
Axel membuka mata dengan malas
"Astagaa.... Nyaman sekali tidur ku" Axel bergumam pelan
Axel melirik ke samping tapi di sisi lain tempat tidur itu sudah tidak ada sosok istri yang sangat dia cintai
"Sayaang" Axel memanggil Laila
Namun setelah beberapa kali panggilan Laila juga tidak muncul, membuat Axel terpaksa harus menarik nafas dalam. Axel sangat tidak suka dengan situasi dimana dia tidak mendapati keberadaan istrinya saat dia terbangun dari tidur
"Memangnya sudah berapa lama aku tertidur ?"
Axel melihat ke arah jam yang tergantung rapi di dinding
"Astagaa... Sudah jam 11 ternyata"
Axel seketika langsung bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah segar dan selesai berpakaian, dia lalu langsung turun dan indra pendengarannya langsung di sapa oleh canda tawa dari orang-orang yang sangat dia sayangi
"Cella, kamu gak sekolah ? Koq ada disini ?" Ucap Axel sambil duduk di samping Laila
"Hari ini gurunya ada rapat pa, jadi sekolahnya cuma sampai jam 10"
"Maa.. Papa laper" ucap Axel manja sambil menjatuhkan kepala di pundak Laila
"Astagaa... Papa manja sekali seperti anak kecil saja"
"Biarin... Manja sama istri papa ini"
"Issh papa menyebalkan sekali"
"Ma, koq mama bisa suka sih sama papa ? Padahal papa itu gaya nya iiihhh gak banget"
"Gak banget gimana sih? Dilihat dari segi mana pun papa ini orang paling keren dan paling ganteng nilai plus nya papa kaya dan papa pintar"
"Om Ferdy juga kaya, harus nya mama ini nikah sama om Ferdy aja, bukan sama papa yang kekanakan tua bangkot kayak gini"
"Ferdy...?? Ferdy siapa ma ?" Axel menatap Laila nyalang
"Ferdy itu calon papa Cella dulu" ucap Cella menimpali
"Apaaa 😱"
"Issh papa gak usah lebay, biar pun om Ferdy itu suka sama mama, tapi mama gak pernah sekali pun membalas uluran hati dari om Ferdy... Lah papa apa kabar udah mau nikah ajaa sama perempuan lain"
"Ehh itu" Axel tergagap
Kini Axel malah mendapat tatapan penuh sirat dari Cella dan Laila membuat Axel meneguk ludah nya kasar
"Aahh dasar Cella, mulut mu itu benar-benar ingin papa renovasi" batin Axel
"Kalian berantemnya udah ?"
"Iyaa ma"
Axel dan Cella menjawab bersamaan...
"Ihh kompaaakkk" ucap Laila menggoda keduanya
__ADS_1
"Huuueeeekk" Cella seperti jijik karena dibilang kompak dengan sang papa
"Lebih baik dunia ini runtuh ajaa ma sekalian dari pada Cella kompakan dengan papa"
"Loh kenapa emang ?"
"Maaa.... Dilihat dari segi mana pun Cella ini lebih pintar, lebih cerdas dan lebih bisa diandalkan dari pada papa... Papa itu payah dalam segalanya kecuali masalah bisinis"
"Biar gini, papa ini papa kamu loh... Kalau papa tidak memberikan mu bibit kau tidak akan terlahir kedunia" Axel menimpali dengan cepat
"Aayyy sudah lah, papa laper kan... Ayo kita makan setelah itu papa sama Cella temani mama belanja ke mall"
"Okee maa"
Jawab Axel dan Cella bersamaan lagi membuat anak dan papa ini saling melirik sedangkan Laila hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum
Selesai makan keluarga kecil ini pergi ke mall dengan Axel sendiri yang berperan sebagai supir. Axel, Laila dan Cella terlihat sangat bahagia... Ini pertama kalinya Laila jalan-jalan bertiga dengan keluarga kecilnya sungguh tidak ada kebahagian selain kebahagian dari keluarga baru nya yang utuh ini yang sangat Laila syukuri
"Maa.. Koq mama banyak banget belanja nya, untuk apa semua ini ? " ucap Cella binggung
Beda halnya dengan Cella, Axel malah tidak mempermasalahkan apa pun, sekali pun yang di beli Laila barang tidak ada nilai gunanya sedikit pun Axel tidak perduli. Laila menghambur hamburkan uangnya pun Axel tidak masalah karena baginya senyum Laila lebih berarti dari pada nominal rupiah atau pun dollar yang ada di kantong nya saat ini
"Ini semua untuk anak-anak panti"
"Anak-anak panti apa ma ?"
