Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Bersiap untuk drama


__ADS_3

“Dimana Riri?” Eric mencari sosok pemilik villa tersebut. Karna saat ini hanya ada Raka, Arlin dan dirinya di meja makan. Riri sama sekali tidak terlihat.


Arlin dan Raka sama-sama terdiam tidak menjawab pertanyaan dari Eric karna keduanya memang tidak mengetahui dimana kebaradaan Riri. Eric yang menyadari raut wajah Raka yang tidak seperti biasanya bisa menebak, ada hal yang tidak beres.


“Lin, cepat habiskan makananmu setelah itu kita cari Riri.” Ajak Eric tanpa menghiraukan Raka.


“Kau bisa mencarinya bersamaku kak, bagaimanapun dia istriku.” Sahut Raka tidak terima karna merasa diabaikan.


“Kau bisa mencarinya sendiri, aku akan mencari bersama Arlin. Kita bagi tugas sehingga lebih cepat menemukannya. Lagipula Arlin perempuan, tidak baik malam-malam begini pergi sendiri.” Jawab Eric yang melahap makanannya dengan cepat.


Arlin yang sudah menyelesaikan makanannya terpaksa menunda kepergiannya untuk mencari Riri karna saat ini ia sedang mengangkat telepon penting dari Papi Gun. Gadis itu menjauhi Raka dan Eric untuk menerima panggilan tersebut.

__ADS_1


“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Eric begitu Arlin sudah tidak terlihat lagi.


“Aku bertengkar dengannya.” Jawab Raka lesu kemudia pemuda itu menceritakan kejadian saat tadi dipantai dengan Riri. Dia juga menjelaskan apa yang sudah ia dengar dari Arlin. Ada rasa menyesal dan khawatir pada istrinya itu apalagi sampai saat ini Riri belum juga pulang ke villa. Eric mengusap wajahnya dengan gusar. Kini ia tahu semarah apa Riri pada Jessi. Pantas saja wanita itu terlihat kurang akur dan dekat dengan adiknya.


“Ka, kau ini kan laki-laki. Seharusnya kau bisa lebih sabar menghadapi Riri. Kalau Riri egois dan tidak punya perasaan, tidak mungkin dia mau mengurusimu selama ini? Menyiapkan masakan untuk kita semua. Dan yang paling penting bahkan Riri yang mengorbankan dirinya nanti asalkan kau dan dia sama-sama bisa memperoleh kebahagiaan masing-masing.”


“Aku rasa kau sudah sangat keterlaluan ka, meskipun kau juga baru tau yang sebenarnya. Maka dari itu pikirlah dulu sebelum berbicara, cari tahu dulu yang sebenarnya sebelum bertindak. Minta maaflah pada Riri saat dia sudah kita temukan Ka.” Nasehat Eric pada Raka


“Tanpa kau suruh pun aku sudah berniat untuk meminta maaf padanya, aku juga merasa bersalah. kak, belilah kendaraan untuk kita gunakan selama disini. Aku sungguh tidak enak menumpang pada Riri.” Raka mengutarakan isi hatinya selama ini. Ia memang merasa sungkan menggunakan barang Riri secara terus menerus.


“Memang benar, tapi tetap saja aku merasa tidak enak. Paling tidak belilah sebuah sepeda motor kak. Sehingga ketika Riri merindukan motornya kita bisa menggunakan milikku sendiri.”

__ADS_1


“Ya baiklah, besok aku akan membelinya.”


Baru selesai Eric berbicara, terdengar suara mobil memasuki pekarangan. Sudah tidak usah ditebak lagi, itu pasti suara mobil Riri. Raka dan Eric setengah berlarian menuju depan rumah untuk menyambut sosok yang sudah ditunggunya sejak tadi. Beruntung mereka belum sempat mencari Riri karna Arlin sedang menerima telpon dari papi mertua Raka.


Raka langsung mendekat kearah Riri saat melihat istrinya sudah keluar dari pintu kemudi. ”Kau baik-baik saja? Darimana saja kau?” tanya Raka khawatir sambil memutar tubuh Riri memastikan istrinya baik-baik saja.


“Kak, tolong belikan aku sate kambing. Ajaklah Arlin, dia tahu dimana warung sate langgananku.” Pinta Riri pada Eric lalu berlalu meninggalkan kedua pria yang tengah menunggu kepulangannya itu. Bahkan Riri tidak menggubris sama sekali pertanyaan Raka.


“Sabar Ka, kau harus banyak mengalah lagipula itu kesalahanmu. Masih untung Riri tidak mengamuk seperti kebiasaan Jessi saat sedang merajuk padamu.” Eric kembali memasuki rumah sambil mencari keberadaan Arlin untuk mengajak gadis itu membeli sate yang diminta oleh Riri.


“Kau sudah pulang? Darimana saja kau?” Arlin mencegat langkah Riri yang hendak naik ke lantai dua.

__ADS_1


“Ck, kau itu ingin tahu saja urusan orang. Sana pergilah dengan kak Eric, belikan aku sate kambing diwarung favoritku. Belilah juga kalau kalian ingin, jangan lupa pesankan sesuai kesukaanku. Extra irisan bawang.” Titah Riri pada Arlin lalu mulai menaiki anak tangga.


“Jessi sedang berada di Bali Ri, barusan Papi bos mengabariku. Mungkin sebentar lagi ia akan mendatangimu. Bersiaplah untuk drama yang akan terjadi.” Kata Arlin memberi tahu yang membuat Riri menghentikan langkahnya.


__ADS_2