Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Kucing besar


__ADS_3

“Kau benar sekali Jes. Kau juga lihat sendiri kan semalam Raka sedang memijat kakiku. Itu karna aku kewalahan memberikan pelayananku padanya sampai membuat kakiku lemas tak berdaya.” Riri ikut mengibarkan bendera perangnya, ia tahu jessi sedang memancing kemarahannya maka ia juga akan terus memancing kemarahan Jessi. “Kau sudah selesai sayang? Ayo kita berangkat. Aku sudah tidak sabar ingin memberikan servis untukmu dengan suasana yang baru.” Ajak Riri pada Raka disertai kerlingan nakalnya.


Raka hanya mengangguk dan mengikuti Riri untuk bergegas berangkat. Ia tahu istrinya kini tengah bersandiwara. Ternyata memang benar, Jessi yang ia kenal selama ini bukanlah Jessi yang sebenarnya. Pantas saja jika Riri begitu acuh dan tidak dekat dengan adiknya. Itu semua karna sikap arogan dari Jessi yang terlihat beberapa kali memancing emosi Riri terus menerus.


“Pastikan dia segera pulang. Kalau dia tidak mau pulang, hubungi Papiku untuk menjemputnya.” Perintah Riri pada Arlin saat ia hendak berangkat. Baik Eric maupun Arlin mengangguk bersamaan. mereka berdua kini berada di garasi untuk mengantar keberangkatan Raka dan Riri.


“Berilah kami keponakan yang lucu-lucu, oke?” goda Eric dengan menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


“Dalam mimpimu kak.” Sahut Riri sambil menutup pintunya.


Perlahan-lahan mobil berwarna merah itu meninggalkan villa. Saat mobil itu sudah tidak nampak dipandangan, barulah Arlin dan Eric saling berhadapan kemudian tertawa.


“Aku rasa sebenarnya mereka sudah sama-sama memiliki benih-benih cinta. Bagaimana menurutmu Lin?” Eric menatap Arlin menunggu jawaban gadis itu.


“Kurasa juga seperti itu kak, aku berharap yang terbaik untuk mereka. Apalagi selama mereka tidur bersama aku tidak pernah melihat mereka tidur ditempat terpisah. Maksudku mereka selalu tidur diranjang yang sama.” Arlin terkikik geli saat mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, dimana ia mengetuk pintu kamar Riri namun gadis itu tidak membukanya.

__ADS_1


“Ya hal itu seharusnya membuat mereka semakin dekat. Kau tahu Lin sepertinya kemarin mereka bertengkar namun dengan cepatnya mereka berbaikan. Padahal dulu saat Raka bersama Jessi, membutuhkan waktu berhari-hari untuk merayu gadis itu karna Jessi tipikal gadis yang suka mengamuk dan marah dalam waktu yang lama.”


“Ya aku tahu Jessi memang seperti itu kak. Sangat berbanding terbalik dengan Riri. Bos singaku itu tidak suka marah berlama-lama karna baginya hanya membuang-buang waktu. Ia hanya akan marah dalam waktu yang sekejap saja. Setelah itu semuanya akan nampak seperti biasa. Tapi hal itu tidak berlaku jika berurusan dengan Jessi.


“Kenapa kau selalu memanggilnya bos singa? Apakah Riri seperti singa? Lalu apa maksudmu hal itu tidak berlaku jika berurusan dengan Jessi?” Eric tidak paham dengan perkataan Arlin barusan.


“Kau tahu nama lengkap Riri? Darelona Fairylynx Huleeo. Lona berasal dari kata Leona yang artinya singa betina. Sedangkan Lynx juga merupakan salah satu spesies kucing berukuran besar. Singa juga masuk ke rumpun kucing besar bukan? Intinya papi bos itu menginginkan Riri menjadi seorang wanita pemberani seperti singa dan Lynx dari keluarga Huleeo. Makanya aku selalu memanggilnya singa. Sebenarnya jika dia marah juga seperti singa, namun cepat reda kemarahannya.”

__ADS_1


“Soal Jessi kapan-kapan aku akan menceritakannya padamu kak, kau nanti akan tahu alasan kenapa Riri bersikap dingin pada adiknya selama ini. Lebih baik sekarang kita mengatur kepulangan Jessi. Papi dan Mami boss sudah menunggu kedatangan anak bungsunya itu untuk memberikan hukuman.” Jelas Arlin yang membuat Eric manggut-manggut mendengarnya.


“Baiklah, ayo kita bereskan gadis itu.” Eric berjalan mendahului Arlin memasuki villa.


__ADS_2