
" Mommy.... Mommy... Hikkss hiikss... Mommy " Grace berteriak di dalam Manshion keluarga Horrison mencari keberadaan nyonya Alexsandra
" Kau ini kenapa sih Grace selalu saja teriak-teriak ? "
" Mommy... Hiks hiks... "
Grace menangis dan bersujud dipangkuan nyonya Alexsandra...
" Ada apa Grace...? Ceritakan lah pelan-pelan "
Nyonya Alexsandra membelai lembut puncak kepala Grace dan mencoba untuk memberikan ketenangan
"Axel mii.. Axel... Hiks hiiks "
" Axel kenapa ? "
" Tadi malam Axel melakukan ini pada Grace "
Grace menunjukan bekas kepemilikan yang dibuat oleh Axel tadi malam
" Apaah... Apa maksud mu Grace ? "
" Tadi malam Grace datang ke Hotel X karena teman Grace berulang tahun disana, lalu tidak sengaja Grace juga melihat ada Axel disana... Grace tidak tau apa yang terjadi dengan Axel tapi Axel terlihat sedikit mabuk... Lalu... Hikkss... Hikkss... Lalu Grace dipaksa untuk melakukan hubungan itu dengan Axel mi... Huaa huaa huaa " Grace menangis dengan pilu
" Axel bukan tipe orang seperti itu Grace... Kau tidak berbohong kan ? "
" Untuk apa aku berbohong mi... Ini adalah buktinya "
" Lalu dimana Lucas saat itu ? "
" Grace tidak tau mi, saat Grace bertemu Axel, Lucas tidak ada disana "
" Kuraang ajaar... Kau tenang lah... Aku akan memanggil Axel kesini "
Grace mengangguk patuh tapi dalam hatinya tertawa dengan bangga karena sudah berhasil membodohi nyonya besar Alexsandra
Nyonya Alexsandra menelpon Axel berulang kali namun Axel sama sekali tidak mengangkat telponnya... Kemudian nyonya besar menelpon Lucas
Lucas sudah tau ini pasti akan terjadi, pada deringan ponsel yang pertama Lucas langsung mengangkat telponnya
" Selamat pagi nyonya besar "
" Dimana anak itu Lucas " tanya nyonya besar dengan nada yang sedikit marah
" Tuan Muda sedang ada rapat dengan kolega bisnis dari luar nyonya " jawab Lucas berbohong
" Jika sudah selesai, suruh dia datang untuk menemui ku "
" Baik nyonya "
Nyonya besar mematikan sambungan telponnyan dan kembali menghampiri Grace
" Kau tenanglah Grace, Axel pasti akan bertanggung jawab, sekarang kau pulang lah dulu "
" Baik mom "
Grace pun pergi meninggalkan kediaman Horisson " hahahaha dasar orang tua bodoh " batin Grace karena Grace merasa bahwa dia akan menang kali ini
Nyonya besar yang melihat Grace sudah pergi, langsung mendaratkan bokongnya di sofa... Nyonya Alexsandra memijit pelipisnya yang sedikit berdenyut...
" Kenapa semuanya jadi seperti ini ? Satu anak ku sangat sulit di atur dan yang satunya lagi bahkan tidak lagi pulang ke Manshion... Cih aku ini sudah seperti orang tua yang terbuang " Nyonya Alexsandra berbicara pada dirinya sendiri
Di tempat lain Axel baru saja membuka mata, pemandangan indah langsung menyapa netra mata Axel...
