Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Kesepakatan ?


__ADS_3

Hampir empat puluh menit Raka mengendarai motor sport itu untuk sampai ke villa Riri. Rupanya istrinya itu sudah menunggu kedatangannya didepan pintu dengan celana jeans bermodel ripped hotpants dengan crop top berwarna putih yang dipadukan dengan outteran lengan panjang yang panjangnya sampai mata kaki.


Kaki jenjang milik Riri benar-benar terpampang sempurna. Raka yang melihatnya bahkan sampai mematung beberapa saat sebelum Eric mengejutkannya. Pemuda itu bersiul melihat penampilan Riri yang tergolong cukup sexy.


“Wow, kau terlihat menakjubkan Ri. Penampilanmu terlihat lebih feminim dan lebih berani.” Eric menatap kagum pada Riri yang entah kenapa membuat Raka menjadi tidak suka. Ada perasaan tidak terima saat melihat wanita yang berstatus istrinya itu dikagumi laki-laki lain.


“Ini Bali kak, bukan Solo jadi penampilan seperti ini sudah biasa. Bukannya aku menjadi lebih feminin, tapi sebentar lagi aku akan pergi ke Beach Club. Tentu saja pakaian seperti ini yang cocok dikenakan untuk pergi kesana.” Jawab Riri santai lalu lalu mengikat tali outterannya sehingga berubah menjadi kimono panjang yang menyerupai dress cantik.


Raka menghembuskan nafasnya sedikit lega melihat penampilan Riri yang menjadi lebih tertutup. Membuat wanita itu terlihat semakin cantik karna mengenakan pakaian yang cukup feminim. Selama ia mengenal Riri, wanita itu selalu terlihat berpakaian casual dan sangat jarang berpakaian feminim kecuali pada waktu-waktu tertentu.


“Masuklah kak.” Riri mempersilahkan masuk dan langsung menggiring suami dan asistennya itu menuju meja makan. Apalagi jam sudah menunjukkan pukul empat kurang, suaminya harus segera makan jika tidak, mungkin maagnya akan kambuh.


Raka sedikit tercengang menatap makanan yang ada dimeja makan. Ia pernah melihat makanan seperti itu tapi sama sekali belum pernah memakannya. Baik Raka maupun Eric sama-sama menarik kursi dan duduk dimeja bersama dengan Riri.


“Makanlah dulu, aku memasak laksa udang dan juga spring roll. Kau tidak apa-apa kan jika tidak makan nasi? Tadi pagi sudah makan nasi kan?” kata Riri sambil menyodorkan semangkuk laksa udang untuk suaminya kemudian untuk Eric dan terakhir untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


“Iya tidak masalah, yang penting saat pagi hari perutku harus di isi oleh nasi. Ini benar-benar kau yang memasak?” tanya Raka tidak percaya begitu juga dengan Eric.


“Tanyalah pada Mbok Ila atau jika kau tidak percaya, periksalah CCTV.” Jawan Riri acuh dan mulai memakan laksa udang yang merupakan salah satu hidangan mie favoritnya.


“Iya Den Raka, ini semua masakannya Ndoro Ajeng. Setiap hari biasanya juga Ndoro Ajeng yang memasak kecuali jika sedang tidak sempat atau sedang ingin makan diluar.” Sahut Mbok Ila yang datang membawa pomelo madu yang sudah kupas, buah kesukaan Riri.


“Kau menyukai jeruk itu Ri? Bukankah rasanya asam dan sedikit pahit?” tanya Eric sambil sedikit mengerjap-ngerjapkan lidahnya membayangkan rasa asam bercampur pahit dari jeruk tersebut. Karna sepengetahuannya dan seingatnya saat ia memakan jeruk itu dahulu rasanya asam dan sedikit pahit. Tidak enak sama sekali.


