Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Lebih bagus lagi kalau...


__ADS_3

“Memangnya kau pikir aku ini bodoh? Kau pergi dari siang dan pulang hingga jam segini. Memang selama apa proses pewarnaan rambutmu itu? Atau harus membeli cat rambutnya dulu di perempatan Arab saudi?” oceh Arlin yang mana membuat Riri dan Eric tergelak mendengarnya. Sementara Raka? Lelaki itu hanya memandang Riri dengan intens yang bahkan tidak disadari oleh istrinya.


“Aku hanya nongkrong di Beach Club sambil menunggu jodoh masa depanku datang.” Bisik Riri agar tidak terdengar Mbok Ila. Raka kembali menegang mendengar ucapan istrinya. Bagaimana jika Riri pergi dan benar-benar meninggalkannya karna sudah menemukan suami bule impiannya?


“Ck kau ini masih saja berhalusinasi. Oh ya, kau tidak lupa kan besok aku harus kembali ke Solo karna ada kerabatku yang akan menikah.” Arlin mengingatkan Riri yang langsung dijawab dengan anggukan.


“Kau akan pergi? Aku juga besok harus ke Jakarta untuk menemui calon klien.” Sahut Eric yang juga rupanya besok harus pergi.

__ADS_1


“Jam berapa kalian akan pergi? Aku akan mengantar ke bandara.” Riri menawarkan diri karna ia tahu suaminya pasti bekerja dan tidak mungkin Raka mengantarkan kedua asisten mereka ke bandara apalagi jika itu di jam kerja.


“Penerbanganku jam empat sore, kau jam berapa kak?” Arlin bertanya pada Eric lalu pemuda tersebut membuka ponselnya dan melihat jadwal penerbangannya.


“Aku satu jam lebih awal darimu.” Jawab Eric setelah melihat jadwal keberangkatannya.


“Kenapa kau mengganti warna rambutmu tanpa persetujuanku?” Raka bukannya menjawab pertanyaan dari Riri tapi justru ia melontarkan pertanyaan lain yang sudah ingin dia tanyakan sedari tadi selain pertanyaan darimana dan kemana saja istrinya pergi yang sudah diwakilkan oleh Arlin.

__ADS_1


“Memangnya sejak kapan aku meminta persetujuanmu untuk mengganti warna rambutku?” Riri balik bertanya, ia tidak paham dengan ucapan suaminya.


Raka menghela nafasnya, ternyata ingatan istrinya cukup buruk. “Kau lupa waktu itu kau pernah meminta persetujuanku untuk mengganti warna rambutmu dengan warna light blue namun aku melarangmu dan menyuruhmu untuk meretouch warna rambutmu saja.”


“Itu bukan meminta persetujuan tapi meminta pendapat Ka” sangkal Riri. “Tapi ini kan bukan warna yang terlalu terang dan mencolok. Jadi aku pikir tidak ada salahnya aku melakukannya tanpa meminta pendapatmu. Bagaimana menurutmu? Bagus tidak?”


“Bagus, tapi lebih bagus lagi kalau aku bisa melihat warna asli rambutmu. Karna sudah lama aku tidak melihatnya.” Jujur Raka, karna ia sendiri terakhir kali melihat rambut hitam Riri saat istrinya itu masih menjadi Linglingnya. Dan saat ia bertemu dengan Riri kembali saat dirinya menjadi kekasih Jessi, wanita itu sudah mengganti warna rambutnya secara rutin. Raka tidak sadar dengan ucapannya barusan yang memancing rasa ingin tahu dari Arlin dan Eric.

__ADS_1


“Memangnya kau pernah melihat warna rambut Riri yang asli?” Arlin penasaran, ia menatap wajah Raka menuntut jawaban. Begitu juga dengan Riri yang juga menatap Raka. “Seingatku sejak memasuki bangku kuliah hingga kini, Riri sama sekali tidak pernah membiarkan rambutnya berwarna hitam seluruhnya. Dia selalu mengganti warna rambutnya, bahkan dulu hampir tiap bulan Riri menggantinya.” Jelas Arlin yang diangguki oleh Riri, membenarkan perkataan Arlin. Ia sendiri sudah lupa rasanya memiliki rambut berwarna hitam karna selalu saja mewarnai rambutnya.


__ADS_2