Yaa saat ini Axel melihat istrinya masih tertidur dalam pelukannya, Axel mengingat lagi kejadian tadi malam, sungguh indah dan panas sampai Axel tak mampu untuk berhenti
Axel menoel-noel pipi Laila membuat Laila melengkuh dalam tidurnya
Melihat Laila yang sedikit terganggu Axel malah semakin menjahili istrinya
Axel memencet hidung Laila dan membuat pasokan oksigen Laila terhenti, Laila menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri hingga dia membuka mata dengan sempurna
" Whahahaaha, kau ini imut sekali sayaang "
__ADS_1
" Diooonn " Laila yang malu membenamkan wajahnya di dada bidang milik Axel
Axel sangat suka menggoda istrinya, ini adalah hiburan yang tidak Axel dapatkan dimana pun
Laila melepaskan pelukan Axel berniat untuk pergi ke kamar mandi... Tapi Axel malah mempererat pelukannya
" Dion aku mau ke kamar mandi "
" Nanti saja, aku masih ingin memeluk mu "
" Tapi aku ingin pipis "
" Hehehe... Baiklah sayang, cup... Axel mengecup puncak kepala Laila "
Laila bangkit dari tempat tidur tapi saat menggerakan kaki, Laila merasakan area intinya sangat nyeri
" Auu " refleks Laila memegangi bagian intinya yang nyeri
" Kenapa sayang ? "
Laila tidak menjawab pertanyaan Axel... Laila malah menundukan wajahnya dalam... Mukanya saat ini sangat merah bagai tomat yang telah matang
Entah saat ini Laila tengah marah atau malu, kedua perasaan itu bercampur aduk
Axel melihat Laila memegangi area intinya tersenyum dengan samar, sekarang Axel paham... Kerena perbuatan liarnya tadi malam membuat Laila merasakan sakit di daerah inti miliknya
Axel tak lagi bertanya dia menggendong tubuh polos Laila ke kamar mandi, melihat tubuh polosnya digendong oleh Axel, Laila semakin membenamkan wajahnya di dada bidang Axel, untung saja Axel saat ini menggunakan boxer kalau tidak mungkin Laila tidak akan mampu membuka matanya
Sungguh ini adalah adegan yang sangat memalukan untuk Laila.
Axel mendudukan tubuh polos Laila di atas closet dan berdiri tepat disampinya
" Dion kau keluar lah dulu " ucap Laila sambil menutupi gundukan kembar dan kema××annya dengan menggunakan ke dua tangan
" Hahahaha, kenapa kau malu sayang... Aku sudah melihat semuanya "
" Diiiiooonn " Laila sedikit meninggikan suaranya
" Hahaha baiklah aku keluar, nanti kalau sudah kau panggil saja aku "
Saat Axel keluar telpon milik Axel berdering dan itu adalah panggilan dari Lucas
" Ada apa Lucas ? "
" Tuan... Nyonya besar meminta Anda untuk datang ke Manshion "
" Cihh... Sudah ku duga pasti wanita ular itu akan membuat ulah lagi... Lucas kau persiapkan semuanya malam ini "
" Baik Tuan "
" Antarkan pakain untuk ku dan istri ku "
" Kita akan ke Manshion sekarang "
" Baik Tuan "
Lucas memang asisten yang sangat bisa diandalkan bahkan sebelun Tuannya meminta pakaian, pakain itu telah disediakan oleh Lucas
Lucas mengetuk pintu kamar Axel... Axel melihat orang yang mengetuk kamarnya melalui lubang intip pintu hotel dan ternyata itu adalah Lucas
" Heh, cepat juga kerja mu Lucas " Axel bergumam pada dirinya sendiri lalu membuka pintu kamarnya
" Ini pakaian Anda dan nyonya muda Tuan "
Axel menerima itu lalu ingin kembali menutup pintu tapi Lucas dengan cepat berbicara
" Tuan... Makanan Anda mau di antar kesini atau Tuan akan keluar ?
" Oohh astaga aku lupa kalau kami belum makan, baiklah kau antarkan ke kamar... Tapi yang boleh masuk kesini hanya wanita "
" Baik Tuan, Saya mengerti "
Axel segera menutup pintu, bukan tanpa alasan karena Axel takut Laila sudah selesai di kamar mandi dan Lucas atau orang lain melihat istrinya yang seksi
__ADS_1
Dan benar saja tidak lama setelah kepergian Lucas, Laila keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan bath robes
" Sayang... Ini pakain untuk mu "
" Loh dari mana pakaian ini ? "
" Lucas yang mengantarkannya "
" Apaahh... Jadi Lucas yang memilih ini semua ?
