CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
BERTEMU MASA LALU


__ADS_3

Begitu pintu kamar terbuka


Seeeeeeeeeeettttt


Axel dengan cepat berlari ke arah tempat tidur, kemudian berbaring dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut membuat Laila bengong seketika melihat tingkah Axel


Laila mendekati Axel dan menarik selimut yang menutupi tubuh Axel, tapi Axel tidak menyerah dia tetap mempertahankan selimut itu hingga terjadi lah adegan tarik menarik selimut


"Axelllllllll" Laila berteriak geram


Melihat Axel masih setia berada di dalam lindungan selimut membuat Laila memikirkan sebuah ide gila


Laila melepaskan semua pakain yang melekat di tubuhnya, melepaskan BH yang membalut gunung sintal miliknya dan hanya menyisakan sebuah segitiga pengaman


Laila lalu membisikkan  sesuatu di telinga Axel dengan nada yang di buat sangat seksi nan menggoda iman


"Sayaang, kau yakin tidak mau melihat ku... Apa kau tau aku sama sekali tidak memakai busana"


Mendengar Laila tidak memakai busana, Axel dengan cepat menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya. Dan benar saja, saat selimut itu terbuka, coko chip kesukaannya tepat ada di hadapan mata dengan jarak yang bahkan hampir menyentuh hidung Axel


Axel menelan slivanya kasar, mana mungkin Axel kuat dengan godaan seperti ini. Dengan cepat Axel melahap coko chip itu dan meremasnya dengan rakus


"Auuu" Laila meringkis


Awalnya Laila cuma berniat untuk mengerjai Axel. Tapi ternyata Axel lebih cepat dari dugaannya, saat Axel melahap coko chip milik Laila ia sama sekali tidak siap hingga akhirnya membuat Laila juga bergairah karena Axel pandai memainkan sentuhan sensitif milik Laila


Axel menarik Laila dan tepat berada di pangkuannya. Laila melengkuh berulang kali merasakan kenikmatan tiada tara.


Axel menyesap itu dengan kuat sampai cairan putih keluar dari bukit kembar itu.


"Sayang ini air su×su, apa dulu Cella menyus×u dari sini"


Laila tidak menjawab, dia hanya mengangguk


"Wah curang sekali anak itu... Beraninya dia mengambil milik ku" batin Axel


Axel kembali melahap coko chip itu dan meminum cairan putih dari lahar kembar milik Laila sampai Axel bersendawa karena merasa puas

__ADS_1


"Aahh rasanya enak sekali sayang" ucap Axel dengan mulut belepotan seperti bayi


Kini pasangan suami istri itu kembali memadu kasih sampai Axel mendapatkan dua kali pelapasan.


"Ahhh terimakasih sayang, kau selalu menjadi yang terbaik" ucap Axel dengan suara yang sedikit ngos ngosan


"Jadi apa kau masih tidak ingin jujur pada ku Axel ?"


"Sayang aku akan jujur pada mu, sebenarnya waktu kita bertemu di hotel itu... Aku sebenarnya akan menikah lagi disana"


"Apaaaa" Laila bangkit dan langsung mengarahkan mata membunuh pada Axel


"Ampun saaayang maafkan aku maaf"


Axel tau Laila akan marah, Axel segera turun ke bawah lantai lalu berlutut dengan tangan yang ia tangkup seperti posisi menyembah sambil terus mengucapkan kata maaf


Di tempat lain setelah Cella tertidur, Ratu tiba-tiba merasa haus. Dia lalu turun ke bawah untuk mengambil minuman. Saat akan berjalan naik ke atas Ratu sama sekali tidak memperhatikan jalan karena sibuk dengan ponsel di tangannya dan tanpa sengaja menabrak seseorang


"Aauuu"


"Suara itu... Ini seperti suara" batin Ratu


Ratu seperti sangat familiar dengan suara ini tapi siapa. Ratu masih menunduk dan belum melihat ke arah orang yang ia tabrak tapi tiba-tiba jantung Ratu bergedup dengan kencang. "Apa gerangan yang terjadi kenapa firasat ku jadi tidak enak" Ratu kembali bermonolog dalam hati


