Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Mengurusi adik lelakiku


__ADS_3

Raka terbangun dan melihat sekeliling, cahaya matahari yang samar-samar mulai terlihat menandakan fajar telah tiba. Ia menoleh kesamping dan tidak mendapati Riri disana. Laki-laki itu bangun dan berjalan menuju bathroom tapi sepertinya juga tidak ada tanda-tanda keberadaan Riri disana.


Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, Raka berencana mengajak Eric untuk jogging sambil mulai menjelajahi dan mengenal lingkungan tempat tinggal mereka. Setelah membangunkan Eric, Raka bergegas ke dapur untuk meminta tolong mbok Ila membuatkan ia jus buah dan sayur yang akan dia minum sepulang berjoging.


Pemuda yang berstatus sebagai suami sang pemilik villa itupun terhenyak saat melihat Riri berada didapur. Riri terlihat sangat cantik dan menggoda. Rambutnya digulung tinggi ke atas dengan asal yang memperlihatkan leher putih dan mulusnya. Padahal ia hanya melihat dari belakang.


“Apa yang kau lakukan sepagi ini Ri?” Raka mendekat ke arah Riri untuk melihat apa yang sedang dikerjakan wanita itu.


“Ish kau mengagetkan saja. Aku berniat untuk membuat pecel, kau harus makan nasi dengan sayur kan dipagi hari? Aku berfikir untuk membuat itu, dan sudah lama juga aku tidak makan pecel.” Riri menjelaskan tanpa menoleh pada Raka. Wanita itu terlihat tengah merebus beberapa jenis sayuran sambil memotong kacang panjang yang akan direbus juga.


“Aku tidak mau merepotkanmu Ri, aku bisa membeli makanan nanti diluar. Lagipula kau kan tidak terbiasa makan berat untuk sarapan, tidak sepertiku.” Raka merasa tidak enak pada Riri. Sepagi ini wanita itu bahkan sudah berkutat didapur.


“Santai saja Ka, aku ini sedang mengurusi adik lelakiku. Tak masalah, aku bisa makan pecel tanpa nasi. Lagipula aku tidak mau kau jatuh sakit, kemarin mama mu menelponku dan menitipkanmu padaku, tentu saja aku harus menjagamu kalau tidak mungkin nanti aku akan kena marah, dikira tidak bisa menjagamu.” Sahut Riri setengah menggoda Raka yang membuat Raka semakin merasa tidak enak karna ternyata mamanya sudah menelpon Riri dan menitipkannya pada wanita itu.

__ADS_1


“Ayo Ka.” Suara Eric membuat Raka dan Riri sama –sama menoleh ke sumber suara.


“Kalian mau jogging? Hati-hati dilingkungan sini banyak yang memiliki anjing, jangan berulah jika tidak ingin dikejar.” Riri memperingatkan.


“Iya, kami pergi dulu Ri.” Pamit Eric yang di ikuti oleh Raka.


Setelah kepergian mereka, Arlin menyusul bosnya yang sangat jarang ia temui untuk memasak dipagi hari. Sepertinya kehadiran Raka benar-benar bisa membuat Riri merubah kebiasannya sedikit-demi sedikit.


“Kau masak apa?” Arlin mendekat pada Riri yang lagi-lagi membuat wanita itu terkejut. Sama seperti saat tadi Raka mengagetinya meskipun suaminya itu tidak berniat untuk membuatnya kaget.


“Kalian?” Arlin tidak paham dengan ucapan Riri, karna hanya ada dirinya dan juga Riri saat ini. Tidak ada orang lain lagi, Mbok Ila juga saat ini sedang pergi kepasar.


“Iya, kau dan Raka. Tadi juga dia mengagetkanku sama sepertimu.” Gerutu Riri kesal

__ADS_1


“Kami tidak berniat mengagetkanmu, kau saja yang terlalu fokus. Untuk apa kau merebus sayur sebanyak ini? Kau berniat untuk menjadi vegetarian?” tanya Arlin lagi saat melihat banyak jenis sayur yang Riri rebus.


“Tidak, aku berencana membuat pecel. Sepertinya aku belum cerita padamu ya? Begini, kemarin mamanya Raka menelponku dan menitipkan anaknya padaku. Dia mengatakan kalau Raka harus sarapan dengan nasi dan juga sayur. Raka tidak bisa telat makan sedikitpun karna ia memiliki penyakit maag yang gampang kambuh. Selain itu Raka tidak bisa memakan makanan asam. Maka dari itu mulai hari ini aku akan menyiapkan masakan untuk sarapan Raka. Bagaimanapun mamanya sudah menitipkan padaku, aku tidak mau nanti dikira tidak menjaga amanahnya.” Jelas Riri pada Arlin yang membuat asistennya itu manggut-manggut.


“Tidak ada salahnya juga kau masak sepagi ini, kau ini kan bos dan kerjamu juga bisa dikerjakan dari rumah. Jadi waktumu untuk mengurus Raka tidak akan menganggu waktu bekerjamu. Kalau begitu ada yang harus aku bantu?” Arlin menawarkan diri.


“Bawalah sayuran yang sudah kurebus ini ke meja makan dan tolong buatkan jus buah, setelah menyelesaikan sambel kacang ini aku juga akan mandi. Kau setelah selesai membuat jus juga mandilah. Hari ini kau dirumah juga atau akan keluar?”


“Ada beberapa yang cabang harus aku cek didaerah Kintamani, mungkin aku akan kesana. Kau mau ikut atau dirumah?”


“Mungkin aku akan ikut, sudah lama juga aku tidak pergi kedaerah Kintamani. Suasanya itu sangat menyejukkan.” Riri memejamkan matanya sambil membayangkan suasana sejuk khas pegunungan .


“Baiklah kalau begitu, nanti kita berangkat kesana sekitar jam sepuluh agar tidak kesiangan.” Kata Arlin memberitahu.

__ADS_1


Arlin dan Riri pun menyelesaikan pekerjaan mereka masing-masing. Setelah itu mereka membersihkan diri sambil menunggu kepulangan Raka dan Eric untuk makan bersama. Selesai makan bersama, keempatnya pun mulai melakukan aktifitasnya, Raka dan Eric sudah mulai bekerja. Mereka berdua mengendarai motor sport milik Riri untuk menuju lokasi proyek. Begitu juga dengan Riri dan Arlin yang memulai pekerjaanya hari ini, menyelesaikan sedikit laporan yang perlu dicek sekali lagi sebelum mereka pergi ke Kintamani.


__ADS_2