
Riri mengambil nafas dalam-dalam sebelum akhirnya menghembuskannya perlahan. “Raka masih dalam pengawasan Papanya dan aku tidak ingin kinerjanya turun hanya karna merawat kekasihnya. Bahkan kemarin dia sempat membolos satu hari hanya karna mau merawat Shelo dan mengantarkan gadis itu ke rumah sakit.” Riri mulai bercerita dan Gerry kini memberinya atensi penuh.
“Lalu?” tanya pria dengan netra biru keabu-abuan itu ingin mendengar cerita lanjutannya.
“Sebenarnya aku tidak berpikiran sampai sana, tapi karna perkataan Arlin kemarin aku jadi memikirkan hal itu.” Ucapan Riri menggantung, pikiran wanita itu sedang membayangkan sesuatu yang sangat tidak ingin jika itu menjadi kenyataan.
__ADS_1
“Maksudmu?” Gerry mengangkat sebelah alisnya, ia tidak paham dengan ucapan Riri barusan.
Riri menatap Gerry sejenak lalu melanjutkan kata-katanya. “Arlin kemarin mengatakan kepadaku apakah aku takut jika Raka berduaan dengan Shelo sehingga aku membawa Shelo ke villa? Jawaban kemarin adalah tidak dan jawaban sekarang adalah ya. Aku jadi memikirkan perkataan Arlin dan ya, aku jadi takut membiarkan Raka berada berduaan dengan Shelo di flat gadis itu. Kau tahu maksudku kan, dua orang lawan jenis dalam satu ruangan pasti bisa saja terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Dan aku tidak ingin menambah masalah jika Raka sampai menghamili Shelo sedangkan ia masih berstatus sebagai suamiku. Untung saja aku membawa Shelo ke villa saat gadis itu sakit. jadi gerak-gerik mereka berdua bisa terpantau.” Oceh Riri panjang lebar. Gerry tersenyum miring lalu mendekatkan dirinya pada Riri hingga wanita itu mundur beberapa centi karna Gerry terus menghimpitnya.
“Ger apa yang kau lakukan?” tanya Riri dengan galak dan takut bersamaan. Gerry pun terbahak mendengar pertanyaan Riri. Apalagi mimik wajah wanita itu yang terlihat galak tapi juga takut.
__ADS_1
“Kau jangan macam-macam Ger. Aku percaya padamu kau tidak mungkin berniat jahat padaku. Jadi jangan kau rusak kepercayaanku itu.” ucap Riri saat sudah merebahkan dirinya di sofa.
“Lalu apa kau tidak percaya pada Raka jika ia tidak akan macam-macam pada Shelo?” Riri justru terdiam setelah mendengar pertanyaan Gerry. Ia sendiri bingung, apakah ia bisa percaya atau tidak. Karna ia sendiri tidak tahu gaya pacaran Raka dan Shelo. Sementara dulu saat Raka bersama Jessi saja ia tidak peduli dan tidak mengurusi keduanya.
Riri memilih mengalihkan pandangannya menatap smartwatch yang melingkar di pergelangan tangannya. “Aku harus pulang sekarang Ger, lain kali kita akan berbicara lagi. Terimakasih untuk ayam panggangnya. Masakanmu selalu enak dan lezat.” Riri memilih untuk berpamitan dan tidak ingin membahas masalah Raka lebih lanjut lagi.
__ADS_1
Gerry pun membiarkan Riri pulang dan sebelumnya ia sengaja menyiapkan Ayam panggang tadi untuk Riri bawa pulang sehinga wanita itu tidak perlu lagi menyiapkan makan malam bagi orang-orang yang tinggal di villanya. Ya, Gerry tahu jika Riri lah yang memasak dan menyiapkan makanan untuk seluruh penghuni villanya.