"Nona Anda tidak apa-apa" ucap laki-laki itu sekali lagi


Ratu kemudian mengangkap kepalanya dan tiba-tiba


Praaaaang


Ratu menjatuhkan minuman yang ia bawa hingga pecahan gelas itu berhamburan kemana mana


Jedeeeeeerrrrr


Bagai tersambar oleh petir, Ratu menatap laki-laki dihadapannya dengan ekspresi yang sangat sulit untuk diterjemahkan


Begitu juga dengan Bayu, Bayu menatap Ratu dengan hati penuh luka. Yaa laki-laki yang ada dihadapan Ratu adalah Bayu calon suaminya dulu yang telah dengan tega meninggalkan Ratu dan memilih untuk menikah dengan Alea

__ADS_1


"Ka--uu" ucap Ratu terbata


"Apa kabar Ratu" ucap Bayu mencoba untuk tegar


Padahal kondisi Bayu pun saat ini sama persis dengan pecahan kaca dari gelas yang tadi dipecahkan olah Ratu


"Hahahaha" Ratu tertawa tapi dengan air mata yang tiba-tiba jatuh


"Bagaimana bisa dunia sesempit ini, bagaimana bisa kita bertemu lagi. Bukan kah kau telah bahagia dengan wanita pilihan mu"


Bayu diam, dia tidak ingin bertengkar dengan Ratu. Karena mau dilihat dari sudut pandang mana pun, posisi Bayu tetap salah, karena dia yang telah menghianati Ratu, dia yang sudah tidak setia, dan dia juga yang menyebabkan Ratu menanggung rasa malu yang sangat besar. Jadi Bayu sangat memaklumi jika kita Ratu sangat membencinya.


"Caci dan maki lah aku Ratu, jika itu bisa sedikit mengurangi kebencian mu pada ku"


"Kau bahkan tidak pantas untuk bicara pada ku lagi Bayu... Kau menjijikan"


Ratu berteriak tepat di depan muka Bayu. Kalau pun Ratu meludahi muka Bayu, dia akan menerima itu karena Bayu sadar bahwa kesalahanya memang sangat besar


Tapi Ratu tidak melakukan itu, Ratu lebih memilih pergi ke kamar. Jujur saja Ratu masih belum siap untuk berhadapan kembali dengan masa lalu...


Entah mengapa luka di hatinya begitu besar hingga ia sulit untuk melupakan. Dia tidak seperti Laila yang mempunyai ladang maaf yang begitu besar, Ratu tetap lah sosok yang keras kepala dan masih menyimpan seribu dendam


Ratu masuk ke dalam kamar lalu merosotkan dirinya di depan pintu dan menangis terisak. Sedangkan Bayu, dia masih berada di tempatnya tadi berdiri, entah mengapa tubuhnya seperti kaku dan tidak bisa digerakan. Sekali lagi dia hanya bisa melihat Ratu pergi tanpa bisa mencegahnya


Sedetik kemudian Bayu tersadar, Ratu adalah seorang yang tidak lagi bisa ia gapai. Bayu menghapus air mata yang tadi juga sempat jatuh saat Ratu telah pergi meninggalkannya


Bayu segera melakukan tujuannya datang ke Manshion Horrison. Bayu datang kesini atas perintah dari Austin untuk mengambil beberapa berkas yang tertinggal. Namun siapa sangka dia malah bertemu dengan masa lalu yang menyakitkan disini


Setelah 6 tahun berlalu, Bayu tidak dapat memungkiri bahwa hatinya masih saja bergetar jika dekat dengan Ratu. Tapi apalah daya, Bayu buka lagi seorang pengusaha seperti dulu, dia hanya lah seorang asisten dari keturunan Horrison.


Bayu bergegas mengambil berkas milik Austin lalu segera meninggalkan tempat itu. Jujur Bayu masih belum sanggup jika harus berhadapan kembali dengan Ratu. Mungkin jika waktu bisa terulang kembali hal pertama yang akan dilakukan oleh Bayu adalah mempertahankan Ratu di sisinya. Kini Bayu menyesal bahkan sangat menyesali perbuatan bo×dohnya dulu


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...


Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻

__ADS_1


__ADS_2