
Setelah hari yang melelahkan ini, tiba waktunya untuk semua karyawan pulang
" Sampai jumpa besok yaa ras "
" Iyaa laa... Loe balik sama siapa "
" Sama teman ras "
" Hah apa... Teman apa maksud kamu " ucap Saras bingung
" Aduh ceritanya panjang ras nanti aku ceritakan.. "
" Okey... Loe utang cerita ama gue yaa... Yaa udah gue balik duluan "
Laila mengangguk dan tersenyum
Setelah kepergian Saras, Laila berjalan ke tempat dimana tadi dia meninggalkan Dion, tapi saat sampai tidak ada siapa-siapa disana
" Yaa tuhan pergi kemana orang itu, aduh jangan sampai dia bikin gara-gara lagi " Laila bermonolog pada dirinya
Laila mulai mengelilingi rumah makan itu berharap menemukan Dion tapi tak nampak sedikit pun ada tanda-tanda Dion sampai akhirnya terdengar suara tawa dari arah pintu keluar rumah makan
" Ehh koq kayak suara Dion " pikir Laila
Perlahan Laila mulai menuju ke sumber suara itu berasal dan alangkah terkejutnya Laila mendapati Dion sedang berbincang dan tertawa dengan pemilik rumah makan ini
" Aduuh jangan-jangan Dion membuat masalah lagi "
Laila cepat-cepat berjalan dengan sedikit berlari kecil menghampiri Dion
" Dioonn " panggil Laila
Dion menengok dan melihat Laila sedang ingin menghampiri dirinya, entah perasaan apa yang ada kini di hati Dion, tiba-tiba hatinya sangat senang melihat Laila datang kepadanya dan seulas senyum tipis pun terbit di bibirnya
Sazad melihat itu, dia menengok ke arah Laila dan kemudian menengok lagi ke arah Dion
Melihat tingkah Dion seperti ini, sazad pun ikut tersenyum tipis
" Apakah itu karyawan ku yang sudah menolong mu ? " tanya Sazad
Dion yang menyadari tatapan aneh Sazad mulai merasa risih dan mencoba menstabilkan gejolak hatinya
" Ehhmm yaa, dia orangnya " ucap Dion sambil memperlihatkan muka acuh
" Hahahaha okey baik lah aku mengerti kalau begitu aku duluan, jangan lupa besok kau sudah harus bekerja disini"
" Baik aku paham " ucap Dion
Sazad pun pergi meninggalkan Dion tepat saat Laila sudah sampai di depan hadapan Dion
__ADS_1
" Ehh ini ada apa, mengapa tadi kau bicara dengan pemilik rumah makan ini? " ucap Laila
" Tidak ada apa-apa " jawab Dion datar
" Baik lah, rumah makan ini sudah sepi sebaiknya kita juga pulang... kau tunggu lah aku disini sebentar aku akan mengambil tas ku "
Laila berjalan kembali meninggalkan dion, dion duduk disalah satu meja pelanggan sambil menunggu Laila
Dion sedikit gelisah, dia mencium bau yang tidak sedap mulai keluar dari tubuhnya
Dia mengendus bagian ketiak dan " huueekk " Dion tak tahan dengan bau tubuhnya
" Apa-apaan ini tubuh ku mengapa sebau ini, uuhh rasanya tidak enak sekali lengket dan gatal "
Dion mendumel pada dirinya sendiri
Laila dari kejauhan memperhatikan tingkah laku Dion " ehh dia itu kenapa lagi, kenapa jadi seperti monyet menggaruk garuk tubuhnya " gumam Laila pelan
" Kau ini kenapa ? " ucap Laila
Dion menatap tajam ke arah Laila lalu berkata
" Ini semua gara-gara kamu "
" Loh koq gara-gara aku, memangnya aku kenapa ? "
" Kau tidak meninggalkan baju ganti untuk ku saat kau pergi bekerja dan aku harus berjalan kaki ke tempat kerja mu ini dan baju ini sudah melekat seharian dengan tubuh ku yang penuh keringat ini, ini coba kau cium bau tubuh ku, sudah seperti bau ikan asin " ucap Dion sedikit emosi sambil sedikit mencondongkan dirinya ke arah Laila
" Baik lah baik, maafkan aku... Aku yang salah " ucap Laila
