
Malam kini telah sangat larut namun Axel, Lucas, Austin dan Rendra belum juga menemukan titik temu siapa gerangan orang yang telah memasukan ular ke dalam manshion Axel
Pekerjaan mereka rapi hingga Axel dan yang lain nya tak bisa menemukan celah atau pun petunjuk
Petunjuk yang ada satu-satunya hanyalah cctv di manshion namun semuanya tidak ada yang mencurigakan.
"Siapa gerangan mereka? Mengapa mereka mengusik ku?"
"Aku tetap yakin mereka ini mafia hitam, tentu saja tujuan mereka ingin menghancurkan bisnis mu" jawab Rendra
"Cih menyebalkan sekali"
"Kau sendiri memang sampai sejauh mana penyelidikan mu tentang mereka?"
Mendapat pertanyaan itu dari Axel membuat Rendra hanya mengangkat bahu dan mencebikkan bibir
"Kau harus lebih waspada dengan setiap lawan atau pun kawan bisnis mu, mereka itu sangat ahli dalam menyusup lalu kau akan hancur berkeping-keping"
"Jika mafia hitam itu ingin menghancurkan bisnis ku? Lalu apa juga hubungan nya dengan mu"
"Kau ini bukan kah sudah jelas aku ini terlibatĀ karena apa" ucap Rendra sembari melirik ke arah Austin
"Maafkan aku kakak ipar"
"Cih dasar kau ini makanya jangan suka main wanita, merepotkan sekali"
"Kau sendiri belum menikah juga karena suka bermain wanita kan??" ucap Axel membela Austin
"Iisshh aku ini seorang pemain yang lihai, jika ilmu kalian masih kaleng kaleng jangan bermimpi bisa menjadi pemain seperti aku.... Aahh sudah lah aku pulang saja"
"Okeee dan sepertinya aku pun juga harus pamit... Ratu sudah menunggu ku di rumah"
"Yaa baiklah terimakasih atas hari ini"
Rendra dan Austin pun beranjak pergi dari kediaman Axel. Jujur Axel tak tenang dan tidak bisa tidur karena belum bisa menemukan orang yang telah mengancam keselamatan keluarganya
"Jika kau lelah, sebaiknya kau istirahat Lucas"
"Tidak Tuan, aku akan menemani mu... Tuan lihat lah video ini" ucap Lucas sembari menunjukan potongam video cctv pesta tadi pagi
__ADS_1
"Apa kau mau bilang kalau asisten tuan Anderson itu mencurigakan?"
"Benar sekali Tuan, dan menurut Saya postur tubuh dari asisten Tuan Anderson sangat mirip dengan orang yang melemparkan ular di kamar utama"
Axel diam dan mencerna kalimat Lucas. Bukan tanpa alasan Lucas curiga. Sesaat sebelum kejadian itu ada seorang pelayan yang masuk ke dalam WC dan menggunakan masker lalu tak berapa lama asisten Tuan Anderson pun ikut masuk. Kemudian orang yang berpakaian pelayan keluar dan pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke arah belakang kemudian menghilang dikerumunan tanpa jejak
Setelah kejadian ular itu masuk ke kamar utama barulah juga asisten Tuan Anderson keluar dari dalam WC. Walau tidak ada bukti yang pasti namun gerakan ini memang cukup mencurigakan untuk Axel dan juga Lucas
"Bagaimana penyelidikan mu tentang Tuan Anderson Lucas?"
"Bersih Tuan, beliau hanya seorang pembisnis. Namun Saya tidak yakin, Saya akan berkoordinasi dengan kawanan Tuan Rendra di dunia mafia untuk menyelidiki nya lebih dalam"
"Bagus... Jangan sampai terlambat"
"Baik Tuan"
"Kalau begitu kita sudahi saja dulu disini, aku juga sudah lelah"
"Baik Tuan"
Axel pun pergi ke kamar Cella tempat dimana Laila dan kedua anak nya tengah beristirahat. Sedangkan Lucas pergi ke kamar tamu, malam ini Lucas memutuskan untuk menginap agar apabila tenaga nya dibutuhkan lagi oleh Axel, Lucas sudah stand by di tempat
Laila pun tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Axel
"Ello tadi terbangun mas, ini baru ajaa tidur lagi"
"Ello sangat merepotkan mu yaa?"
