Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Benar-benar menyebalkan


__ADS_3

“Sejak kapan kau memakai cincin? Cincin apa itu Ri?” tanya Arlin saat ia sudah merasa lebih baik. Yang ditanya justru buru-buru melihat kesepuluh jarinya. Riri sendiri tidak menyadari jika ada cincin yang melingkar di salah satu jarinya.


“Itu cincin kawin, aku yang memakaikannya saat istriku tertidur. Tepat setelah dia mengatakan cinta padaku.” sahut Raka yang tiba-tiba datang entah darimana, ia langsung menarik pinggang Riri dan melabuhkan kecupan di bibir Riri.


Laki-laki itu bahkan tidak mempedulikan Arlin yang berada didekatnya. Gadis itu sampai membuka mulutnya dan membuang muka saat Raka mencium Riri dengan sedikit ganas.


“Lebih baik kau lanjutkan dikamar saja sana.” Sindir Arlin sambil melempar lap kearah Raka. Suami bosnya itu terbahak mendengar sindiran Arlin, ia sengaja melakukan hal itu agar Arlin merasa iri dan ingin segera menikah.


“Bby, kau ini benar-benar.” Decak Riri sebal sambil mendorong Raka. Wanita itu meneruskan kembali kegiatannya yang sempat tertunda karna Arlin tersedak tadi. “Terimakasih cincinnya, aku sangat menyukainya. Kau pintar memilih cincin yang sesuai denganku.” Tambah Riri sambil tersenyum manis kearah Raka.


“Hanya terimakasih? Tidak ada hadiah untukku?” Raka memeluk Riri dari belakang. Menyerukkan kepalanya di leher sang istri yang tentu saja membuat gerakan Riri menjadi terbatas.

__ADS_1


“Kau ingin hadiah apa?”


Raka tersenyum smirk tanpa diketahui Riri, ini dia yang ditunggu-tunggu. Istrinya menanyakan apa keinginannya. “Layani aku, kau pimpin percintaan kita.” Bisik Raka sensual. Seketika itu Riri langsung membalik tubuhnya dan mencubit kedua pipi Raka secara gemas.


“Kau ini ! Sekali coba jadi ingin terus, apa kau tidak lelah ?” tanya Riri sebal.


“Tidak ada kata lelah untuk yang satu itu sayang.” Raka menyahut dengan santai lalu mencuri ciuman sekilas dibibir Riri. Setelah itu ia berlari sekencang mungkin meninggalkan sang istri, takut jika istrinya akan mengamuk dan memarahinya.


Ia tidak sadar jika bahaya sedang mengintai, tepat dalam hitungan ketiga Eric mendorongnya hingga Arlin jatuh terjebur ke kolam renang. Dan byurrr…. Arlin masuk ke dalam kolam. Eric terbahak puas menyaksikan Arlin yang saat ini basah kuyub.


“’ERICKO GILARDI !!!” pekik Arlin dengan kencang. Ia sungguh merasa kesal dengan kelakuan Eric yang menurutnya sudah kelewatan.

__ADS_1


“Ya ada apa Arlinda Dewi Harumi?” sahut Eric masih dengan tawa yang menghiasi bibirnya.


“Aku membencimu kak, aku sumpahi agar tidak ada ada perempuan yang mau denganmu.” Ujar Arlin menggebu-gebu. Gadis itu tidak berani naik ke permukaan karna dirinya tadi menggunakan kaos berwarna putih. Dan sudah tentu kaos tadi menjadi menerawang karna basah terkena air.


“Hati-hati dengan ucapanmu, siapa tahu nanti justru kau yang hanya mau denganku.” Jawab Eric sambil berjongkok ketepian. “Bangunlah, apa kau mau berenang disitu?” tambahnya dengan nada mengejek.


“Ambilkan handuk!” titah Arlin yang menenggelamkan tubuhnya sebatas leher, sehingga kaos putihnya yang basah dan menampilkan aset berharganya itu tidak dilihat Eric.


“Ambilah sendiri” sahut Eric yang sudah berdiri dan hendak beranjak meninggalkan Arlin.


“KAU BENAR-BENAR MENYEBALKAN!” teriak Arlin saat melihat Eric sudah berjalan meninggalkannya. Gadis itu pun mulai berjalan ketepian kolam renang dengan pelan. Setelah berhasil sampai ketepian dan bersiap untuk naik ke permukaan, Arlin menutup kedua aset berharganya menggunakan kedua tangannya dan dia berjalan dengan cepat untuk mengambil handuk.

__ADS_1


__ADS_2