Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Akulah Arshamu


__ADS_3

Raka beranjak dari ranjang dengan tubuh polosnya, dan dengan tidak tahu malunya Riri terus memandangi kemana perginya sang suami. Hingga ia melihat suaminya itu mengambil sesuatu dari dalam laci lemarinya. Raka kembali dengan sebuah kotak berwarna yang Riri ketahui itu adalah sebuah rubik.


“Rubik?” tanya Riri saat Raka ikut bergabung kembali dan menarik Riri agar ikut duduk setengah berbaring, bersandar pada dada bidangnya. Tidak menjawab pertanyaan Riri, lelaki itu justru menunjukkan kepiawaiannya memainkan benda tersebut hingga hanya dalam sekejap rubik itu sudah rapi berdasarkan susunan warnanya.


“Kau sedang pamer padaku?” Riri menatap sinis pada suaminya, sedangkan Raka justru terkekeh mendengar perkataan dari istrinya.

__ADS_1


“Untuk apa aku pamer padamu, apa kau tidak memiliki kenangan dengan benda ini?” Raka menyerahkan benda tersebut pada Riri. Wanita itupun menerimanya dan membolak-balikannya. Mencoba untuk mengacak warna benda tersebut agar suaminya nanti yang kembali membetulkannya.


“Mmm, tidak ada. Aku tidak pernah memainkan benda ini sebelumnya.” Sahut Riri enggan berfikir.


“Kau yakin? Pernahkah kau melihat seseorang memainkan benda ini?” pancing Raka kembali, dan istrinya itupun terlihat memikirkan sesuatu.

__ADS_1


“Kau tahu siapa namanya?” tanya Raka lagi, kini ia menatap intens wajah istrinya dengan sorot mata penuh damba. Masih tidak menyangka, gadis kecil yang ia sukai dulu kini benar-benar menjadi istrinya, menjadi miliknya seutuhnya. Jiwa, raga dan hatinya miliknya seorang.


“Arsha.” Jawab Riri mengingat saat dulu teman-temannya memanggil anak laki-laki itu dengan panggilan Arsha. Sedetik kemudian dia menoleh suaminya yang kini sedang tersenyum kepadanya. “Tadi kau bilang Lingling, lalu Arshamu? Maksudmu apa?” tanya Riri sudah tidak sabaran. Raka pun tergelak lalu mengecup bibir Riri sekilas.


“Ya akulah Arsha, Arshamu itu yang selalu menunggumu jika kau belum dijemput. Aku sangat menyukaimu tapi tidak berani mendekat padamu dan jika kau mendekatiku aku merasa canggung dan salah tingkah. Hingga akhirnya aku hanya bisa mengamatimu dari jauh. Dan aku selalu memanggilmu Lingling karna aku tidak tahu nama lengkapmu, aku hanya mendengar teman-teman dulu memanggilmu ‘Lynx’ hingga akhirnya aku menamaimu Lingling. Sampai akhirnya setelah kau masuk SMP, aku tidak pernah melihatmu lagi.” cerita Raka yang membuat Riri masih sulit untuk percaya. Apa benar anak laki-laki itu yang kini menjadi suaminya.

__ADS_1


“Lalu bagaimana kau tahu jika aku Lingling-mu?” tanya Riri yang masih belum hilang rasa penasarannya.


“Kak Elang yang menjelaskannya padaku saat ia datang kemari. Kau pernah bercerita padanya jika ikut bimbingan di Neo Grup bukan? Kau juga bercerita tentangku, tentang anak laki-laki yang selalu menungguimu saat kau belum dijemput, tapi selalu mengabaikanmu jika kau mendekat? Kakak tahu jika aku selalu pulang les terlambat karna aku mengatakan padanya jika menunggui Ling-lingku mendapat jemputannya. Dan akhirnya kak Elang tahu aku memanggilmu Ling dari nama tengahmu itu. Dari sanalah kakak juga terus memanggilmu Lynx.” Jelas Raka sambil mengecupi pipi milik Riri.


__ADS_2