
"Apa hanya kita yang ada disini?"
Hening tidak ada jawaban dari Lucas. Lucas bengong sendiri dan telinga nya seolah tuli oleh suara-suara dari luar kepalanya. Lucas sibuk dengan pemikiran dan kebingungan nya sendiri hingga ia menjadi seperti orang hidup tanpa nyawa
"Hello... Lucas... Lucasssss... Wooyyy Lucaaaass"
Saras berteriak tepat ditelinga Lucas pada panggilan nya yang terakhir
"Aaauuu" Lucas memekik kesakitan sambil meniup udara ke tangan nya lalu meletakan itu di telinga
"Astaga apa tadi kau memakai toa hanya untuk memanggil ku? Kau ini wanita jelmaan yaa?"
"Yaa... Jelmaan wewe ronggeng"
"Apa itu wewe ronggeng?"
"Tanya sama mbah google"
"Astaaga kejam sekali"
"Tidak usah bertele-tele, kau memanggil ku kesini untuk apa?"
"Itu anu"
Plaaaakkk
Sarah menghentak meja dengan satu tangan nya
"Anu apaa"
"Bisa tidak kau tidak membuat ku terkejut, tidak bisa kah kau diam dan duduk manis seperti wanita kebanyakan"
"Waah wanita kebanyakan kau bilang, jadi aku ini bukan wanita dimata mu?"
"Hah" Lucas bingung harus jawab apa 😂
"Kau itu adalah wanita dimata ku, wanita yang spesial"
"Martabak kali pake acara spesial"
"Yaa Tuhan wanita ini benar menguji iman... Mengapa aku menyukai nya Tuhan... Mengapa harus dia wanita yang aku suka... Tidak adakah jodoh lain untuk ku" batin Lucas
"Huuuhhhfftt" Lucas menarik nafas dalam
__ADS_1
"Kau mau makan apa... Pilih lah makanan yang kau suka" ucap Lucas melemahkan suaranya
"Sebenarnya kita bertemu disini ingin membicarakan apa?"
"Kau makan lah dulu, nanti akan aku beri tahu setelah makan"
Saras diam tak lagi menyahut, Saras pun mulai membolak balik buku menu dan memesan makan serta minuman yang dia inginkan
Sedangkan Lucas dengan hati dongkol bercampur gugup nya terus saja membatin di dalam hati, antara bingung ingin menyatakan cinta dan kesal karena Saras tidak bisa diajak romantis
Kenapa Saras tidak seperti nyonya Laila yang kalem dan mesra kalau bersama Tuan Axel. Batin Lucas terus saja membatin 😂🙏
Lucas pun mulai membuka topik pembicaraan lagi sembari menunggu makanan mereka siap untuk disajikan
"Eemm bagaimana pekerjaan mu Saras?"
"Hah memang nya kenapa dengan pekerjaan ku? Apa aku melakukan kesalahan? Apa Tuan Axel memecat ku? Jadi inikah maksud dari pertemuan ini? Kau menyewa semua cafe ini agar kau bisa dengan bebas mengatakan pada ku SARAS KAU DI PECAT bagitu kah... Benar kah begitu.... Huaaa huuuaa Tuan Axel kejam sekali, dulu saja saat mencari Laila aku diberi beasiswa dan dapat pekerjaan bagus. Pas giliran udah sama-sama Laila aku dibuang dan dicampakan... Huaa huuaa Tuan Axel kejam sekali"
"Ohh Tuhan... Aku salah ngomong lagi" batin Lucas
Lucas pun menjedot jedotkan dahi nya di atas meja dan membiarkan Saras bergeria dengan pemikiran nya sendiri
"Sudah Saras hentikan tangisan mu"
Saras pun berdiri dan bermaksud untuk pergi tapi tangan nya langsung di tahan oleh Lucas
"Kau mau kemana?"
