Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Tidak ada tapi-tapian


__ADS_3

“Hehehe, terimakasih Ka, Ri. Aku belum tau kapan akan menikah karna lamaranku baru saja diterima Arlin kemarin sore.” Jujur Eric yang semakin membuat Arlin malu.


“Kembalilah segera ke Solo dan segera lamar kak Lin pada kedua orang tuanya. Setelah itu aturlah acara pernikahan kalian.” Saran Raka yang diangguki oleh istri singanya.


“Apa kau akan datang jika aku menikah?” Kini giliran Arlin yang bertanya. Ia sedikit ragu jika Riri akan hadir di hari besarnya karna bos singanya saat ini sedang hamil. Dan Riri tidak mau berpergian jauh.


“Aku tahu apa yang kau pikirkan. Maka dari itu menikahlah disini, aku akan meminta pada Papi untuk membantu menyiapkan pesta pernikahan kalian disini. Kau tahu bukan aku tidak mau pergi jauh karna aku sedang hamil. Dan aku harus exra hati-hati mengingat ini adalah kehamilan pertamaku. Ku harap kalian mengerti, bagaimana Lin, kak?” Tanya Riri meminta pendapat pada Arlin dan juga Eric.

__ADS_1


“Aku tidak masalah menikah dimana saja, asalkan dengannya dan secepatnya.” Jawab Eric tanpa malu.


“Aku tidak mau merepotkan Papi bos. Kalau begitu lebih baik aku menunggu kau lahiran saja baru aku mengadakan pesta pernikahan di Solo.” putus Arlin yang langsung membuat Eric shock. Tidak mungkin dia menunggu selama itu, usia kandungan Riri baru memasuki bulan keempat. Akan sangat lama bukan jika menunggu Riri melahirkan. Sementara dirinya sudah tidak sabar untuk menikah dengan Arlin.


“Tidak ada kata merepotkan apalagi untukmu dan untuk Ayah Krisna.” Jawab Riri menenangkan. Ya, Riri memang memanggil Krisna dengan panggilan Ayah sama seperti Arlin memanggilnya. “Lebih baik kalian berdua segera kembali ke Solo dan bicarakanlah masalah ini pada orang tua kalian masing-masing. Setelah itu biar Papiku dan aku yang mengurus pernikahan kalian disini. Kalian berdua cukup mengurus surat-suratnya saja. Jangan menundanya terlalu lama. Jika kalian menikah disini tentu aku bisa menghadirinya Lin” Lanjut Riri menerangkan.


“Tidak ada tapi-tapian. Menurutlah, anggap saja ini hadiah dari saudara kalian.” Ucap Riri memaksa namun dengan nada yang sangat santai.

__ADS_1


“Baiklah aku menurut saja padamu. Terimakasih Ri, aku tidak bisa berkata apa-apalagi selain terimakasih padamu.” Arlin langsung saja menghambur memeluk Riri dan menicumi pipi Riri berulang kali. Dia tidak memperdulikan Raka yang mengomel padanya agar tidak memeluk Riri terlalu kencang.


“Aku memberi kau libur selama seminggu kak, gunakanlah waktu itu sebaik mungkin. Begitu kalian menikah maka otomatis villa ini menjadi milikmu dan kak Lin.” Ucap Raka pada Eric.


“Kau serius? Lalu kau dan Riri akan tinggal dimana?” Tanya Eric bingung.


“Apa kau lupa jika aku dan Shelo beberapa waktu yang lalu sedang mengerjakan projek pembuatan villa? Itulah villa yang aku buat untuk istriku. Dan Riri sepakat akan pindah kesana jika kau dan kak Lin sudah menikah.” Jelas Raka yang membuat Eric kini mengingatnya. Raka memang pernah berkata padanya sewaktu ia awal datang ke Bali bahwa dia berencana untuk membuat villa. Karna bagaimanapun Raka adalah seorang suami dan dia harus bertanggung jawab pada Riri.

__ADS_1


Dan kini ternyata villa itu benar-benar akan ditempati oleh Raka dan Riri. Eric benar-benar tidak menyangkanya. Namun dalam hatinya ia merasa sedikit ragu, bukankan villa ini adalah tempat bersejarah bagi Raka dan Riri? Apa mereka benar-benar rela memberikan villa ini untuk dirinya dan Arlin?


__ADS_2