Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Kau bilang ‘hanya’?


__ADS_3

Riri memilih menu ikan bakar, sop iga, ayam goreng tepung yang pastinya sangat disukai anak-anak seperti Rama dan Nada. Selain itu Riri juga memasak capcay untuk menu sayurannya, bakwan jagung dan juga sambal terasi. Masakan rumahan tapi Riri tahu keluarga Janitra pasti akan menyukainya karna selera mereka sama seperti Raka yang pemakan segalanya.


Memiliki menantu seperti Riri membuatnya semakin kagum dan semakin yakin jika Raka berada pada orang yang tepat. Anak menantu dan mertua itu terlihat begitu kompak memasak bersama. Riri bahkan tidak canggung sama sekali dengan kehadiran Mama Maira yang membantunya. Ia justru berterimakasih dengan begitu pekerjaannya akan cepat selesai.


Arlin tidak bisa membantunya karna Riri mengalihkan semua pekerjaannya pada Arlin sehingga dirinya bisa fokus untuk menyambut dan melayani keluarga suaminya yang kini tengah berlibur ke villanya. Bahkan sampai menjelang malam Arlin baru pulang kerumah.


*


*

__ADS_1


*


“Rakaaaaa hiks hiks hiks, rasanya tulang-tulangku akan lepas dari tubuhnya. Mengikuti Rama yang sedang aktif-aktifnya kesana kemari sungguh melelahkan.” Adu Riri pada suaminya. Saat ini Raka tengah memijat kaki Riri yang banyak terdapat bercak kebiruan. Istrinya memang sering mengalami hal itu jika kelelahan.


Sesuai janji Opa Rendra kemarin pada cucu-cucunya untuk mengajak ke Waterboom, akhirnya Riri dipaksa ikut dengan dalih membantu Bela menjaga Rama sekaligus melatih diri agar tidak kaget saat memiliki anak. Tapi yang ada justru Rama begitu aktif dan tidak bisa dilarang. Riri kewalahan mengikuti tingkah keponakannya tersebut.


Alhasil saat ini tubuhnya terutama kakinya terasa sakit dan pegal-pegal. Bahkan Riri tidak kuasa untuk bangun dari tidurnya. Dari tadi Mbok Ila dan Arlin yang membantu memapahnya ke kamar mandi jika wanita itu ingin menuntaskan hajatnya.


“Kau tahu Ka, aku pernah mengalami hal ini saat kuliah dulu. Ada acara outbond dan kami dipaksa untuk berjalan kaki entah sejauh apa aku lupa. Yang jelas setelah pulang dari acara itu kakiku terasa sakit seperti ini. Bahkan aku juga kesusahan untuk berjalan ke kamar mandi.” Kenang Riri yang membuat air matanya turun semakin deras. Raka menjadi sedih mendengar tangisan istrinya. Meskipun Riri hanya mengeluarkan suara lirih, tapi sepertinya sang istri benar-benar merasa kesakitan.

__ADS_1


“Aku akan mengambil cuti untuk mengurusmu sampai kakimu pulih. Maafkan Rama, dia memang terlalu aktif, Kak Bela sendiri juga kewalahan mengurusnya.”


“Jangan, aku tidak enak dengan Papa dan Mama. Hanya karna kakiku sakit kau harus cuti kerja segala.” Cegah Riri agar Raka tidak benar-benar merealisasikan perkataannya.


“Kau bilang hanya? Kau saja kesusahan untuk pergi ke kamar mandi. Sudah tidak usah kau pikirkan Mama dan Papa. Mereka pasti akan mengerti dan memaklumi. Apalagi aku merawatmu, tentu saja mereka sangat amat tidak keberatan. Hentikan tangisanmu, aku menjadi bingung harus berbuat apalagi.” Kata Raka frustasi, ia mengusap lembut air mata Riri yang jatuh membasahi kedua pipi wanitanya.


“Sakit Ka, rasanya aku susah untuk berhenti menangis. Hiks hiks hiks..” Raka memeluk Riri dan mengusap lembut kepala istrinya.


“Tidurlah, aku akan memijatimu sampai kau tidur.” Raka mematikan lampu utama hingga tersisa lampu tidur saja. Ia tidak mungkin bisa memijat Riri dalam keadaan gelap gulita seperti yang disukai istrinya ketika akan tidur. Riri berusaha memejamkan mata sambil menghentikan tangisannya.

__ADS_1


Aku bonusin 1 chapter lagi nih, happy reading yah. Enjoy ☺️💕😘💕


__ADS_2