" Kalau begitu ayo kita pergi ke pasar aku akan membelikan beberapa baju untuk mu " lanjut Laila
" Apa kau bilang pasar !!!! " ucap Dion kaget
" Yaa tentu saja pasar memangnya mau kemana lagi, mau ke butik... Hahah kau ini seperti orang kaya saja... Jangankan membeli baju ke butik, orang seperti ku ini bisa beli baju baru di pasar obral saja sudah syukur " ucap Laila sambil tersenyum
Dion tak lagi membantah, dia melihat penampilan Laila dari ujung kaki sampai ujung rambut
" Ohh yaa tuhan mengapa aku lupa kalau dia hanya seorang pelayan " pikir Dion
Laila tak ambil pusing dengan tatapan Dion baginya sudah biasa mendapatkan tatapan merendahkan dari orang lain, Laila hanya tersenyum dengan manis tanda dia tak pernah masalah dengan pikiran orang lain
" Eeh kenapa dia tersenyum seperti itu " pikir Dion bingung
" Aahh manisnya senyuman itu, ohh jantung ku mengapa mengapa jadi berdetak kencang seperti ini apakah aku sakit, apakah kecelakaan itu membuat jantung ku rusak, apa jantung ku bolong" pikir Dion dalam hati
Dion melamun sambil memegangi dadanya, Laila melihat itu dan berpikir Dion sakit
" Ehh kau ini kenapa? Ada apa, apa dada mu sakit apa kita harus ke rumah sakit " ucap Laila
__ADS_1
Dion tak menjawab membuat Laila sedikit bingung, Laila mendekati Dion memegang tangan dan menyentuh dadanya... Dion kaget dengan sentuhan itu tiba-tiba Dion berteriak " aa a a a aa jangan sentuh aku "
Refleks Dion berdiri dari duduknya dan membuat Laila kaget
Bruuukk
" A a a a "
Laila yang tidak siap dengan gerakan Dion yang tiba tiba membuat dia kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh
Refleks Dion yang melihat Laila hampir terjatuh langsung memegang tangan Laila dan sekali lagi kerena kakinya yang masih belum sembuh Dion pun jatuh ke belakang dengan Laila yang menindih tubuh atasnya
Tanpa sengaja bibir mereka saling bersentuhan
Duk duk duk
Duk duk duk
Suara detak jantung Laila dan Dion yang terdengar begitu keras
Hening... Mereka berdua tak ada yang beranjak dari tempatnya
" Yaa tuhan apa ini, jantung ku berdetak semakin kencang di dekatnya dan mengapa bibirnya kenyal sekali " ucap Dion dalam hatinya
Laila yang menyadari ada yang salah dengan ini mencoba untuk bangun
Tapi tiba-tiba Dion malah menarik tubuhnya dan memeluknya secara implusif
Dion tak rela bibir itu pergi dan perlahan dion mulai mencium Laila dan ******* bibirnya dangan sempurna
Laila begitu terkejut dengan sikap Dion dan dia membulatkan mata
Tapi makin lama ciuman itu mulai menuntut dan Laila tak dapat memungkiri dia menikmati ciuman lembut itu
Merasa tidak ada perlawanan dari Laila, Dion mulai memperdalam ciumannya dan suara cecapan dari mulut Dion mulai terdengar
Laila terlena, dia terbuai dengan ciuman itu dan dia memejamkan matanya...
Dion menyadari bahwa laila begitu pasif " ini pasti ciuman pertamanya " pikir Dion
Memikirkan ini yang pertama bagi Laila, hati Dion sangat bahagia dari dadanya seperti tumbuh ratusan bunga
" Aahhh " suara desah×n kecil dari Laila
Suara ******* itu membuat bibir Laila sedikit terbuka, dan Dion menggunakan kesempatan ini... Dion mulai memasukan lidahnya dalam dan semakin dalam menyesapnya dengan kuat dan tangannya erat memeluk tubuh Laila
Sungguh ini kebetulan yang sangat manis bagi Dion
Tit tit tittttttttttt
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=