
" Apa yang kamu lakukan "
Buukk buukk buuk (suara baku hantam)
" Tidaaaakkk..... jangaaannn... hentikaan "
" Austin please stop, don't hit again "
( Austin tolong berhenti, jangan pukul lagi )
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Aaaaaaa ( teriak Dion terbangun dari tidurnya)
Dion memegangi kepalanya yang terasa berdenyut
" Apa itu tadi, mimpi apa itu...
Austin siapa Austin ? Apakah aku " Dion bermonolog dengan dirinya sendiri
Aroma makanan menyadarkan Dion dari lamunannya
" Hei makanan ada di atas meja, Saya pergi bekerja dulu " ucapa Laila kepada Dion sambil berlalu pergi
Dion mulai bangkit dari tempatnya, sesaat dia melirik ke arah meja makan
" Emm makanan apa yang dia masak ? "
" Apa ini nasi goreng, ahh biasa saja tapi kenapa aromanya begitu lezat "
" Emmm mandi dulu atau makan dulu yaa, mandi saja laa dulu, ehh tapi kalau mandi dulu nanti makanannya dingin, tapi kalau langsung makan, itukan namanya jorok " Dion galau sendiri geess mau makan atau mandi 😛
Dion melirik ke arah kancing kemeja yang dia gunakan kemudian mulai menghitung kancing bajunya
1 makan dulu
2 mandi dulu
3 makan dulu
4 mandi dulu
5 makan dulu
6 mandi dulu
" Aaaaa (teriak Dion frustasi) kenapa harus berhenti di mandi dulu sih hitungannya " keluh Dion
" Aahh masa bodo, karena makanan sudah di depan mata, yaa makan saja laa dulu "
(Yeelllah thor kalau emang mau makan dulu ngapain ngitung kancing segala wkwkwk 😅✌)
" Euumm nyuum nyuum gila ini nasi goreng enak sekali "
Dan tak berapa lama sepiring nasi goreng itu pun tandas habis tak bersisa..
" Eeee ( sendawa Dion ) ahh kenyang sekali rasanya, hebat juga wanita itu pandai sekali memasak tidak heran dia bisa bekerja di warung makan... Ehh tapi apa dia koki di warung makan itu ?
__ADS_1
Dion menunggu 15 menit untuk menstabilkan isi perutnya kemudian dia pergi ke kamar mandi dan memulai acara mandinya
" Ehh tapi masa iya aku harus pakai baju yang tadi malam apa wanita itu tidak punya baju ganti untuk ku, ahh merepotkan sekali "
Terpaksa Dion memakai kembali pakaiannya semalam dari pada tidak pakai baju pikirnya 😂
Detik demi detik berlalu menit demi menit telah usai Dion mulai bosan ada di rumah kontrakan Laila
Sepertinya ini bukan lah dirinya (pikir dion) " sepertinya ini bukan lah aku, aku tidak bisa cuma duduk, rebahan dan nonton tv saja sungguh aku merasa ini bukan dunia ku "
" Lalu aku sekarang harus apa? ahh apa aku susul saja Laila di tempat kerjanya ?