"Tidak... Aku senang melakukan nya"
"Terimaksih sayang, terimakasih sudah hadir dihidup ku dan melahirkan anak-anak ku"
Axel lalu memeluk Laila tulus, sungguh Axel sangat tidak rela jika kehilangan istrinya. Axel ingin kebahagian ini abadi, tapi apalah daya sebagai seorang pembisnis yang sangat sukses, banyak sekali orang yang berlomba untuk menghancurkan nya. Apa pun yang terjadi Laila dan anak-anak nya adalah prioritas utama bagi Axel
"Baiklah sepertinya malam ini kita semua akan menginap dikamar Cella"
"Hehehe semoga Cella tidak marah karena kamar nya jadi penuh"
Axel dan Laila pun saling membalas senyum. Axel membersihkan diirinya sebentar setelah itu dia pun ikut berbaring di samping Laila
__ADS_1
Keesokan hari nya saat matahari pun bahkan belum muncul sumpurna. Rumah Axel sudah kedatangan seorang arsitek dan puluhan tukang serta bahan-bahan bangunan
Dia adalah orang yang Axel bayar untuk merenovasi seluruh kamar di manshion ini agar kejadian seperti kemaren tidak perlu terulang. Axel juga memasang pengamanan ganda yang berteknologi canggih agar dapat mendeteksi orang-orang yang tidak dikenali agar tidak dapat masuk ke dalam manshion
"Paa kalau berisik gini Ello gak akan bisa tidur"
"Kau mau kemana sayang, apa kau ingin membeli apartemen?"
"Astagaaa... Sombong sekali sedikit sedikit pamer harta"
"Bukan gitu sayang, aku cuma ingin kau dan anak-anak merasa nyaman"
"Kita nginap di manshion oma ajaa ma" ucap Cella menimpali
"Ide bagus... Kita serbu tempat oma biar oma pusing dengan kita hehehe"
"Hahahaha" Cella tertawa terbahak
"Kau yakin sayang ingin tidur disana? Apa kau yakin? Disana kan adaaa??"
"Grace???... Dia kah maksud mu...? Memangnya kenapa kalau ada Grace aku yakin dia tidak akan berbuat jahat"
"Sayang, aku cuma tidak mau kau merasa tidak nyaman... Sebaiknya kita tinggal di apartemen saja"
"Menurut ku malah lebih aman di manshion mommy dari pada di apartemen"
Axel diam dan mencerna kalimat Laila. Benar juga apa yang Laila bilang, sekarang mommy sudah berubah dan dia juga sangat sayang dengan cucu cucu nya, mommy pasti akan melindungi Laila dan anak-anak nya kalau di apartemen malah justru akan membuat Axel jadi tidak tenang
"Baiklah kita menginap di manshion oma"
"Yeeeee" Cella berteriak girang
Keputusan sudah diambil dan Axel pun segera menghubungi mommy Alexsandra. Tentu saja mommy sangat senang mendengar anak, mantu dan cucu cucu nya akan tidur di manshion Horrison. Manshion ini pasti akan sangat ramai pikir mommy Alexsandra
Laila pun berkemas dibantu oleh Saidah dan beberapa pelayan lainnya. Tentu saja barang yang paling banyak adalah milik Ello. Laila hanya membawa perlengkapan seperlunya saja begitu pun dengan Axel
Rencana nya renovasi manshion ini akan selesai dalam 7 hari. Itu adalah harga mutlak untuk Axel dan selama 7 hari itu pula mereka semua akan menginap di manshion Horrison
Mommy Alexsandra memperlakukan Laila dengan sangat baik sekarang. Karena itulah Laila tidak ragu untuk memutuskan menginap di manshion Horrison dan masalah Grace Laila yakin Grace tidak akan menyakiti nya kendati urusan masa lalu antara Laila dan Grace belum selesai tapi Laila sama sekali tidak mempermasalahkan
__ADS_1