
“Aku tidak tahu kak. Aku tidak pernah berpikiran sampai kesana. Karna baik Raka maupun Riri mereka juga baru menjalani hubungan dengan pasangan masing-masing. Apa mungkin mereka akan berpisah secepat ini?”
“Aku harap yang kupikirkan salah. Aku lebih memilih disuruh mengurusi tender dan pekerjaan tanpa libur daripada harus mengurusi urusan pernikahan Raka dan Riri yang memusingkan. Raka yang awalnya mau membuat Riri jatuh cinta padanya kini justru menjalin hubungan dengan teman kerjanya. Begitupun Riri yang sudah mendapatkan calon suami bule idamannya.”
“Sudahlah kak, kau tidak perlu memikirkan mereka terus menerus. Jodoh tidak ada yang tahu.” Hibur Arlin agar Eric tidak gusar memikirkan keduanya, meskipun tidak dipungkiri dirinya sendiripun gusar.
*
__ADS_1
*
*
Riri sudah mendarat di Bali siang tadi tapi dia sengaja tidak mengabari orang-orang terdekatnya. Hanya Gerry saja yang ia beritahu dan menyuruh pria itu untuk menjemputnya. Ada hal yang ingin ia sampaikan pada pria tersebut. Pria bule itu sedikit tercengang saat melihat penampilan Riri. Wanita itu menggunakan ripped jeans panjang dengan kaos putih. Warna rambutnya yang nyentrik dan unik membuatnya terlihat seperti idol Kpop. Siapapun yang melihat penampilan wanita itu saat ini pasti akan setuju jika Riri sangat mudah untuk dikagumi dan disukai.
“Ya begitulah, oh ya Ger ada yang ingin aku tanyakan padamu? Kau itu sungguh-sungguh seorang dokter? Tapi kenapa kau berada disini sudah sangat lama? Apa diluar negri memang cuti besar bisa sampai selama itu? Kau sudah berada disini mungkin lebih dari setengah tahun bukan? Mengingat pertemuan pertama kita saja sudah terjadi setengah tahun yang lalu dan mungkin kau sudah berada disini lebih lama dari dugaanku.”
__ADS_1
“Akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari bibirmu. Ya kau benar, sudah waktunya aku kembali ke Rusia. Hampir setahun yang lalu aku resign dari tempat kerjaku hanya demi mengejar cinta yang tak mungkin sampai akhirnya aku bertemu denganmu. Dan kemarin temanku mengatakan agar aku segera kembali kurang dari satu bulan lagi karna ia memberikanku pekerjaan di rumah sakit milik keluarganya.” Jelas Gerry menatap seseorang yang berstatus teman dekatnya.
Sejak pembicaraan mereka tempo lalu di Gusto gelato, hubungan keduanya berjalan begitu saja. Tidak ada kata cinta yang terucap dari keduanya namun Gerry selalu berusaha bersikap manis dan sopan pada Riri. Dan wanita itu juga menerima perlakuan Gerry dengan baik, meskipun ia tidak bisa romantis dan bersikap manis karna ia terkadang merasa bersalah saat bersama Gerry sedangkan dirinya masih berstatus sebagai istri Raka.
“Lalu bagaimana dengan kita? Maksudku, apakah kita akan menjalani hubungan jarak jauh?” Riri menatap Gerry menunggu jawaban pria tersebut. Jujur saja ia tidak akan sanggup jika harus melakukan hubungan jarak jauh.
“Ikutlah denganku, kau selesaikan urusanmu dengan Raka secepatnya karna Raka juga sudah menemukan calon pendamping hidupnya bukan? Aku tidak suka digantung seperti ini Ri. Persiapkan seluruh berkas-berkas dan kelengkapan yang akan kau gunakan untuk perceraian kalian. Kau hanya perlu mengurus paspor dan keperluanmu untuk ikut bersamaku.” Ajak Gerry tanpa basa-basi. Ia menatap Riri dengan intens, membelai lembut tangan wanita itu. Riri menatap Gerry tidak percaya.
__ADS_1