Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Pertemuan Arlin dan Gerry


__ADS_3

Arlin langsung buru-buru menuju rumah sakit tempat dimana Raka dirawat saat dirinya baru saja tiba di Bali. Gadis itu hanya mampir ke Villa untuk meletakkan barang bawaannya lalu langsung pergi menuju Rumah sakit. Riri memburu-burunya karna ia harus pulang dan ingin segera membersihkan tubuhnya karna wanita itu kini sedang kedatangan tamu bulanannya.


Arlin hapal betul, Riri akan menjadi sangat insecure dengan kebersihan dirinya jika ia sedang kedatangan tamu bulanan. Oleh karena itu saking terburu-burunya Arlin sampai tidak sadar jika dia menabrak seorang pria asing yang sedang membawa dua cup kopi ditangannya.


“Oh, ya ampun. I’m sorry Sir” Arlin menatap pria asing tersebut dengan perasaan bersalah. Bahkan ia sampai ikut menepuk-nepuk tangan pria tersebut yang terkena tumpahan kopi.


“Tidak apa-apa nona, lain kali tolong lebih berhati-hati.” Jawabnya sambil tersenyum ramah, meskipun tak dipungkiri ia juga menahan sakit karna tangannya terkena tumpahan kopi yang masih panas.

__ADS_1


Arlin menjadi cengo saat mendengar suara pria tersebut yang sangat fasih berbahasa Indonesia bahkan tidak ada aksen asingnya sama sekali. “Anda bisa berbahasa Indonesia?” Arlin menatap kagum sekaligus tidak percaya.


“Sure, seperti yang kau dengar.” Jawab si pria dengan senyum tipisnya.


“Astagaa, aku sangat tidak menyangka akan bertemu dengan pria asing yang sangat mahir dan fasih berbahasa Indonesia. Oh ya Tuan maaf untuk kopimu yang kutumpahkan, aku akan menggantinya.” Ucap Arlin penuh penyesalan mengingat ia menumpahkan kopi milik pria asing tersebut.


“Bagaimana kalau temanmu itu disuruh datang ke kantin rumah sakit? Aku akan mengganti kopinya disana kebetulan aku juga Lapar. Aku baru saja tiba dari pulau sebrang dan harus buru-buru kesini karna suami bosku masuk ke rumah sakit.” Jelas Arlin yang memang berniat untuk bertanggung jawab.

__ADS_1


“Tidak perlu nona, itu hanya kopi. Kau tidak perlu menggantinya.” Tolak pria asing tersebut.


“Ah ayolah Tuan, aku justru semakin merasa bersalah jika kau tidak menerimanya. Kau bilang temanmu sedang menunggui pasien bukan? Mungkin saja dia juga belum sarapan. Kau bisa sekalian mengajaknya sarapan bersama, aku akan membayarnya. Aku mohon Tuan.” Arlin setengah memaksa, entah kenapa saat dirinya melihat pria asing itu Arlin merasa jika pria tersebut merupakan kriteria idaman Riri. Dan ia sengaja memaksa pria asing itu untuk menerima ajakannya agar ia bisa mempertemukannya dengan Riri.


Pria asing itu setengah berfikir, namun melihat wajah memelas dari Arlin akhirnya ia luluh dan mengiyakan ajakan gadis yang menabraknya barusan. Mereka berdua pun berjalan bersama menuju kantin rumah sakit. Dan sesampainya disana Arlin langsung memesan makanan dan menyuruh pria asing itu mengundang temannya agar bisa bergabung bersama mereka sekaligus meminta pria tersebut untuk memesan sesuatu yang dia inginkan.


Dahi Riri mengerut saat melihat dua pesan masuk kedalam ponselnya secara bersamaan. Yang satu dari Arlin dan yang satu dari Gerry. Isi pesannya pun sama-sama meminta dirinya untuk menyusul ke kantin rumah sakit. Heran, itu yang ia rasakan saat ini. Bagaimana bisa mereka berdua menyuruh Riri pergi ketempat yang sama dan dalam waktu yang bersamaan pula.

__ADS_1


__ADS_2