Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Segera pindah dari sini


__ADS_3

Semburat merah muncul dikedua pipi Arlin. Ia tidak menyangka jika Eric bisa mengatakan hal tersebut dengan sangat manis dan lembut. Tidak seperti Eric yang biasanya, penuh kekonyolan dan sangat susah untuk serius jika sedang bersamanya.


Karna hari mulai sore, Eric memutuskan untuk mengajak Arlin pulang. Untuk saat ini ia tidak ingin membahas persoalan mengenai Dewa lagi. Apalgi setelah ia tahu fakta jika selama ini Dewa bermain api dibelakang Riri dengan menggoda Arlin.


Tidak ada obrolan yang berarti sepanjang perjalanan pulang. Mereka berdua sama-sama terdiam. Hanya saja Eric menarik tangan Arlin agar memeluk pinggangnya karna saat ini mereka sedang berada diatas motor. Tanpa penolakan Arlin menuruti keinginan Eric.


Setibanya di villa mereka melihat mobil yang Raka dan Riri gunakan tadi sudah berada di garasi. Itu tandanya si empunya villa sudah pulang. Arlin turun lebih dulu dan menunggu Eric untuk melepas helmnya agar bisa masuk kedalam villa bersama-sama.

__ADS_1


Cup, Arlin memberanikan diri mengecup sekilas pipi Eric. Hal itu tentu saja membuat Eric tidak menyangka akan mendapat dua kali kejutan dari Arlin dalam satu hari yang sama. “Aku juga menyukaimu calon suamiku.” Bisik Arlin setelah mencium Eric lalu segera berlari menuju kamarnya.


Gadis itu tidak tahu jika perbuatannya tidak sengaja dilihat oleh Raka dan Riri. “Sepertinya kita harus segera pindah dari sini.” Bisik Raka ditelinga istrinya. Riri seketika menoleh tidak paham maksud suaminya.


“Apa maksudmu Ka?” tanya sang istri tidak paham.


Sebenarnya setelah mendengar suara motor milik Raka yang dibawa oleh Eric tadi, baik Raka dan Riri memilih untuk turun dan menanyakan apa yang terjadi dan kemana mereka pergi. Namun justru pemandangan yang menarik dan sayang untuk dilewatkan yang mereka dapatkan.

__ADS_1


Perkataan Raka memang benar, sebentar lagi dirinya dan Riri harus pindah karna Eric dan Arlin akan segera menikah. Dan sesuai dengan janjinya, Riri akan memberikan villa yang mereka tempati saat ini untuk mereka berdua.


Belum sempat menjawab pertanyaan suaminya, Riri buru-buru menarik Raka untuk kembali ke kamar mereka saat melihat Eric berjalan menuju kamarnya yang letaknya tidak jauh dari tangga dimana posisi mereka berdiri saat ini.


Takut ketahuan mengintip, Raka dan Riri buru-buru naik keatas. Namun mengingat karna istrinya tengah hamil muda, Raka menyuruh Riri untuk berhati-hati dan memperhatikan langkahnya. Setibanya dikamar Riri dan Raka sama-sama tertawa menyadari tingkah konyol mereka. Seperti maling yang takut ketahuan oleh sang pemilik rumah.


“Kau benar bby, kita akan segera pindah jika kak Eric dan Arlin menikah. Apa pembangunan Villanya masih lama? Aku ingin melihatnya, di daerah mana kau membangun villa? Apa itu tidak terlalu jauh dari sini?” Riri mulai penasaran dengan villa yang suaminya bangun.

__ADS_1


“Pembangunannya sudah selesai. Kau tinggal mengisi perabotan dengan furniture yang kau sukai sayang. Lokasinya tidak begitu jauh dari sini, mungkin sekitar limabelas menit jika menggunakan sepeda motor. Kau pasti akan menyukainya karna viewnya langsung menghadap pantai.” Jelas Raka yang kini membelai perut istrinya. Semenjak tahu jika Riri sedang mengandung buah cinta mereka, Raka lebih sering membelai perut istrinya daripada membelai kepala Riri. Padahal jika boleh jujur Riri lebih menyukai kepalanya yang dibelai daripada perutnya.


__ADS_2