
Dua bulan sudah berlalu pasca Dion menjalani operasi dan kini keadaannya pun sudah jauh lebih baik
Pemulihan Dion jauh lebih cepat dari apa yang diprediksi oleh dokter... Dokter memprediksi bahwa kemungkinan Dion baru bisa berjalan dengan normal paling cepat 6 bulan setelah operasi
Tapi ternyata baru 2 bulan Dion sudah tidak merasakan keluhan apa-apa di kakinya dan setelah diperiksa memang hasil rontgen menunjukan bahwa cidera Dion sudah sembuh
Sungguh suatu keajaiban bagi Laila, tapi bagi Dion itu adalah hal biasa... Dion merasa bahwa memang tubuhnya itu begitu fit mungkin sebelumnya Dion adalah orang yang memperhatikan asupan nutrisi dan kebugaran tubuh
Namun terlepas dari itu, memang Dion mempunyai semangat 45 untuk sembuh karena dia sudah tidak sabar ingin meminang Laila
Dan disini lah sekarang mereka berada di sebuah desa yang jauh dari ibukota....
" Ibu "
" Laila kau sudah pulang nak " bu Lastri tersenyum senang karena Laila anak yang begitu disayanginya telah pulang dan membawa seorang laki-laki pilihanya
Memang sebelumnya Laila sudah mengabarkan pada bu Lastri bahwa dia akan pulang dan akan menikah disana karena ada seorang yang meminangnya
Bu Lastri memperhatikan penampilan Dion dari atas sampai bawah dan sebuah senyuman terbit dari bibirnya
Laila yang melihat Dion hanya diam mematung menyenggol lengan Dion
" Sttt sttt " desis Laila memberikan isyarat agar Dion menyapa ibunya
" Apaa " ucap Dion tak mengerti
" Iiissh kau ini sapalah ibu ku, kau tidak mau salim kah ? "
" Hahahahah ( bu Lastri tertawa bahagia ) sudah lah Laila ayoo kita masuk "
Sepertinya Dion adalah orang yang baik dan bu Lastri yakin kalau Dion akan membahagiakan putri sulungnya ini
" Duduk lah nak, oh yaa siapa nama mu ? "
" Nama Saya Dion bu "
" Baik lah Dion, silahkan duduk.. Laila kau buatkan lah minum "
" Baik bu " ucap Laila
__ADS_1
" Eemm begini bu maksut kedatangan Saya kesini adalah untuk melamar anak ibu untuk menjadi istri Saya "
" Kamu yakin nak dengan keputusan kamu, kamu lihat sendiri bagaimana keadaan Laila... Apa kamu yakin masih tetap ingin hidup bersamannya "
" Tentu saja Saya sangat yakin bu, Saya menerima semua kekurangan dan kelebihan Laila, dan Saya akan menyayangi semua yang Laila sayangi dan melindunginya dari orang yang ingin berbuat jahat padanya "
Bu Lastri tersenyum dan berkata " kalau kalian yakin dengan keputusan kalian maka ibu hanya bisa merestui, tapi kenapa kamu datang sendiri bagaimana dengan orang tua mu ? "
Deg Dion terdiam mendengar pertanyaan dari bu Lastri
Dan saat ini Laila telah datang dengan membawa 3 gelas teh di tangannya...
" Biar Laila jelas kan bu " ucap Laila
Laila pun menceritakan bagaimana pertemuannya dengan Dion, sampai bagaimana mereka akhirnya memutuskan untuk menikah tentu saja Laila tidak menceritakan bagian kalau Dion awalnya memaksa untuk menikah 😂
Bu Lastri akhirnya paham tapi mengingat Dion yang hilang ingatan terbesit sedikit keraguan di hatinya
Tapi melihat mata Laila dan tatapan Dion yang penuh dengan ketulusan akhirnya bu Lastri pun mengangguk dan merestui hubungan Laila dengan Dion
Pernikahan akan digelar secara sederhana di rumah bu Lastri, bu Lastri memang sudah meminta bantuan pada pak RT agar membantu mengurus terkait masalah administrasi pernikahan Laila
Laila pun keluar dengan menggunakan kebaya putih sederhana dengan riasan natural yang melekat di wajahnya yang manis membuat Dion terpesona dan tak mampu mengedipkan mata
Sedangkan Lula yang mendampingi Laila merasa tidak suka dengan apa yang di dapatkan kakaknya.... bagaimana tidak, Dion adalah sosok yang sempurna di mata semua wanita apalagi dengan mata hazel nya itu membuat Lula yakin kalau Dion bukan orang sembarangan... Lula yakin bahwa Laila pasti merahasiakan sesuatu
" Ehheem apakah sudah siap " ucap pak penghulu
Dan hal ini sontak menyadarkan Dion dari lamunan indahnya
" Ayoo segera mulai pak "
Hahah hahaha haha para tamu undangan tertawa mendengar ucapan Dion
" Wah sepertinya ada yang sudah tidak sabar " ucap pak penghulu
Aduuhh Laila saat ini sungguh sangat malu, kenapa bisa-bisa nya dion berkata seperti itu
" SAUDARA DION AKU NIKAHKAN DAN KAWIN KAN ENGKAU DENGAN LAILA WULANDARI BINTI SUBEKTI ALMARHUM DENGAN MAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DIBAYAR TUNAI "
__ADS_1
" SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA LAILA WULANDARI BINTI SUBEKTI ALMARHUM DENGAN MAS KAWIN TERSEBUT DI BAYAR TUNAI "
" Bagaimana saksi ? "
" Sahhh saahh "
" Alhamdulilah "
Laila pun segera mencium tangan Dion dan Dion mengecup puncak kepala Laila...
Aahh bukan main hati Dion saat ini bagai berada di atas awan karena saat ini Laila sudah sah menjadi miliknya seutuhnya
Acara pun digelar dengan sangat sederhana hanya mengundang kerabat terdekat, teman, dan orang-orang kampung saja sehingga acara selesai dengan cepat
" Ahhh lelah sekali " ucap Laila
" Hei bahkan acara yang sesungguhnya saja belum dimulai kau sudah kelelahan "
" Aaapp aaa maksutnya itu " ucap Laila terbata
Dion tak menjawab dia hanya menyeringai tipis dan berjalan perlahan mendekati Laila
Laila pun perlahan juga memundurkan langkahnya sampai pada akhirnya Laila sudah tak dapat lari lagi karena kakinya sudah terpentok tempat tidur
Laila pun refleks terduduk di sana dan Dion pun langsung berjongkok mensejajarkan tubuhnya dan tubuh Laila... Dion mengurung tubuh Laila dan mengunci pergerakannya
" Laila aku menginginkan mu " bisik Dion serak di telinga Laila sambil sedikit menggigit telinganya...
Tangan Dion pun mulai meraba dan sedikit meremas bukit ××bar milik Laila...
Sang empunya bukit pun pasrah menikmati permainan laki-laki yang kini memang telah sah menjadi suaminya
" Aahhh " ******* kecil keluar dari bibir Laila
Dion kemudian men××um lembut bibir Laila dan kali ini hal yang indah pun terjadi Laila membalas ××uman Dion dan beradu dengan indah
Laila pun mulai terbuai dan ia melingkarkan tangannya di leher Dion... Aahh sungguh Laila pun saat ini sedang berada di puncak gairah
Took took tookk
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=