
Lagi-lagi Raka mengulum senyumnya, bagaimana mungkin dia tidak menyukai panggilan semanis itu dari wanita yang dicintainya. “Tentu aku menyukai, bahkan sangat menyukainya.” Jawaban Raka membuat Riri tersenyum dan mencium bibir Raka dengan singkat.
Baru saja Raka hendak membalas ciuman istrinya, namun Riri lebih dulu menahan suaminya. “Kau belum menjawab pertanyaanku. Kau darimana tadi?” Riri mengulang pertanyaannya.
“Aku membuatkan makanan untukmu, lebih tepatnya aku memasakkan sesuatu.”
“Kau memasak untukku?” tanya Riri tidak percaya.
Raka pun berjalan untuk mengambil nampan berisi makanan dan minuman serta buah kegemaran Riri. Ia menyodorkan nampan tersebut untuk istrinya. “Ya, ini adalah menu makanan yang paling mahir ku masak. Dan kau orang pertama yang kumasakkan setelah keluargaku. Cobalah.”
__ADS_1
Riri menatap piring berisi mie goreng dan Raka secara bergantian , ada rasa haru yang menyelimuti hatinya. “Kau tahu, aku pernah merasa iri saat kau memasak untuk Shelo.” Jujur Riri yang mulai memakan masakan buatan Raka. Enak dan pedas tentunya, benar-benar seleranya. Ternyata suaminya pandai memasak mie goreng. Bahkan menurut Riri ini adalah mie goreng terenak yang pernah ia makan. “Ini sungguh lezat, aku menyukainya. Terimakasih sayang.” Tambahnya sambil mengecup bibir Raka sekilas.
Sang suami hanya bisa terkekeh geli. Sepertinya nama singa tidak cocok untuk tingkah Riri yang justru seperti anak kucing, gemar dimanja dan memanjakan dirinya. “Kau tidak perlu iri pada Shelo, aku bahkan hanya membuatkannya bubur. Tidak sepertimu yang kumasakkan mie goreng special ala Raka Janitra.” Ucap Raka dengan gaya sombongnya, tentu saja ia langsung mendapat cubitan dari istri tercintanya.
“Aku mengurus Shelo karna aku yang bertanggung jawab padanya. Dia kutarik kemari hanya demi membungkam bibir manismu ini agar tidak terus menerus menyuruhku mencari istri masa depan karna yang kumau hanya dirimu. Aku merasa tidak enak pada Om dan Tante jika sampai terjadi hal buruk pada Shelo, bagaimanapun dia sepupuku. Anak dari adik mama. Aku memaksanya agar mau bekerja disini, memaksanya agar bersandiwara didepanmu. Maka dari itu saat dia sakit tentu saja aku khawatir dan harus mengurusnya. Kau cemburu padanya?” Tanya Raka yang tersenyum bahagia karna istrinya begitu lahap memakan masakan buatannya.
“Hatiku merasa sedih dan sesak saat kau begitu perhatian pada Shelo. Pada saat itu aku masih belum menyadari perasaanku padamu. Benar kata Gerry, aku tidak mengenali perasaanku sendiri karna aku yang membuat zona kakak adik diantara kita. Yang tanpa sadar justru aku juga melewatinya.”
“Kau! Benar-benar..” Riri sampai tidak bisa berkata apa-apa. Ia bangkit dari ranjangnya lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Meninggalkan suaminya yang tengah terbahak karna berhasil menggodanya.
__ADS_1
*
*
*
Riri tengah berkutat di dapur untuk membuat makan malam bagi keempat penghuni villa, sementara Arlin tengah kedapatan untuk membersihkan rumah bersama Eric. Lalu dimana Raka? Dia bertugas untuk mencuci motor dan mobil.
Arlin menghela nafasnya karna kelelahan, tidak menyangka mengurus villa bisa semelelahkan ini padahal dirinya dibantu oleh Eric. Bagaimana dengan Mbok Ila yang mengurus villa seorang diri. Namun jika untuk urusan taman, kebun dan kolam renang, Riri memang mempunyai pekerja lagi.
__ADS_1
Mata Arlin membulat sempurna bahkan sampai tersedak saat melihat cincin melingkar di jari manis Riri. Gadis yang tengah menenggak air minum itu bahkan sampai mengeluarkan air dari hidungnya karna ia tersedak cukup parah. Riri dengan telaten membantu menepuk-nepuk punggung Arlin.