Sudah laa susul saja dari pada gak ada kerjaan di rumah "
Dion pun pergi meninggalkan rumah dengan menyeret kakinya yang pincang
Hampir 30 menit Dion berjalan kaki dan keringat nya pun sudah membanjiri muka dan seluruh tubuhnya
" Ahh capek sekali rasanya aku tidak percaya bisa berjalan sejauh ini cuma untuk ke tempat kerja Laila "
Dion mendekati rumah makan itu tapi kemudian dia di hadang oleh salah seorang pelayan disana
" Maaf yaa pengemis tidak boleh masuk kesini " peyalan itu mengusir Dion
" Saya bukan pengemis "
Pelayan itu memperhatikan penampilan Dion dari atas sampai bawah kemudian dia tertawa dengan lepas
Haha haha haa
" Tidak " jawab Dion ringan
" Pergi dasar pengemis "
Pelayan itu pun menyeret Dion dengan paksa, tapi karena Dion merasa dirinya tidak bersalah dia kemudian menepis tangan pelayan itu dan mendorongnya hingga terjatuh
" Kuraang ajaar kau berani sekali dengan aku " teriak pelayan itu
Buuuukkkk (pelayan itu pun memukul wajah Dion)
Buukkk ( Dion membalas )
Baku hantam pun tak dapat dihindari sampai beberapa orang datang dan mencoba memisahkan mereka
" Lepas kan lepaskan aku, pengemis ini perlu dikasih pelajaran " teriak pelayan itu
" Ehh ada apa ribut-ribut " ucap Laila
" Itu laa, mas Cokro ( nama pelayan yang berkelahi dengan Dion) berantem sama pengemis "
Laila pun melihat keluar jendela dan alangkah terkejutnya dia melihat sosok yang sangat dia kenali, dan tanpa sadar mulutnya ternganga dengan lebar
Laila pun bergegas berlari menghampiri kerumunan itu
" Maaf mas Cokro, maaf dia ini teman Saya " ucap Laila
" Apaaaaa... Dia teman kamu laa? "
__ADS_1
" Iyaaa mas maaf, maaf mas " ucap Laila sambil menunduk
Cokro terdiam
Orang-orang yang melihat tidak ada lagi ketegangan perlahan lahan mulai bubar meninggalkan Laila, Cokro dan Dion
" Kenapa kamu minta maaf laa, Saya tidak suka melihat kamu minta maaf sambil membungkukan badan... Ini bukan salah kamu " ucap Dion
" Jelas laah ini bukan salah Laila, yang salah tuh eluu " ucap Cokro
Dion melirik Cokro dengan tajam
" Apa luu liat-liat gue kayak gitu... luu masih mau berantem ama gue ? " ucap cokro lagi
Sebelum dion buka suara Laila sudah terlebih dahulu menutup mulut Dion dengan tangannya
" Maaf mas sekali lagi maaf " ucap Laila sambil menarik tangan dion agar Dion mengikuti langkah kaki Laila
Laila membawa Dion ke belakang rumah makan tepatnya di bagian pantry (pantry adalah ruangan tempat penyimpanan, alat-alat masak dan bahan-bahan mentah yang akan dimasak )
Sekilas Dion mengamati bagian itu entah lah otaknya seolah paham tentang pengaturan tempat ini
Saat Laila membawa Dion masuk kebetulan disitu ada petugas yang sedang mengawasi dan mencatat semua yang ada di pantry
" Ehh laa itu siapa " ucap Desy (Desy nama si pengawas pantry
" Ehh ini anuu mbak... teman Saya "
" Kenapa teman kamu bawa kesini, kamu taukan tidak semua orang boleh datang ke tempat ini "
" Maaf mbak maaf " ucap Laila sambil berlalu menggandeng tangan Dion
Karena terlalu buru-buru tanpa sengaja Dion malah menabrak Desy
Bruukk laporan yang di pegang desy terjatuh ke lantai
" Aauu " jerit Desy
" Ehh mbak maaf maaf " ucap Laila lagi
" Teman kamu ini kenapa sih laa jalan koq gak hati-hati " ucap Desy
" Bukan salah Saya, ini salah Laila sudah tau kaki Saya pincang dia main seret-seret saja " ucap Dion
Kriiik kriikk kriikk
Laila dan Desy pangling dengan jawaban yang diucapkan oleh Dion
Laila diam karena berpikir kenapa bisa-bisanya Dion menyalahkan Laila setelah Laila menolongnya dari amukan mas Cokro tadi. Sedangkan Desy diam karena mengamati penampilan Dion
Dion pun tampak acuh dengan 2 pasang mata yang menatap ke arahnya
mata Dion justru terfocus pada laporan yang terjatuh tadi
Begitu Laila sadar dengan pemikirannya dia kembali membawa Dion pergi meninggalkan pantry menuju tempat istrihat para pegawai
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1