
"Sayaaang" ucap Axel manja
"Loh koq, tumben pulang?"
"Kangen yank, cape kerja terus"
"Astaga bagaimana kami bisa makan kalau papa kerja nya malas-malasan gini"
"Tenang walau pun papa tidak ke kantor seabad harta papa tidak akan habis untuk kalian"
"Uuhh mulai tuh sombong nya"
"Hehehe"
"Apa kau bersama Lucas?"
"Loh koq kamu malah nyari Lucas sih sayang"
"Apa hari ini dia terlihat bingung?"
"Loh koq kamu tau, jangan-jangan sekarang kamu jadi cenayang yaa"
"Sembarangan"
"Eeemm kau tau sesuatu sayang, ayoo beri tau aku... Seperti nya menyenangkan untuk menggoda Lucas sekarang"
"Astagaa... Mimpi apa Lucas punya bos seperti kamu?"
"Ayoo katakan, apa yang membuat Lucas tidak bersemangat bekerja... Katakan pada ku sayang jangan buat aku penasaran"
"Sebenarnya Saras hari ini pergi liburan dan tidak ada yang tau dia pergi kemana, tentu saja kecuali aku"
"Waah benarkah?? Hahaha ternyata bucin juga itu anak, jadi cuma karena tidak tau dimana Saras, Lucas jadi uring-uringan hahaha dasar payah"
"Payah apa nya?"
"Yaa payah, masa laki-laki macho seperti Lucas bisa uring-uringan cuma karena wanita hahahha"
"Ehhhheeem lalu bos nya sendiri tidak begitu kah?"
"Eehh itu hehehe (Axel nyengir)"
"Baiklah kalau begitu lebih baik aku ikut Saras saja dan menghilang tanpa kabar"
"Eeh jangan... Mana bisa begitu"
"Kau bilang lelaki macho tidak akan uring-uringan karena wanita"
"Tidak aku tidak bilang begitu"
"Yaa sudah kalau begitu aku menghilang saja sekarang"
"Eeiitttss tidak bisa, tidak ada dan jangan pernah terlintas sedikit pun untuk menghilang dari ku, kalau kau pergi seujung kuku pun kau akan aku temukan"
"Ciih basi"
Laila pun lalu pergi berlalu dari hadapan Axel
"Sayang mau kemana?"
__ADS_1
"Aku lapar, mau makan... Kau tau aku ini sedang mengandung anak mu, tega sekali kau tidak memberi ku makan"
"Sayang tunggu aku"
"Loh dimana Lucas?"
"Tadi dia ada di ruang tengah" ucap Axel
"Maaf nyonya den Lucas sedang menerima panggilan" ucap Saidah
"Ohhh"
Tidak lama Lucas pun datang dari arah luar
"Bagaimana Lucas, apa sudah ada informasi dari Saras"
"Yaa nyonya, pagi tadi Saras pergi ke bandara dan menuju pulau Lombok"
"Uuhh anak pintar cepat sekali kerja mu"
Lucas diam, dia tidak mau menanggapi ucapan sang nyonya kalau ujung-ujung pasti sang nyonya akan membully nya
"Kau tidak ikut Saras liburan?"
"Hah Saras liburan" batin Lucas
"Saras itu sedang patah hati, dia baru saja memutuskan untuk berpisah dengan tunangan nya yang penipu itu karena itulah aku menyuruh nya untuk pergi dan menenangkan pikiran, barang kali nanti di Lombok Saras bisa ketemu bule eeh pulang sini udah di halalin ajaahh"
"Big No" Lucas menjawab dengan lugas
"Tuan boleh kah aku mengambil cuti" ucap Lucas dengan wajah memelas
"Eeehhhm bagaimana yaa, kerja mu saja belum selesai bagaimana bisa aku memberi mu cuti"
"Akan aku selesaikan sekarang Tuan"
"Benarkah... Kau yakin?"