"Nanti Cella sama papa temani mama pergi ke panti, kita bawa semua barang-barang ini.... Nanti Cella juga tau sendiri apa maksud mama"
"Baik maa" Cella mengangguk patuh
Setelah selesai berbelanja, selimut, tempat tidur, alat-alat sekolah, mainan dan berbagai kebutuhan dapur. Laila mengajak Axel untuk pergi ke panti HARAPAN BARU, sebelum pergi Axel dan Laila melakukan upacara keributan kecil dimana Laila mengusulkan untuk memakai jasa supir karena tempat yang akan mereka datangi lumayan jauh sedangkan Axel bersikeras ingin menyupir sendiri. Axel ingin menikmati peran figur sebagai seorang suami dan ayah yang baik. Akhirnya yang pintar yang harus ngalah, Laila patuh dan mengikuti keinginan Axel
"Laila" ucap bu Eva saat melihat Laila turun dari mobil
Laila pun tersenyum dengan manis melihat bu Eva yang terlihat bingung dengan kedatangannya
"Selamat siang bu Eva"
"Iyaa Laa selamat siang juga, wah siapa ini cantik sekali... Ibu koq seperti pernah melihat yaa"
"Iyaa bu, ini Cella dia anak Saya"
"Koq ibu seperti pernah melihat yaa"
"Hahahaha" Axel tertawa nyaring
"Tuh Cel, wajah kamu itu pasaran ada dimana mana sampai-sampai orang yang tinggal dipinggiran saja familiar dengan muka mu tidak seperti wajah papa yang limited editon ini hahaha"
Buuukkk
"Aauuuu" Axel menjerit karena Cella baru saja menginjak kaki Axel dengan sekuat tenaga
Sedangkan bu Eva malah terlihat heran. "Bukan kah laki-laki ini yang kemaren membuat keributan di panti, mengapa wajahnya berubah menjadi hangat tidak terlihat seperti monster lagi" batin bu Eva
"Eehh maaf ibu koq malah jadi bengong, ayo masuk Laa"
"Iyaa bu... Pak tolong kalian angkat barang-barang ini ke dalam yaa"
__ADS_1
"Baik nyonyaa"
"Loh apa itu Laa ?"
"Itu semua untuk kebutuhan di panti bu"
"Astagaa 1 truk itu ?"
Laila tidak menjawab di hanya tersenyum manis
"Yaa Allah Laa... Terimakasih sekali hikks hikks hiikks" bu Eva tersedu
Bu Eva refleks memeluk Laila dan setelah itu beliau bersujud syukur karena masih ada yang mau membantu panti asuhan yang dibina oleh bu Eva
"Tidak apa bu, ini rejeki anak-anak"
"A---Aaaa-aaaa"
Semua anak panti berteriak heboh. Bukan tanpa alasan, anak-anak ini mengenali sosok Cella yang terkenal sebagai model cilik. Wajah Cella sudah tidak asing bagi mereka berwari-wiri di beberapa iklan televisi
"A-aaapa kamu Marcella yang model itu ?" ucap salah satu anak memberanikan diri
"Benar sekali" ucap Cella yakin
"Aaaaaaaaa" mereka semua berteriak histeris
Seketika semua anak malah menjadi ricuh, bukan ricuh berebut selimut atau mainan yang di bawa Laila melaikan ricuh karena mereka ribut ingin bertemu dan mendapatkan kesempatan untuk berbicara dengan sang model
Untung saja bu Eva bergerak cepat dan menertibkan anak-anak. Jika tidak hampir saja Cella berakhir menjadi boneka yang di perebutkan setiap anak
"Tuh pa, bukan muka Cella yang pasaran tapi memang Cella yang terkanal dan wajah Cella yang ada di mana mana. Lihat lah bahkan mereka semua memuja dan memuji Cella... Hay papa apa kabar dengan mu hahaha" Cella berbisik di telinga Axel
Axel langsung menekuk mukanya seribu tekukan karena baru saja dia di kalahkan lagi oleh Cella. "Ciihh mereka belum tau saja kalau sebenarnya kau itu iblis berkedok malaikat" Axel bergumam pelan
Â
"Aahh jadi disini tempat mu sekarang wanita si××alan"
Tap tap tap
Terdeengar langkah kaki seseorang menuju ke dalam ruangan Grace
Kreeeettt
Pintu di buka, seketika mata Lula menangkap keberadaan Grace yang diam mematung di atas tempat tidurnya
"Hahahahaha jadi kau benar-benar gila... Hahahah kasian sekali kau hahahaha"
Lula tertawa terbahak....
Grace mengenali tawa itu, telinga nya seperti menangkap radar kalau suara itu adalah suatu yang sangat dia kenali... Perlahan-lahan Grace mengangkat kepalanya
Jleeebbbb tatapan Lula dan Grace bertemu dan saling mengunci
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
__ADS_1
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