CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
PERASAAN LUCAS


__ADS_3

"Hey apa kau ada waktu?"


"Memang kenapa?"


"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan"


"Yaa sudah katakan saja"


"Ini tidak bisa melalui telpon, kita harus bertemu"


"Ada apa?? Apa Laila dalam masalah?"


"Tidak, ini bukan tentang nyonya"


"Lalu tentang apa?"


"Aku akan menunggu mu di cafe G malam ini"


Tut tut tut


"Hallo... Halloo.... Astaga mengapa mematikan telpon seenak nya, issh dia aneh sekali"


Lucas sudah memutuskan untuk mengikuti saran Axel dan memperjuangkan cinta nya walau pun nanti dia harus berakhir dengan patah hati Lucas akan menerima itu


Lebih baik kalah tapi pernah berjuang dari pada tidak pernah berjuang sama sekali, begitu pikir Lucas setelah mendapatkan petuah dari Axel


Axel sendiri saat ini sedang bolos bekerja, entah mengapa tumpukan berkas yang menjadi sumber uang untuk nya tidak lagi menarik untuk Axel


Hari ini Axel lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama Laila. Axel membawa Laila naik ke sebuah bukit dan dengan sedikit berjalan kaki Axel dan Laila sampai di puncak yang menyajikan pemandangan alam yang hijau dengan awan yang cerah dan udara yang menyejukan pori-pori


Rasa nya begitu damai melihat mukzijat Allah yang begitu nyata. Rasa tenang dan pikiran damai melihat hamparan rindang pohon hijau dan reremputan yang beradu goyang ketika semilir angin datang menerpa


"Kau lelah sayang? Mau ku pijit kaki mu?"


"Tidak usah, kau pasti juga lelah kan?"


"Kemari lah, taro kaki mu disini... Aku tidak lelah hanya karena bukit kecil seperti ini. Bukit kecil yang membuat ku lelah itu biasanya bukit kembar"

__ADS_1


"Astaga mesum sekali"


"Hehehhe, lagi pula kau itu kan berjalan dengan membawa nyawa yang lain. Pasti dia berat yaa?"


"Iyaa berat, seperti nya dia akan lahir dengan sangat sehat"


"Amiiinnn"


"Kau sudah punya nama untuk nya?"


"Eemm apa yaa nama yang bagus, karena kakaknya Marcella bagaimana kalau adik nya Marcello"


"Astaga tidak kreatif sekali"


"Jadi apa donk?"


"Yaa, mikir sendiri laahh... Aku saja berpikir waktu memberi nama Cella"


"Masa iyaa nama nya Carlo kan jadul banget yang"


Axel dan Laila berbincang sembari tangan Axel yang terus mimijat kaki Laila. Rasa nya nyaman sekali bagi Laila karena Axel benar-benar sayang pada nya


Lama kelamaan Laila mulai mengantuk. Axel merebahkan Laila dipangkuan nya dan benar saja dalam hitungan detik Laila tertidur dengan pulas. Axel terus saja memandang wajah cantik sang istri dan membelai kepala nya lembut rasa nya ingin sekali Axel menghentikan waktu agar moment indah ini tidak terlewat begitu saja


Dibelahan dunia lain ada seseorang yang sedang memandang diri nya di depan cermin. Aneh rasa nya menatap wajah ini, ini seperti bukan wajah nya dan ini seperti bukan diri nya. Mengapa rasa nya begitu asing mengapa dia tidak bisa mengingat semua yang telah terjadi


Dia pun memandang foto-foto lain yang dikirm oleh Lula. Lula bilang itu adalah foto Keyla bersama dengan suami nya Axel, jika Keyla bukanlah istri Axel mengapa Axel sangat bahagia dekat dengan Keyla.


"Jika aku adalah Laila dan Keyla adalah saudara kembar ku kenapa aku merasa asing dengan wajah ini? Ini seperti bukan wajah ku?" guman Keyla pelan


"Kau sudah siap kakak?"


"Lula, apa kau yakin bahwa aku ini adalah Laila... Apa kau tidak salah mengenali orang?"


"Ka sudah berapa kali ku bilang kau itu adalah Laila. Kembaran mu Keyla menyamar menjadi diri mu, menyingkirkan mu dan mengasingkan mu ke tempat ini"


"Lalu kenapa aku harus menjalani operasi plastik saat itu?"

