CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
TINGGAL BERSAMA


__ADS_3

Selesai dengan aktifitas kamar mandinya dengan segala macam drama kolosal (😜) laki-laki itu keluar dari kamar mandi


Dan saat itu dia melihat Laila masih sibuk dengan aktifitas memasaknya, tanpa sadar senyum itu terbit lagi dari bibirnya


" Eehhheemmm " (suara laki-laki itu)


" Eemm tuan (ucap Laila canggung)


" Silahkan duduk dulu tuan Saya buatkan teh, sebentar lagi makan malamnya siap "


Laki-laki itu pun menurut dengan patuh


" Ini tehnya tuan, silahkan diminum dulu "


Tak dapat disembunyikan wajah Laila masih memerah sampai saat ini bahkan dia tidak berani mengangkat wajah nya sendiri di depan laki-laki ini


" Iiihh Laila bodoh sekali sih kamu, jantung ku oohh jantung ku " batin Laila


Laki-laki yang melihat sikap canggung Laila sangat menikmati pemandangan ini, baginya ini adalah hiburan yang menarik setelah apa yang menimpanya akhir-akhir ini


Tak lama, makanan sudah matang semua dan laila mulai menyajikan itu di atas meja


Saat semua hidangan sudah tersaji, laki-laki itu berwajah masam


" Makanan apa ini? " ucap laki-laki itu


" Maaf tuan hanya ini yang bisa saya masak, ini orek tempe dan kangkung belacan, cobalah dulu tuan "


Laki-laki itu menaikan alisnya seolah tidak pernah melihat makanan seperti ini


Karena laki-laki itu hanya diam, Laila kemudian mengambil piringnya dan mengisi satu-satu hidangan yang ada di meja


" Ayoo tuan coba dulu, Saya tidak akan meracuni Anda, tidak ada gunanya juga Saya melakukan itu "


Menolak yaa ingin rasanya menolak


" Aduh makanan apa ini... Apa benar manusia makan ini " pikir laki-laki itu


Krruuuukk krruuukk kruuuk ( bunyi perut laki-laki itu bak auman singa)


Laila membulatkan bola matanya kemudian tertawa dengan lepas " hahaha hahha hahaa"

__ADS_1


" Hey apa yang kau tertawakan ?" " ucap laki-laki itu dengan muka yang sedikit memerah menahan malu


" Hahah tidak apa tuan, Saya hanya berpikir bahwa perut lebih jujur dari pada mulut Anda "


Perlahan tapi pasti walau sedikit ragu laki-laki itu memasukan makanan ke dalam mulutnya


" Hhmm rasanya tidak buruk " pikir laki-laki itu


Akhirnya dia makan masakan Laila dengan lahap, sampai-sampai pipinya menggembung karena sesak dengan makanan


" Tuan pelan-pelan makannya, nanti Anda tersedak "


Tak peduli laki-laki itu tetap makan dengan lahap membuat Laila mengembangkan senyumnya dengan lebar


Bak orang yang sudah tidak makan selama berhari-hari dia menghabiskan porsi 3 piring nasi sekaligus, Laila pun sangat senang melihat ini


" Eemm tuan boleh Saya bertanya sesuatu "


Laki-laki itu tidak menjawab, dia hanya menganggukan kepalanya pelan


" Nama tuan siapa ? "


" Tuaann " ucap Laila


" Apakah kamu yang menolong ku waktu kecelakaan itu? " ucap laki-laki itu pada Laila


" Benar tuan "


" Apa kamu juga yang membawa ku ke rumah sakit ? "


Laila kemudian menceritan kejadian malam itu dimana dia melihat mobil yang menabrak pembatas jalan hingga bagaimana mereka berdua berakhir di rumah sakit


Laki-laki itu diam seolah mencerna ucapan Laila


Karena merasa laki-laki itu tidak lagi bersuara Laila jadi mengulang pertanyaannya


" Jadi tuan siapa nama anda ? " ucap Laila sedikit geram


" Bukan kah kau sudah dengar dari dokter kalau aku mengalami amnesia ? "


" Yaa " ucap Laila

__ADS_1


" Kau ini bodoh atau bagaimana, kalau aku amnesia jelas aku tidak ingat siapa diri ku " huhhff laki-laki itu membuang nafasnya kasar


" Ooowwwwhhh " kata Laila


Sontak Laila mendapat sorotan tajam dari laki-laki itu


" Hehehe " Laila nyengir kuda


" Baik lah tuan, karena sepertinya kau tidak punya tempat untuk tinggal, kau boleh sementara tinggal disini sampai kondisi mu membaik dan kaki mu sudah bisa berjalan normal "


" Apa kau bercanda, apa kau tidak takut aku memperkosa mu " laki-laki itu berkata sambil menyeringai nakal ke arah Laila


" Saya yakin tuan orang baik " ucap Laila sambil tersenyum


" Eemm karena tuan tidak ingat siapa nama tuan bagaimana kalau sementara Saya panggil tuan dengan nama Dion "


" Nama apa itu, kampungan sekali "


" Hehehe hanya nama itu yang ada di otak Saya saat ini tuan, jujur sebenarnya Saya agak kesulitan dalam mengingat nama orang, jadi Saya pilihkan nama Dion supaya Saya mudah mengingatnya "


Tak ada jawaban laki-laki itu tetap meneruskan acara makannya tanpa perduli dengan Laila yang terus mengoceh


" Uuh wanita ini berisik sekali, apa mulutnya tidak penat bicara terus, tapi kalau dilihat-lihat dia ini imut juga " Dion tersenyum tipis diam-diam dalam hatinya memuji Laila


" Aneh kenapa rasanya nyaman sekali mendengar dia bicara cerewet seperti ini, aah seperti nya otak ku memang sudah gila karena kecelakaan itu " pikir Dion


Setelah selesai makan bersama Laila mulai membersihkan meja makan kemudian mencuci piring


" Loh koq sepi ya, apa dia pergi setelah makan ? Uuhh tidak sopan sekali " batin Laila


Saat Laila berjalan ke kamarnya dia melihat laki-laki itu ternyata tertidur di depan TV dengan beralaskan tikar


Yaa karena memang tidak ada sofa di dalam kontrakan itu jadilah Laila hanya memberikan alas tikar sederhana untuk dia istirahat di depan tv


Laila mengambil bantal dan juga selimut tebal dari kamarnya. Perlahan-lahan dia mengangkat kepala laki-laki itu dan meletakan bantal di kepalanya kemudian dia memberikan selimut yang sangat tebal agar laki-laki itu tidak kedinginan


Sesaat Laila terpana melihat wajah laki-laki itu, " wahh dia tenyata tampan sekali " batin Laila


Laila pun masuk ke kamarnya dan malam itu mereka larut dalam mimpinya masing-masing.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2