"Aku mau meminta penjelasan pada Tuan Axel"
"Jangan kesana"
"Kenapa.... Kenapa tidak boleh... Jangan mentang-mentang kau asisten kepercayaan nya kau bisa melarang aku, ingat aku ini sahabatnya Laila, jadi cepat lepaskan aku"
Saras terus memberontak dan berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan Lucas. Lucas yang tidak ingin menyakiti Saras pun melepaskan genggaman nya hingga Saras kembali melangkah dan pergi
Namun baru saja beberapa langkah Saras menjauh Lucas kembali menarik tangan Saras hingga membuat Saras refleks berbalik ke belakang
Dan akhirnya moment tanpa disengaja ini pun tercipta. Saat tubuh Saras terbalik wajah nya tepat menghadap langsung ke wajah Lucas dan mereka pun dapat merasakan hangat nya hembusan nafas masing-masing. Mata mereka pun bertemu dan mereka saling menatap dan mengagumi keindahan masing-masing diri yang telah dipahat oleh sang pencipta
Saras pun merasakan kalau detak jantung nya sedang tidak normal. Jantung itu berdetak lebih cepat dari biasanya hingga Saras merasa kalau tubuh nya kini kaku dan tidak dapat bergerak
Entah setan apa yang merasuki kepala Lucas tanpa berpikir panjang Lucas langsung mendaratkan sebuah kecupan. Yaa awalnya cuma kecupan tapi Lucas meminta lebih. Lucas mulai bermain disana dan mencoba untuk menerobos masuk kedalam inti sari kerongkongan Saras
__ADS_1
Saras pun hilang akal, dia terbuai bukan nya memberontak Saras malah memejam kan mata. Ini adalah kesempatan emas yang dimanfaatkan oleh Lucas karena merasa Saras tidak melakukan perlawanan Lucas terus saja mengecap bibir indah Saras, meskipun Saras tidak membalas tapi Lucas cukup puas karena bisa merasakan kenyal nya sentuhan bibir dari Saras
Lucas mulai memegang tengkuk leher Saras dan terus memperdalam ciuman. Saras tidak munafik jujur dia menikmati permainan Lucas, rasanya begitu hangat dan nyaman dan rasa nya indah sekali bagi Saras sampai Saras merasakan dada sedikit sesak dan dia mulai kesulitan untuk bernafas
Saras pun membuka mata dan menepuk dada bidang Lucas
"Astaga... Kenapa dada Lucas kekar sekali, pasti dalam nya macho banget" otak Saras mulai mesum
Lucas yang merasa dada nya ditepuk pun mulai sadar dan melepaskan pagutan bibir nya.
Sekejab Saras dan Lucas sama-sama salah tingkah dan menyapu bibir mereka masing-masing dengan tangan nya
"Eehhhheemm... Seperti nya aku harus pulang" ucap Saras dengan jantung yang masih berdegup kencang
"Makan malam nya belum datang, sebaiknya kita makan dulu"
"Tidak aku pulang saja"
"Makan dulu Saras"
"Kalau begitu makanan nya dibungkus saja"
"Tidak... Makan disini dengan ku atau ku cium lagi kau"
"Hey kau... Apa kau mengancam ku"
Cup
Tepat saat Saras menyelesaikan kalimat nya Lucas benar-benar melanjutkan ronde kedua dengan durasi yang lebih singkat dari tadi
"Kau lihat, jika kau tidak bisa diam dan duduk manis serta patuh pada ku maka aku akan mencium mu lagi dan lagi"
"Apa-apaan itu namanya pelecehan"
"Jika itu pelecehan maka kau juga tidak akan menikmati nya nona"
"Hah eh itu anu itu" Saras bingung mau ngomong apa
Melihat Saras salah tingkah membuat Lucas sedikit menaikan sudut bibirnya. Akhirnya Saras pun menyerah dan patuh untuk duduk makan malam bersama Lucas
Makan malam pun sudah tersusun rapi diatas meja namun Saras masih saja salah tingkah, Saras bingung sendiri mau bagaimana menghadapi Lucas.
"Astaga kenapa tadi aku tidak melawan saat dia mencium ku, kenapa aku tidak memberontak atau memukul Lucas saat dia melakukan penyerangan terhadap ku... Aku ini kenapa dasar bodoh bodoh bodoh" batin Saras mentertawakan diri nya sendiri
__ADS_1