
“Aku tidak tahu bagaimana jalan pikiranmu Ri. Biarkan saja Raka menelantarkan pekerjaannya dan memilih untuk mengurus Shelo. Dia sudah memutuskan pilihannya sendiri, untuk apa kau terus peduli padanya. Sikapnya saja sekarang sudah berubah menjadi dingin kembali.” Ketus Arlin tidak suka dengan apa yang Riri lakukan untuk Raka.
“Aku tidak bisa berhenti peduli padanya Lin. Bagaimanapun dia masih menjadi suamiku dan aku hidup bersamanya juga sudah lumayan lama. Aku tidak mau kerja keras yang Raka bangun menjadi sia-sia. Aku juga tidak keberatan mengurus Shelo, kasihan gadis itu hanya sendirian disini.” Jelas Riri kembali memberi pengertian pada Arlin.
“Jangan bilang kau membawa Shelo kesini agar Raka tidak berduaan dengannya?” Arlin menyipitkan matanya, menelisik Riri dengan seksama.
__ADS_1
“Kau gila, aku tidak berpikiran sampai sana. Aku hanya membantu Raka agar ia tetap bisa bekerja. Sudahlah terserah kau mau bilang apa. Jangan mengacau dan bersikaplah yang baik pada Shelo.” Sahut Riri kesal lalu meninggalkan Arlin begitu saja menuju dapur karna ia harus menyiapkan makan malam.
Saat makan malam pun Eric terbelalak kaget karna Raka mengantarkan makanan untuk Shelo. Bahkan laki-laki itu buru-buru menyelesaikan makanannya agar Shelo tidak terlalu lama menunggunya. Eric terkejut ketika Arlin memberitahunya jika Riri dan Raka membawa Shelo untuk tinggal bersama dengan mereka.
Setelah memastikan jika Mbok Ila sudah kembali ke kamarnya, Eric menatap Riri dengan tatapan intensnya. Sementara wanita yang ditatap itu justru terlihat santai sambil memakan cumi bakar yang ia siapkan untuk makan malam. “Ri apakah kau masih waras? Kau menyuruh kekasih suamimu untuk tinggal disini dan kau merawatnya? Astaga, aku tidak tahu bagaimana jalan pikiranmu itu.” Keluh Eric menatap Riri dengan tidak percaya.
__ADS_1
“Ri, kau ini benar-benar ah aku tidak tahu harus berkata apa. Aku heran dengan jalan pikiranmu.” desah Eric frustasi lalu menegak minumannya dengan cepat.
“Sudah, kalian tidak perlu berpikiran aneh-aneh. Aku masih waras, justru aku melakukan ini juga demi Raka. Kau tahu dengan jelas jika Papanya masih mengawasi kinerja Raka. Bagaimana jika Raka justru menelantarkan pekerjaannya dan memilih untuk merawat Shelo? Bahkan hari ini saja dia sudah membolos demi merawat dan mengantarkan Shelo ke dokter. Oleh sebab itu aku rasa ini adalah win win solutions untuk mereka. Aku dan Arlin akan membantu merawat Shelo sehingga Raka tetap bisa bekerja.”
“Aku?? Memangnya kapan aku bilang akan membantu merawatnya?” tanya Arlin tidak terima saat namanya disebut oleh Riri.
__ADS_1
“Aku yang barusan mengatakan jika kau akan membantu merawatnya. Ingat Lin, aku ini masih bosmu dan kau harus menuruti perintahku.” Sahut Riri dengan cuek tidak mempedulikan ekspresi Arlin yang sebal karna Riri lagi-lagi menyuruhnya melakukan sesuatu yang tidak ia sukai.
“Astaga, aku benar-benar tidak bisa berbicara apa-apa lagi. Sungguh ini rumah tangga terkonyol yang pernah kutemui.” Eric menggeleng-gelengkan kepalanya terus menerus dengan pandangannya yang setia menatap kearah Riri.