Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Alasan untuk berbuat demikian


__ADS_3

Hari-hari yang mereka lalui kini semakin membuat Riri tidak nyaman. Dia sendiri yang menyuruh Shelo untuk tinggal di villa-nya tapi kini dia juga yang merasa tidak nyaman melihat kedekatan antara Raka dan Shelo yang begitu intens. Terlihat Raka sangat peduli dan telaten merawat Shelo hingga gadis itu pulih dan berencana untuk kembali ke flatnya. Raka pun mengantarkan Shelo pulang dengan meminjam mobil milik Riri dan tentu saja wanita itu mengijinkannya.


Siang ini ia memutuskan untuk turun tangan sendiri mengecek bebarapa cabang yang perlu dikontrol langsung. Dan selepas Riri melakukan pekerjaannya ia memilih untuk mampir ketempat Gerry. Wanita itu juga sudah menceritakan pada Gerry saat ia membawa Shelo kerumahnya dan menawarkan diri untuk membantu merawat kekasih suaminya.


“Kenapa wajahmu lesu begitu bae?” Gerry menatap Riri dengan lembut. Wanita itu kini tengah duduk di villanya sambil memainkan tuts piano yang ada disalah satu sudut villa Gerry.


“Aku sangat lelah, pekerjaanku hari ini lumayan banyak.” Keluhnya tanpa menatap Gerry. Pria asing itu pun menarik pergelangan tangan Riri dengan pelan dan menuntunnya menuju meja makan.

__ADS_1


Mendengar Riri akan mampir ke villanya, Gerry berinisiatif untuk membuatkan makanan untuk mereka berdua. Dan kini sebentar lagi makanan yang Gerry masak siap untuk disajikan. Riri menunggu dengan tenang saat Gerry mengeluarkan ayam panggang yang dikeluarkannya dari oven. Harumnya sungguh menggoda siapun.


Gerry tersenyum geli melihat Riri yang sudah tidak sabar untuk menikmati masakan yang dibuatnya. “Usap air liurmu bae, tenanglah kau bisa menghabiskannya nanti.” Goda Gerry yang membuat Riri buru-buru mengelap air liurnya yang ternyata tidak menetes sama sekali. Ia menatap Gerry dengan sebal hingga membuat pria itu tergelak.


Gerry memotongkan bagian paha untuk Riri karna wanita itu tidak menyukai dada. Riri hanya mau memakan ayam bagian paha dan sayap. Ia sama sekali tidak menyukai dada ayam. Gerry menyodorkan piring yang berisi potongan ayam dan aneka side dish untuk Riri. Wajah wanita itupun langsung berbinar-binar “Terimakasih Ger.” Ucapnya tulus lalu langsung melahap ayam panggan tersebut dengan sangat nikmat.


“Cepat katakan yang ingin kau ceritakan! Kau tidak mungkin tiba-tiba ingin bertemu denganku jika tidak ada yang ingin kau sampaikan.” Gerry duduk manis disebrang sofa yang Riri duduki sambil menyalakan televisi agar suasana tidak terlalu hening.

__ADS_1


“Memangnya aku seperti itu?” tanya Riri sambil menunjuk dirinya sendiri.


“Kau tidak sadar rupanya. Jadi apa yang mau kau ceritakan?” Gerry mengulang lagi pertanyaannya.


“Kau tidak akan bertanya kenapa aku membawa kekasih suamiku untuk tinggal bersama di villa milikku?” Riri bertanya pada Gerry sambil memakan keripik kentang yang tadi ia bawa dari salah satu minimarket yang ia kunjungi.


Gerry menoleh kearah wanita disampingnya, ia memiringkan kepalanya lalu menggeleng sambil tersenyum tipis. “Tidak. Aku yakin kau pasti memiliki alasan untuk berbuat demikian. Lagipula kau tidak menganggapnya sebagai suami bukan? Jadi aku yakin kau sudah memikirkannya sebelum mengambil keputusan tersebut.” Sahut Gerry yang kembali menatap layar televisi. Entah kenapa lagi-lagi Riri tidak suka saat ada orang yang menegaskan jika ia tidak menganggap Raka sebagai suaminya. Padahal sebelumnya ia sendiri yang kekeh berpendirian seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2