__ADS_1


"Astaga ka, itu aku lakukan karena wajah mu sedikit rusak saat kau mengalami kecelakaan jadi wajar jika aku mempercantik diri mu... Ingat ka misi mu kali ini adalah merebut suami mu kembali dari saudara kembar mu yang haus akan harta itu... Lihat lah dia bahkan tengah hamil anak dari suami mu... Kau harus balas dendam ka"


"Benar kah seperti itu, kenapa aku tidak yakin?" batin Keyla


"Cepat lah ka, kita berangkat sekarang"


"Baiklah"


"Huh kena kau, terimakasih karena sudah menjadi boneka balas dendam ku" batin Lula


Kini malam telah tiba, Lucas sudah datang di cafe G bahkan sejak satu jam yang lalu. Dengan gelisah Lucas menunggu, belum juga bertemu Lucas sudah salah tingkah sendiri. Kadang dia duduk kemudian berdiri, duduk lagi berdiri lagi... Lucas bahkan menggigit gigit kuku nya karena terlalu gugup bahkan kaki Lucas pun menjadi gemetar. Bagi Lucas ini lebih menengangkan dari pada berhadapan dengan tander ratusan triliuan atau dengan kelompok mafia sekali pun.


Lucas berulang kaki melihat denting waktu yang berputar dipergelangan tangan nya.


"Astaga kenapa dia belum datang, apa dia tidak mau bertemu dengan aku?"


Tidak lama sosok yang ditunggu oleh Lucas pun datang


"Kenapa cafe ini sepi, apa tidak ada pengunjung" batin Saras


Yaa wanita idaman Lucas adalah Saras, Lucas menjadi dekat dengan Saras karena ia sering mencari informasi tentang Laila melalui Saras.


Saat Laila menghilang Axel memberikan beasiswa khusus untuk Saras hingga Saras bisa berkuliah lalu Axel menempatkan Saras di salah satu hotel milik nya. Awalnya Saras ditempatkan dibagian Human Resourse tapi karena kinerja Saras yang bagus Saras pun naik jabatan dan Kini Sarah manjabat sebagai Kepala HRD di hotel mewah milik Axel


Ini adalah hadiah dari Axel karena Sarah sudah menjadi teman yang baik untuk Laila.


Sejak saat itu Lucas dan Saras semakin sering bertemu dan menjalin kumonukasi. Lucas merasa kagum dengan kepribadian Saras yang mandiri dan tidak serakah atau matre seperti wanita kebanyakan. Saras rajin bekerka karena dia harus menghidupi kedua orang tua nya dan adik nya yang juga masih sekolah.


Saras adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak laki-laki nya sudah menikah dan tinggal jauh dari kedua orang tua sehingga jarang sekali pulang atau pun mengirim uang. Sebenarnya orang tua Sarah ingin bekerja karena merasa masih mampu namun Saras melarang


Saras merasa gajih nya selama bekerja di hotel cukup untuk menghidupi dia dan keluarga nya. Saras juga dewasa, walaupun sedikit galak tapi entah kenapa itu justru membuat Lucas semakin tertarik


Lucas tau kalau Saras telah memiliki tunangan, karena itulah Lucaa lebih memilih untuk memendam perasaan nya. Sarah pernah bercerita kalau dia memulai hubungan dengan kekasihnya sejak ia masih bekerja di rumah makan milik Sazad dulu dan kalau dihitung-hitung itu mungkin sudah hampir 9 tahun mereka menjalin hubungan


Yang Lucas heran kenapa pasangan Saras tidak bisa memberi kepastian. Bukan kah mereka sudah lama menjalin hubungan kenapa gak dihalalin aja. Kalau itu Lucas mungkin tidak butuh waktu lama Lucas akan langsung melamar Saras dan menjadikan Sarah sebagai istri nya dan ratu di dalam rumah tangga nya


Karena pertimbangan ini pula lah Lucas memberanikan diri untuk menyatakan perasaan nya. Terlepas di tolak atau tidak Lucas tidak lagi perduli dan Lucas pun mencoba untuk menguatkan hati nya untuk menerima semua kemungkinan terburuk

__ADS_1


__ADS_2