Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Melahirkan


__ADS_3

“Apa yang kalian lakukan disini?” Tanya Papi Gun saat melihat kedatangan Arlin dan juga Eric ke rumah sakit dimana Riri akan melahirkan.


“Kenapa kalian kemari? Bagaimana dengan pestanya?” kini giliran Papa Rendra yang bertanya.


Sepasang pengantin baru itu tampak terengah-engah karna setengah berlari saat mencari dimana ruangan bersalin Riri.


“Kami kesini karna ingin menyaksikan dan menyambut kehadiran twins.” Sahut Arlin saat nafasnya sudah mulai terkontrol.


“Betul. Lagipula acara pestanya juga sebentar lagi usai, tidak ada salahnya kami pergi lebih dulu demi menyambut kelahiran twins. Kami berdua tidak ingin melewatkan momen special ini.” Eric menambahkan perkataan istrinya.

__ADS_1


“Astaga!” Pekik Papi bos sedikit terkejut. “Kalian benar-benar tidak terpisahkan dengan pasangan 2R itu. Duduklah dulu, Raka sedang didalam menunggui Riri melahirkan.” Lanjutnya lagi.


Ia tidak heran bagaimana Arlin lebih memilih untuk menunggui Riri melahirkan daripada melanjutkan pestanya. Gadis yang kini menjadi istri Eric tersebut memang sangat menyayangi Riri dan menganggap Riri sebagai saudarinya sendiri apalagi Arlin adalah seorang anak tunggal.


Tidak seperti Jessi yang sedari kecil selalu saja tidak mau dikalahkan oleh Riri. Keinginannya harus selalu dipenuhi sehingga membuat Riri terus saja mengalah pada adiknya tersebut. Setelah peristiwa penjemputan paksa Jessi saat berada di Bali tempo lalu hingga detik ini, Jessi masih belum mau bertemu kembali dengan sang kakak. Entah sebenarnya apa alasan dibalik itu semua, Papi Gun dan Mami Vindi tidak tahu dengan pasti. Bahkan Jessi juga tidak menghadiri acara pernikahan Arlin. Dirinya memang tidak dekat dengan Arlin karna Arlin sendiri lebih dekat dengan Riri yang seumuran dengannya.


“Apa Riri melakukan operasi Pi?” tanya Arlin penasaran sekaligus khawatir. Ia takut terjadi hal buruk pada orang yang amat ia sayangi seperti saudarinya sendiri.


Setelah sekian lama menunggu, terbukalah pintu ruang bersalin Riri. Terlihat Raka keluar dari sana dengan wajah yang penuh binar bahagia. Lelaki itu langsung menghambur memeluk Mama Maira dan Mama Vindi bersamaan. “Terimakasih Ma, karna sudah melahirkanku kedunia ini. Aku benar-benar tidak menyangka sebesar dan seberat itu perjuangan seorang ibu untuk melahirkan seorang anak.” Ucap Raka dengan wajah memerah menahan tangisannya. Suami Riri itu kini gantian menatap wajah sang ibu mertuanya. “Terimakasih Mi karna sudah melahirkan sosok wanita yang begitu aku cintai, membawanya kedunia ini untuk menjadi istri dan takdirku.” Lanjut Raka lagi.

__ADS_1


“Apa Riri baik-baik saja Ko?” Tanya Mami Vindi khawatir. Mendengar pertanyaan besannya, Mama Maira juga ikut khawatir. Mereka berdua menunggu jawaban dari Raka.


“Tentu, Riri baik-baik saja. Sebentar lagi kalian bisa melihat Riri dan cucu-cucu kalian. Dimana Rama?” sahut Raka sambil mencari-cari sosok keponakan kecilnya.


“Untuk apa kau mencari Rama?” Tanya Eric keheranan.


“Ada sesuatu hal yang akan aku sampaikan padanya. Dimana Rama?” Tanyanya lagi saat tidak melihat sosok Rama. Padahal ia melihat Nada sedang berada dalam gendongan Bela.


“Uncleeee.. dimana adik lelakiku?” Teriak Rama dari kejauhan lalu berlari menghampiri Raka. Dibelakangnya ada Elang yang mengekor Rama.

__ADS_1


“Kau darimana saja boy? Uncle mencarimu, ada hal yang akan Uncle sampaikan padamu.” Raka berjongkok untuk menyamakan tinggi tubuhnya dengan Rama.


__ADS_2