"Tentu saja... Aku akan memulai nya sekarang"
Lucas pun berlari dan menuju ruang kerja milik Axel. Mendengar kalau Saras sudah berpisah dengan tunangan nya itu membuat semangat juang dari dalam diri Lucas menggebu-gebu
Ada harapan yang bersinar di depan mata Lucas. Mungkin saja ini pertanda bahwa dia tidak akan menjomblo lagi. Lucas benar-benar mengerjakan semua pekerjaan Axel yang tadi terdunda, mulai dari menganalisa hasil rapat, memeriksa laporan keungan, menginput data keungan Axel, bahkan jadwal Axel sampai satu minggu ke depan telah Lucas selesaikan
Lucas bahkan rela untuk tidak makan siang agar semua perkerjaan nya rampung sore ini juga. Niat nya Lucas ingin meminjam salah satu helikopter milik Axel dan terbang malam ini juga menuju pulau Lombok menyusul Saras sang pujaan hati
"Hey apa tidak keterlaluan membuat Lucas bekerja lembur seperti itu, dia bahkan belum makan atau minum dari tadi"
"Biarkan saja sayang, anggap itu sebagai salah satu perjuangan nya untuk mendapatkan apa yang dia mau"
"Uuhh kalian laki-laki memang suka sekali yaa bekerja"
"Ho oh apalagi kalau kerja nya di atas ranjang sama ayang suka banget aku tuh yang"
Plaaak
"Dasar Menyebalkan"
Karena jam sudah menunjukan pukul 6 sore, Laila pun pergi menghampiri Lucas di ruangan kerja Axel. Saat Laila membuka pintu Lucas masih sibuk dengan pekerjaan nya bahkan sampai tidak menyadari kalau Laila sekarang ada disana, makanan dan minuman yang dibawakan oleh Saidah pun tidak tersentuh semua masih utuh berada pada tampat nya. Laila yakin Lucas adalah orang yang tepat untuk Saras
__ADS_1
"Semoga Lucas dan Saras berjodoh" doa Laila di dalam hati
"Apa kau masih belum selesai Lucas?"
"Sebentar lagi nyonya, ini tinggal sedikit lagi"
"Sudah lah berhenti... Axel akan melanjutkan itu"
"Tidak nyonya, aku akan selesaikan ini"
"Hey Lucas apa kau tidak mau mendengarkan istri ku"
"Tapi Tuan"
"Sudahlah, istri ku benar... Kau sudah bekerja terlalu banyak"
"Baik Tuan"
"Lucas ada sesuatu yang ingin aku tau dari mu dan ini menyangkut Saras sahabat ku"
Lucas pun mengangguk
"Kau tau Lucas, Saras itu adalah teman ku di perantauan ini. Dia adalah satu-satu nya orang yang mau berteman dan menerima ku saat aku pertama kali menginjakan kaki ku di kota ini. Dia bahkan sudah lebih dari pada sabahat jadi apa pun yang menjadi urusan nya akan menjadi urusan ku juga"
"Aku paham nyonya"
"Apa kau menyukai Saras?"
"Yaa nyonya"
"Sejak kapan?"
"Saya tidak tau, Saya mulai dekat dengan Saras saat kami sering menjalin komunikasi karena mencari keberadaan nyonya dulu, awal nya biasa saja tapi saat melihat Saras terluka atau menangis hati Saya ikut merasa sakit dan ketika Saya melihat dia bersama tunangan nya Saya pun juga merasa sakit sejak itulah Saya sadar kalau Saya mulai menaruh hati pada Saras"
"Apa kau menerima Saras apa adanya?"
"Yaa nyonya"
"Apa kau menerima kekurangan Saras?"
"Yaa nyonya"
"Apa kau tau Saras itu sudah tidak lagi perawan, lelaki brengsek itu sudah mengambil nya dari Saras. Apa kau masih mau menerima barang bekas?"
Sekejab Lucas kaget mendengar kalimat Laila namun Lucas yakin dengan pilihan hatinya. Toh dia juga bukan lelaki suci begitu pikir Lucas, walau bagaimana pun juga saat beranjak remaja dulu Lucas juga pernah nakal lalu apa hak dia menghakimi wanita karena sudah tidak perawan lagi
"Saya tidak mempermasalahkan nyonya"
Laila pun tersenyum, semoga kali ini semua berjalan dengan lancar dan berakhir dengan baik
"Baiklah kalau begitu, silahkan kau susul calon istri mu"
"Benarkah nyonya"
"Yaa... Cepat lah sebelum aku berubah pikiran"
"Baik nyonya terimaksih... Tuan terimaksaih"
"Yaa... Bersenang-senang lah disana" ucap Axel
__ADS_1