
Lucas benar-benar pergi dan menyusul Saras di Lombok. Kali ini Lucas yakin akan memperjuangkan cinta nya sampai titik peluh penghabisan
Tak akan ada lagi keraguan yang ada hanya semangat pantang mundur harus halal sampai ke pelaminan. Itu adalah misi kepergian Lucas kali ini
"Semoga Lucas dan Saras bisa benar mengakhiri masa lajang nya mas.."
"Iyaa sayang, berdoa saja"
Malam pun semakin larut, Laila dan Axel pun juga sudah terlelap di dalam alam mimpi yang menghanyutkan masing-masing insan
Tapi ketika tengah malam, Laila mulai merasa kalau perut nya sakit. Sakit itu datang dan pergi, tentu saja sebagai ibu yang sudah berpengalaman Laila yakin kalau diri nya kini tengah mengalami kontraksi
Karena interval rasa sakit tersebut belum terlalu sering Laila pun mencoba untuk tenang. Laila pun duduk dan bermain ponsel sampai sakit itu nanti datang dan pergi dengan sendiri nya
Mata Laila pun sudah tidak lagi mampu terpejam. Entah kenapa semakin malam Laila malah jadi semakin gelisah
Laila pun turun dari tempat tidur dan menuju dapur. Seperti biasa Axel kalau sudah tidur pasti kayak kebo yang gak pernah sadar sekali pun istri menghilang di dalam pelukan nya
Kadang kala Laila pun harus bersabar kuping karena Axel mendengkur dengan keras. Uuhh untung sayang, coba kalau enggak pasti itu congor ngorok Axel udah Laila masukin obor biar kebakar sekalian
Di dapur Laila membuat susu coklat hangat dan juga memakan beberapa potong buah yang sudah Saidah siapkan di dalam kulkas
Sekilas manshion besar ini terlihat menyeramkan jika malam hari. Karena terlalu besar dan lampu yang dimatikan disana disini membuat manshion ini seperti rumah horor. Laila pun kadang bingung entah datang dari mana keberanian nya ini yang selalu saja berkeliaran di malam hari bahkan sampai berjalan dan bersantai di taman belakang
"Aauuuu" Laila meringis kesakitan saat rasa sakit di perut nya kembali mendera
Kali ini sakit nya tidak berhanti malah semakin bertambah sakit. Laila mencoba memanggil Axel namun karena menahan rasa sakit suara Laila pun tertahan
Laila mulai mengeluarkan keringat dingin dengan mata yang sebentar terpejam dan sebentar terbuka.
"Aahh sakit sekali" gumam Laila
Praaankkk
Tanpa sengaja Laila menyenggol gelas susu milik nya yang ia letakan disamping tubuh nya tadi
Beruntung suara dentingan dari pecahan kaca tadi di dengar oleh Saidah. Saidah pun bergegas mencari sumber suara dan dimana lagi suara pecahan kaca kalau bukan dari dapur pikir Saidah
Benar saja saat Saidah berada di dapur dia melihat sang nyonya sedang menahan sakit sambil memegangi perutnya
"Nyonyaaa.... Ya Allah nyaa, nyonya kenapa?"
"Sa-i-dah tolong kau pa-nggil Axel" ucap Laila terbata
Saidah pun patuh dan bergegas berlari kembali ke lantai atas untuk membangun kan Axel
__ADS_1
Dor dor dor
Saidah tak lagi mengetuk pintu dengan sopan, dia menggedor pintu kamar utama tanpa perduli kalau Axel itu adalah Tuan nya
"Tuuaaannn.... Tuuaaan Axel" ucap Saidah sambil menggedor pintu
Axel pun membuka mata dan mengenali kalau itu adalah suara Saidah. Sedetik dua detik Axel gagal paham untuk apa Saidah menggangu tidur nyenyak nya di malam hari dan detik berikut nya Axel baru menyadari kalau Laila sudah tidak ada disamping nya
Axel pun langsung bangun dan berlari ke arah pintu
"Tuaan... Nyonya..."
"Nyonya kenapa"
"Itu Tuan nyonya mau melahirkan"
"Hah... Cepat siapkan mobil"
"Baik Tuan"
Axel pun langsung berlari niat hati ingin menghampiri sang istri tapi Axel lupa bertanya Laila ada dimana. Apa di dapur atau di ruang tengah atau di taman...
