
Gadis tersebut nampak ragu dan sedikit mengerutkan keningnya. Ia masih belum bisa percaya seratus persen. Tapi ucapan Gerry sedikit mempengaruhinya, dia memang sering menghakimi Riri ketika bosnya itu bercerita. Padahal benar yang Gerry katakan, Riri butuh sosok pendengar yang tidak hanya menghakiminya tapi paham akan posisinya.
“Apa kau ingin Riri benar-benar menjalin hubungan denganku? Aku tidak masalah, Riri sangat mudah untuk disukai.” Pancing Gerry lagi. Arlin pun berdiri dari duduknya, mengitari meja lalu berdiri tepat disamping Gerry. Gadis itu memberanikan diri untuk memukul bahu Gerry kemudian ia menerima uluran tangan dari pria bule tersebut.
“Awas saja jika kau berkhianat, akan kudeportasi kenegaramu!” Ancam Arlin yang membuat Gerry terbahak.
“Tenanglah Lin, aku juga ingin melihat Riri dan Raka bersatu. Mulai saat ini kita satu team, deal?”
“Deal.” Jawab Arlin tersenyum. Ia berharap ini adalah awal yang baik untuknya.
__ADS_1
Dan dari awal mula itulah Arlin dan Gerry bekerja sama untuk membuat Riri sadar bahwa dia mencintai Raka. Bahkan Gerry mendesak Riri untuk menceraikan Raka dan ikut bersamanya kembali ke negaranya hanya untuk tahu bagaimana respon awalnya. Meski bingung akhirnya Riri tetap memilih untuk ikut Gerry karna Raka sudah bersama dengan Shelo.
Hingga akhirnya kejadian kemarin saat Raka membawa Riri ke hotel dan terjadilah percintaan panas mereka yang pertama. Hal itu semakin membuat Gerry yakin jika Riri benar-benar mencintai Raka. Selain itu ia sengaja mendekati Riri juga karna ingin tahu bagaimana perasan Raka pada Riri. Apakah masih utuh atau sudah berpaling pada Shelo.
Dan inilah sekarang hasilnya, mereka ber-enam sudah membuka kedoknya masing-masing.
Flashback Off
“I love you wife” ucap Raka lalu me-lu-mat bibir Riri dengan lembut tanpa mempedulikan keempat orang yang ada dihadapannya. Setelah itu ia mengucapkan terimakasih pada Gerry dan buru-buru membawa Riri masuk kedalam kamar untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangganya berdua.
__ADS_1
Raka terus saja me-lu-mat bibir Riri mulai dari awal ia menggendong istrinya sampai saat dia sudah merebahkan istrinya di atas ranjang. Meskipun Riri terus meronta dan memukul dada bidangnya agar berusaha melepaskan ciumannya namun Raka justru semakin ganas. Ia menekan dan menyentuh titik-titik sensisitif milik Riri yang akhirnya membuat Riri pasrah dan menerima segala sentuhan dan perlakuan yang dilakukan oleh Raka.
Hingga kini keduanya sama-sama polos tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuh mereka. Raka menatap mata Riri dengan intens, menempelkan keningnya pada kening Riri lalu mencium kening istrinya dengan penuh perasaan. Mengalirkan seluruh perasaan cinta melalui ciumannya.
“Aku mencintaimu Ri, sangat sangat mencintaimu. Aku tidak akan pernah melepaskanmu.” Ucap Raka dengan kesungguhan hatinya. Istrinya hanya diam tidak menjawab pernyatan cintanya.
“Kau mencintaiku setelah kita bercinta dan setelah tahu jika ada kemungkinan aku hamil begitu?” tanya Riri tiba-tiba dengan wajah kesalnya. Ia kesal saat mengingat Raka pernah mengabaikannya bahkan mengacuhkannya.
Lelaki itu kini mengerutkan keningnya, setelah penjelasan yang ia dan Shelo katakan apakah itu masih belum bisa membuat Riri yakin akan perasaanya selama ini? “Kenapa kau bisa bertanya seperti itu? Bukankah aku pernah melamarmu dan menyatakan cintaku padamu namun kau menolakku dan mengira jika aku salah mengartikan perasaanku kepadamu? Aku sudah mencintaimu sejak lama, bahkan sejak sebelum kau tahu siapa aku.” Jawab Raka ambigu yang membuat Riri bingung, namun kebingungannya hanya sebentar karna hal itu berubah menjadi kesal saat ingat sikap dingin Raka.
__ADS_1