.