
“Aku melihat di foto masa kecilmu yang sempat Jessi tunjukkan padaku.” Raka berkilah, ia berbohong. Tidak mungkin ia mengatakan jika sudah mengenal Riri sejak dulu. Ini bukan saat yang tepat untuk mengatakannya. Raka berbicara dengan nada setenang dan sedatar mungkin. Membuat siapapun yang mendengarnya pasti mempercayainya.
“Oh begitu rupanya. Tunggulah saat aku hamil dan menyusui anakku nanti. Aku pastikan rambutku tidak akan kuwarnai lagi, karna aku tidak mau mengganggu tumbuh kembang anakku. Meskipun banyak yang mengatakan ada cat yang aman untuk wanita hamil dan menyusui tapi aku tidak mau ambil resiko. Tunggulah masa-masa itu Ka, kau akan melihatnya nanti. Tapi entah juga, mungkin kau sudah lupa dengan keinginanmu yang satu ini jika kau sudah bersama dengan istri barumu nanti.” Ujar Riri dengan nada sendu di akhir kalimatnya. Kenapa rasanya selalu tidak rela jika mengingat ia dan Raka khususnya mengingat jika Raka akan memiliki kehidupan masa depan tanpa dirinya.
“Sudah, untuk apa membahas masa-masa yang belum tentu akan datang.” Sela Eric saat menyadari raut wajah Raka yang kembali tidak enak untuk dipandang. Pemuda itu pasti terusik dengan perkataan Riri yang menusuk hatinya.
__ADS_1
“Aku akan membersihkan tubuhku dulu. Kalian makanlah karna aku tadi sudah makan. Selepas mandi aku akan membantumu bersiap. Ingat Lin, kau hanya kuberi ijin selama dua hari. Awas saja kalau kau sampai mangkir lebih baik tidak usah kembali kesini.” Ancam Riri yang langsung pergi menuju kamarnya tanpa menunggu jawaban dari Arlin.
“Manfaatkanlah waktu selama aku dan Arlin pergi, kau bisa lebih leluasa untuk berduaan dengan istrimu itu.” Goda Eric dengan senyum smirknya. Eric berusaha untuk mencairkan suasana agar Raka tidak memikirkan ucapan Riri barusan.
“Kau itu pesimis sekali. Menaklukannya memang tidak mudah. Maka dari itu dia tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun kecuali Dewa. Sabarlah sedikit lebih lama jika kau benar-benar mencintainya dan ingin menghabiskan sisa hidupmu bersamanya.” Arlin memberi semangat.
__ADS_1
“Benar kata Arlin, yang kau taklukan seorang singa jadi butuh perjuangan extra. Ngomong-ngomong memangnya kapan Jessi menunjukkan foto Riri jaman kecil? Setahuku tidak mungkin Jessi menunjukkan hal-hal seperti itu padamu.” Eric menyelidik karna ia tahu betul Jessi tidak mungkin melakukan hal seperti tadi. Jadi darimana mulanya Raka bisa merindukan rambut asli Riri yang sama sekali belum pernah ia lihat setahu Eric.
Akhirnya Raka pun menceritakan mengenai Linglingnya yang tidak lain adalah Riri. Dan dari sana pula ia sudah pernah melihat dan mengetahui warna asli rambut Riri. Eric dan Arlin menatap Raka tidak percaya. Suami Riri itu ternyata sudah menyukai Riri sejak kecil dan baru tahu jika Riri adalah Lingling kecilnya saat Elang memberitahunya.
“Jadi kau itu Arsha? Laki-laki yang selalu membawa rubik dan menatap Riri dari kejauhan tapi kau tidak pernah mau mendekat padanya bahkan sangat acuh dan tidak pernah menjawab jika Riri menanyaimu?” Arlin menatap tidak percaya pada Raka, karna ia tahu cerita itu dari Riri. Yang selalu bercerita padanya tentang anak laki-laki pendiam yang selalu membawa dan memainkan rubik. Dan anak laki-laki itu selalu menemani Riri menunggu jemputannya. Mesikpun Riri tidak tahu pasti apakah laki-laki itu sengaja menemaninya atau juga sama seperti dirinya yang sedang menunggu jemputan.
__ADS_1