Wajah Laila kembali memerah, membuat Axel menjadi binggung
" Ada apa sayang ? "
" Ini... Laila menenteng sebuah kacamata untuk gunung kembarnya... Apa Lucas yang memilih ini ? "
" Whahahahaha ( Axel tertawa terbahak-bahak sekarang dia tau apa yang dipikirkan oleh Laila ) tentu saja bukan Lucas sayang, pegawai butik yang memilihnya... "
" Apa meraka wanita ? "
" Tentu saja mereka wanita sayang... Kau itu hanya milik ku... Semua yang ada di tubuh mu adalah milik ku... Mana mungkin aku membiarkan Lucas tau semua onderdil mu "
" Iisshh kau ini... Cepatlah mandi aku lapar "
" Hahaha... Baiklah sayaang "
Axel pergi ke kamar mandi lalu Laila memakai pakaian yang tadi diberikan oleh Lucas...
Laila menatap tajam baju itu, itu adalah sebuah dress selutut dengan kerah tinggi dan tertutup...
Sangat pas menutupi lehernya yang penuh dengan tanda kebiruan, baju itu juga terlihat sangat mahal, Laila merasakan baju itu begitu lembut, dingin dan sangat ringan sangat jauh berbeda dengan baju yang biasa dia pakai
Laila memandang dirinya di depan cermin, menyisir rambut dan memoleskan bedak tipis di wajahnya tak lupa dia juga memakai lip glos tipis berwarna pink membuat tampilan mukanya jadi lebih segar apalagi Laila tergolong masih sangat muda tentu saja Laila masih terlihat sangat girly
Laila saat ini berusia 21 tahun sedangkan Axel 29 tahun... Untuk usia seperti Laila harusnya saat ini masih bermain bersama teman-temannya tapi yaa sudah lah Laila pun tak pernah menyalahkan takdir karena dia pun cukup bahagia dengan cinta dan kasih sayang dari ibu dan juga suaminya saat ini.
Axel ke luar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya membuat deretan roti sobek itu terpampang nyata... Saat ini Axel tak mampu bergerak karena netra matanya menatap dalam pada istri kesayangannya
Bagaimana tidak, Axel melihat Laila saat ini 1000 kali lebih cantik dari biasanya... Dengan gaya pakaian yang casual dan make up yang tipis natural benar-banar memancarkan inner beauty dari seorang Laila
" Dioonn kau kenapa ? "
" Apa ini benar kau sayang ? "
" Memangnya aku kenapa ? "
" Kau cantik sekali... Kau bahkan lebih cantik dari bidadari "
Mendengar kata-kata Axel pipi Laila kembali memerah... Axel kemudian membawa Laila ke dalam pelukannya tapi tiba-tiba pintu kamar Axel kembali di ketuk
" Iisshh mengganggu saja orang lagi mesra-mesraan " Axel menggerutu
" Hee he he... Memangnya itu siapa ? "
" Itu Lucas sayang, dia mengantarkan makanan untuk kita "
" Biar aku yang buka "
" Tidak kau disini saja " ucap Axel
Axel membuka pintu dan mempersilahkan pegawai yang membawa makanan untuk Axel dan Laila masuk
Lucas pun ikut serta bersama mereka untuk mengawasi setiap pekerjaan yang mereka lakukan tanpa kesalahan
Saat Lucas masuk, Lucas malah terpana dengan seorang wanita yang duduk di tepi ranjang... Lucas tak mampu mengedipkan matanya dan mulutnya pun terbuka lebar...
Axel melihat lucas memandang istrinya langsung naik pitam
" LUUUUCCCCAAAAASSS..... KAU MAU KU PECAT HHEH "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
__ADS_1
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