"Aaahh dimana sebenarnya Laila?" Axel panik bercampur frustasi
Saat ini Laila menggunakan gaun tidur berbahan sutra berwarna maroon dan dimata Axel gaun tidur itu sangat seksi karena cuma menutup tubuh Laila sebatas paha dan bagian belakang yang bolong serta belahan dada yang teramat turun. Terlebih lagi buah dada itu sangat montok karena membesar seperti buah kelapa, oh sungguh iman Axel ingin runtuh rasanya. Bahkan saat Laila dalam mode kesakitan pun otak Axel masih bertraveling karena tidak tahan dengan keseksian sang istri
"Astagaa... Otak mesum ku ini berhenti lah mesum, kau tidak lihat kalau Laila tengah kesakitan" batin Axel
"Sayaang... Apa sakit sekali"
Laila tidak menjawab dan hanya mengangguk sembari mengatur pernafasan nya agar mengurangi rasa sakit
"Mobil Anda sudah siap Tuan" ucap Saidah
Axel pun langsung menggendong Laila ala bridal style menuju mobil diikuti oleh Saidah sembari membawa perlengkapan Laila dan calon bayi mereka
"Saidah kau ikut"
"Baik Tuan"
Saidah pun duduk disamping supir sementara Axel dan Laila duduk di belakang
"Apa sangat sakit?"
Laila mengangguk
__ADS_1
"Bertahan lah sebentar kita akan segera tiba di rumah sakit" ucap Axel sembari memegang erat tangan Laila
Semakin eret Axel menggenggam, semakin kuat pula Laila mencengkram tangan Axel sampai tangan itu kini meninggalkan bekas seperti berlubang karena kuku Laila yang menancap
Axel tidak marah Laila melakukan itu bahkan Axel diam dan tak menunjukan rasa sakit. Bagi nya luka ini tidak seberapa dengan yang Laila rasakan sekarang. Jika Laila saja bisa bertahan dengan rasa sakit kenapa Axel tidak bisa begitu pikir Axel
"Aa-Xxeel aauuu sa-a-kit... Ini sa-kit sekali"
"Tenang lah sayang, bertahan ku mohon bertahan lah" ucap Axel agar Laila tidak ketakutan dan panik
Padahal yang ketakutan dan panik disini sebanarnya adalah Axel. Axel takut sesuatu yang buruk terjadi pada Laila karena walau bagaimana pun juga ini adalah kali pertama bagi Axel menyaksikan seorang wanita untuk melahirkan
Laila terus saja menarik nafas dan mengeluarkan nya secara perlahan. Tiba-tiba rasa sakit itu menghilang dengan sendiri"
"Ahh Axel perut ku sudah tidak sakit"
"Benarkah? Tapi bukan nya tadi kau seperti akan melahirkan?"
"Tidak tau, mungkin dia memutuskan untuk masuk lagi"
"Aduuh boy, kau mengerjai papa lagi yaa" ucap Axel sembari mengelus perut Laila
Saat Axel mengajak anak yang di dalam perut Laila untuk bicara saat itu juga Laila kembali merasakan sakit yang teramat namun tidak lama seperti tadi. Sakit yang Laila rasakan saat ini kembali seperti saat pertama sakit itu datang dimana sebentar sakit dan sebentar hilang
Untung saja supir Axel orang yang sangat berpengalaman dan hebat hingga tidak perlu waktu lama mobil yang Laila tumpangi sudah sampai di rumah sakit milik swasta khusus untuk ibu dan anak
Axel pun kembali menggendong Laila menuju IGD dan disana Laila pun langsung ditangani. Apalagi melihat mobil yang baru saja berhenti bukan merek kaleng-kaleng Laila pun langsung mendapatkan pelayana eksklusif
Benar saja saat ini pembukaan Laila belum sempurna dan masih berada dipembukaan lima, hingga dokter menyarankan untuk menunggu terlebih dahulu sembari sedikit berjalan-jalan kecil. Apalagi melihat perangai Laila yang tenang dokter tersebut pun tidak terlalu khawatir apalagi gegabah untuk menyarankan agar melakukan operasi secar
Sakit itu kembali datang dan pergi. Laila yang merasa gerah pun membuka jubah tidur milik Axel yang tadi Axel sematkan padanya sebelum berangkat ke rumah sakit. Oh tentu saja Axel tidak rela ada orang lain yang melihat tubuh seksi istri nya
"Axel apa kau mau menolong ku?"
"Apa pun itu sayang, akan aku lakukan untuk mu"
"Aku tidak mau menunggu lebih lama, aku ingin segera melahirkan... Bantu aku agar pembukaan ku datang lebih cepat"
"Apa kau memutuskan secar sayang?"
"Tidak... Aku tetap ingin melahirkan normal"
"Lalu apa yang harus aku lakukan?"
Laila pun tersenyum menyeringai sembari membuka jubah tidur yang tersemat ditubuh nya dan membuka sedikit belahan dadanya. Tentu saja pemandangan ini membuat mata Axel tidak bisa berkedi,p bahkan tanpa sadar air liur nya pun kini menetes 😂
__ADS_1