Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Jadilah istriku


__ADS_3

“Tanggung jawab apa maksudmu kak?” Arlin tak paham dengan perkataan Eric barusan.


“Kau sudah berani mencium bibirku ini tanpa ijin. Selain itu kau mengaku-ngaku jika akan menikah denganku. Kau membuatku mengalami kerugian moril. Oleh sebab itu kau harus bertanggung jawab padaku.” jelas Eric yang kini tengah menatap Arlin dengan intens.


“Tanggung jawab seperti apa yang kau minta kak?” tanya Arlin harap-harap cemas.


“Menikahlah denganku.” Ucap Eric dengan serius.


“HAH?” Pekik Arlin saking terkejutnya.

__ADS_1


“Jawaban macam apa itu? Jawabannya hanya satu, yaitu ‘Ya’. Kau sudah mengambil keperawanan bibirku yang sudah kujaga seumur hidupku.” Ujar Eric seolah-olah tidak terima.


“Kau pikir hanya bibirmu saja yang masih perawan? Bibirku juga masih perawan dan kau satu-satunya orang yang menyentuhnya.” Jawab Arlin sengit tak mau kalah.


“Ya sudah kalau begitu kita secepatnya menikah. Aku takut kau akan memanfaatkan diriku lagi jika kita tidak segera menikah. Aku tidak mau menambah dosa jika kau melakukan hal seperti tadi lagi.”


Arlin mencubit paha Eric dengan gemas. Bagaimana bisa karna kecupan singkat seperti itu Eric meminta pertanggung jawaban dengan memintanya untuk menikah dengan Eric. “Kau jangan mencari-cari kesempatan ya Kak. Aku tidak mau menikah denganmu. Lagipula yang tadi itu hanya sebuah kecupan bukan sebuah ciuman.” Arlin menolak dengan pertanggung jawaban yang diminta Eric.


Keduanya masih sama-sama kaku karna ini ciuman pertama untuk Arlin dan Eric. Pemuda itu melepas lebih dulu pagutannya saat ia merasa Arlin sudah mulai kehabisan nafas. Diusapnya bibir yang sedikit bengkak dan basah karna ulah mereka tadi. Eric tersenyum dengan manis dan hangat didepan Arlin. Senyuman yang belum pernah Arlin lihat sebelumnya.

__ADS_1


“Menikahlah denganku, jadilah istri dan ibu dari anak-anakku. Aku tidak mau kau diganggu Dewa lagi. Aku mengenalnya dan tidak semudah itu kau lepas dari kejarannya. Apalagi kau sudah melibatkanku tadi. Jadi kau harus bertanggung jawab dengan ucapanmu. Jadilah nyonya Gilardi.” Pinta Eric dengan menyatukan keningnya dan kening Arlin.


“Tapi Kak—“


“Jika kau menolakku maka bersiaplah kalau sewaktu-waktu Dewa menerormu dan kembali mengejarmu. Pilihan ada ditanganmu Lin.” Potong Eric sebelum Arlin menyelesaikan perkataannya.


“Tapi kau tidak mencintaiku.” Lirih Arlin yang menundukkan wajahnya tanpa berani menatap Eric.


“Lihatlah Raka dan Riri, apa awalnya mereka saling mencintai?” tanya Eric yang dijawab gelengan oleh Arlin. Gadis itu masih belum berani menatap netra pemuda di hadapannya semenjak ciuman mereka barusan. “Tapi lihatlah sekarang mereka saling mencintai bahkan saat ini Riri sedang mengandung buah cinta mereka. Mungkin aku belum mencintaimu saat ini, tapi secepatnya perasaanku padamu pasti akan segera berubah dari suka menjadi cinta dengan cepat seiring berjalannya waktu.” Eric tersenyum setelah mengucapkan kalimat tersebut. Diraihnya dagu Arlin agar sigadis menatapnya.

__ADS_1


“Tadi perkataanmu itu… apa itu artinya kau menyukaiku Kak?” Arlin bertanya dengan polosnya dan Eric justru terkekeh mendengarnya.


Dikecupnya bibir tipis milik Arlin sekali lagi oleh Eric. Hanya sekilas saja bukan ciuman seperti tadi. “Ya, aku rasa aku sudah menyukaimu entah sejak kapan. Dan aku tidak suka kau berdekatan dengan Dewa seperti tadi.” Jujur Eric ketika kini ia sedang menatap wajah ayu milik Arlin.


__ADS_2