
“Ah, rupanya masih banyak yang belum kau ceritakan padaku.” sahut Gerry sambil tertawa renyah.
“Masih banyak waktu Ger, tak usah terburu-buru.” Kini Eric yang menimpali.
Raka berdecak sebal saat melihat Riri begitu intens menatap manik mata Gerry. Terlihat jelas jika wanita itu begitu menyukai dan mengagumi netra milik Gerry. Tidak mengherankan, karna sedari awal Riri sudah mengatakan jika ingin memiliki suami dengan warna mata biru keabu-abuan. Persis sama seperti yang Gerry miliki. “Bisa copot jika kau terus menatapnya seperti itu.” Cibir Raka pada Riri. Wanita itu justru terkekeh geli dengan tingkahnya yang tidak lepas dari perhatian Raka.
“Aku menyukainya.” Ucap Riri jujur. Gerry yang mendengarnya pun menjadi tergelak.
“Kami semua sudah tahu, kau terlalu jelas menatap Gerry terus menerus.” Kini Arlin yang bersuara.
__ADS_1
“Aku hanya menatap manik matanya.” Riri memperjelas, karna memang benar adanya. Riri bukan menatap wajah Gerry tapi menatap manik mata milik pria tersebut.
“Manik mata milik Raka juga menarik. Coba perhatikan dengan seksama dia memiliki mata berwarna hazel.” Ujar gerry sambil menatap lurus manik mata suami wanita disampingnya ini.
“Iya aku tahu, aku sering menatapnya.” Sahut Riri sambil membantu waitress untuk menata minuman yang baru saja datang. Baik Gerry, Arlin maupun Eric tersenyum miring mendengar jawaban Riri. Sementara Raka dan Shelo terlihat tidak terlalu menggubris yang Riri katakan.
Setelah sekian lama menunggu, rupanya makanan yang mereka pesan tak juga kunjung datang. Maklum saja karna itu adalah sore hari dan hari sabtu sehingga pengunjungnya sangat ramai. Gerry memutuskan untuk membeli beberapa snack di minimarket yang tak jauh dari sana. Eric ikut bersamanya karna ada sesuatu yang ingin ia beli.
“Apa kau membeli keripik kentang Ger?” tanya Riri saat Gerry sudah duduk disebelahnya sambil meletakkan kantong belanjaannya diatas meja.
__ADS_1
“Ya aku membelinya karna aku tahu biasanya para wanita menyukainya.” Gerry membongkar bungkusan kantong belanjaannya, mencari keripik kentang yang Riri tanyakan dan menyodorkan snack tersebut pada Riri saat dia sudah menemukannya. “Ini, makanlah.” Ucap Gerry tanpa melihat ekspresi Riri.
“Dia hanya menyukai keripik kentang rasa original. Riri tidak pernah mau memakan rasa lainnya karna akan membuat tenggorokannya sakit.” Jelas Raka saat ia melihat ekpresi Riri ketika Gerry memberinya keripik kentang dengan rasa barbeque. Gerry langsung menoleh menatap Riri yang sedang tersenyum kaku padanya.
“Ah maaf aku tidak tahu.” Sesalnya karna memang ia tidak mengetahui hal itu.
“Tidak apa-apa, yang lain bisa memakannya.” Sahut Riri santai lalu membuka keripik tersebut dan menyodorkannya pada Shelo dan Arlin yang berada didekatnya.
Gerry menatap Raka yang sedang memandang hamparan pantai didepannya. “Kau tahu banyak tentang Riri rupanya, aku harus banyak belajar darimu.” Raka pun menatap Gerry saat pria itu selesai dengan kalimatnya.
__ADS_1
“Aku sudah cukup lama hidup seatap dengannya tentu saja sedikit banyak aku tahu tentangnya. Tapi kalau kau mau tahu lebih banyak tentang Riri kau bisa menanyakannya pada kak Lin.” Raka menunjuk Arlin dengan dagunya.
“Kak Lin? Kau memanggil Arlin dengan sebutan kak?” Gerry terkejut mendengar fakta yang baru ia dengar.