Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Aunty, aku ingin adik laki-laki


__ADS_3

“Tentu saja aku tidak keberatan, kau seperti dengan siapa saja.” Sahut Eric yang dengan lahap memakan sup ikan buatan Riri. Makan makanan seperti itu sangat cocok bagi dirinya yang sedang dalam masa pemulihan.


“Kau tau yang aku pikirkan kak? Wah sungguh hebat.” Riri berdecak kagum memuji kakak iparnya tersebut.


“Tentu, memang apalagi yang kau pikirkan saat mendengar pertanyaan suamimu? Kau pasti berfikir dimana Papa dan Mama akan beristirahat kan? Sedangkan kamar disini sudah terisi semua. Tenanglah, sudah ada solusinya sekarang. Aku juga tidak tahu Papa dan Mama akan ikut atau tidak karna Bela tidak mengatakan apa-apa padaku.”


“Kau makanlah dulu, jangan terus-terusan mengobrol.” Tegur Raka sambil menyuapi Riri dengan nasi dan ikan yang tidak kuasa Riri tolak. Ia menerima suapan dari suaminya. Selanjutnya ia mulai memakan makanannya sendiri. Mereka tidak terlibat obrolan berat sampai selesai makan.


Para lelaki berbincang diruang keluarga. Sementara Arlin membantu Mbok Ila membereskan peralatan makan. Sedangakan Riri sudah berada dikamarnya untuk mandi dan membersihkan tubuhnya. Karna tadi sepulang dari bepergian, wanita itu hanya membersihkan tubuh dengan seadanya lalu memasak. Dan kini saat semua kerjaannya sudah beres, ia langsung berendam. Merilekskan tubuh sekaligus membersihkannya.

__ADS_1


*


*


*


“Aunty, berikanlah aku seorang adik. Tapi aku meminta adik laki-laki. Aku tidak ingin adik perempuan seperti Nada. Cukup satu saja aku memiliki adik perempuan, selanjutnya aku ingin adik laki-laki agar bisa kuajak bermain bola.” Ceplos Rama sambil mengelus perut Riri perlahan. Sontak saja hal itu membuat Raka dan Riri saling berpandangan.


“Memangnya kenapa dengan adik perempuan?” tanya Riri dengan lembut sambil membelai kepala Rama.

__ADS_1


“Dia cukup berisik dan cengeng, aku tidak suka.” Rama menunjuk Nada yang masih meminum susunya sambil menempel pada Bela.


“Kau tidak boleh seperti itu. Sebagai kakak laki-laki kau harus melindungi adikmu. Perempuan memang lebih mudah menangis dibanding laki-laki.” Riri memberi penjelasan pada Rama.


“Tapi aku ingin adik laki-laki Aunty. Kata Ayah dan Bunda aku bisa mendapatkannya dari Aunty. Karna Bunda sudah tidak mau hamil lagi.” pinta Rama dengan polosnya yang membuat Riri gemas sekaligus bingung harus menjawab apa.


“Rama, dengarkan Aunty baik-baik. Kita tidak bisa meminta seseorang untuk memberikan adik laki-laki atau perempuan karna itu semua kehendak Allah. Kau bisa berdoa dan meminta pada Allah agar diberikan adik laki-laki sesuai keinginanmu.” Raka tercengang mendengar kata-kata Riri. Wanita itu bicara dengan begitu lembutnya pada Rama. Sangat berbeda saat dulu diacara pernikahan mereka.


“Aunty benar, maka dari itu kau harus mendoakan agar Aunty segera diberikan adik laki-laki sesuai keinginanmu.” Timpal Papa Rendra yang membuat Riri memaksakan senyumnya. Bagaimana ia bisa memberikan adik laki-laki untuk Rama, membuatnya saja dia tidak pernah.

__ADS_1


“Kau tidak menundanya kan Ri? Kau tidak menggunakan alat kontrasepsi kan?” selidik Bela karna takut jika adik iparnya itu menggunakan alat penunda kehamilan. Karna mengingat pernikahan Raka dan Riri terjadi bukan karna keinginan mereka berdua.


__ADS_2