“Ini namanya pomelo madu kak, rasanya manis. Cobalah.” Riri menyodorkan piring yang berisi pomelo kupas itu kepada Eric. “Kau juga bisa mencobanya Ka, rasanya manis tidak ada asamnya sama sekali.” Kata Riri lagi.


Eric dan Raka saling berpandangan lalu dengan berat hati mereka mencoba sedikiiiiiiit demi menghargai Riri. Dan benar saja, rasanya sangat manis dan tidak ada rasa asam maupun pahit sama sekali. Sangat berbeda dengan jeruk yang pernah Eric makan dulu.


“Makanlah dulu, habiskan laksanya setelah itu kau bisa memakan pomelo ini lagi. Kalau kalian menyukainya nanti bisa meminta Mbok Ila untuk mengupaskannya jika masih kurang.” Ujar Riri yang membuat Raka dan Eric seketika mematuhi ucapannya.


“Kau tidak tersesat saat menjemput kak Eric?” tanya Riri pada Raka, karna ia penasaran suaminya bisa pulang dan pergi dengan selamat padahal ia baru pertama kali menginjakkan kakinya di villa milik Riri.

__ADS_1


“Ada GPS Ri” jawab Raka singkat yang hanya diangguki oleh Riri. Ketiganya pun meneruskan acara makan sore mereka.


“Darelona Fairylynx Huleeo !! Bos singaku yuhuuuu are you ready to go?” teriak Arlin dari luar rumah yang membuat Raka dan Eric menoleh bersamaan. Menunggu gadis itu muncul dihadapan mereka.


Arlin yang sedari tadi berteriak-teriak tiba-tiba menjadi terdiam saat melihat Raka dan juga Eric yang tengah menikmati makan sorenya bersama dengan Riri. Ia lupa jika saat ini ada Raka yang tinggal bersama mereka.


“Sudah teriaknya? Lama-lama kusuruh kau tinggal dihutan saja jika masih suka berteriak-teriak tidak jelas.” Ketus Riri sambil memutar bola matanya.


“Hehehe, maaf aku lupa jika Raka juga mulai tinggal disini. Hai kak, long time no see” sapa Arlin ramah pada Eric yang dibalas oleh senyuman manis karna mulut Eric sedang penuh mengunyah makanan.


Bagaimana Riri dan Arlin bisa mengenal Eric? Tentu saja mereka saling mengenal. Biasanya untuk membangun beberapa unit cabang usaha keluarganya, Papi Gun sering menggunakan jasa dari perusahaan konstruksi milik keluarga Raka. Oleh sebab itu mereka sudah pernah bertemu dengan Eric beberapa kali. Kebetulan pria yang usianya terpaut tiga tahun dari Riri dan Arlin itu merupakan orang yang asyik dan juga easy going sehingga membuat mereka mudah akrab.


“Ri, untuk sementara waktu kak Eric akan membantuku menghandle proyek resort yang rencananya akan dibangun didaerah Pecatu. Bolehkah ia tinggal disini bersama kita? Kamar disini masih banyak yang kosong kan?” tanya Raka pelan-pelan, takut jika istri singanya itu mengamuk.


“Tentu saja boleh, tinggalah disini sesuka dan selama kalian mau.” Ucap Riri tersenyum yang membuat Arlin sedikit heran. Tadi pagi wanita itu marah-marah dan belum bisa menerima kenyataan jika ia harus menjalani pernikahan dengan Raka. Tapi kenapa saat ini moodnya menjadi berubah drastis?

__ADS_1


“Raka, kau tahu kan pernikahan kita bukan kemauanku dan bukan kemauanmu. Maka dari itu ayo kita buat kesepakatan.” Sambung Riri sambil meneguk air putih karna ia sudah menyelesaikan makannya.


“Kesepakatan?” tanya Raka dan Eric bersamaan. Tidak paham dengan arah pembicaraan Riri. Sementara Arlin hanya menghela nafas. Ia sudah menduga pasti ada sesuatu yang Riri inginkan.


__ADS_2