CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
PERTIMBANGKAN AKU


__ADS_3

Saras dan Lucas pun makan dengan tenang meski dengan rasa yang sama-sama bercampur aduk tapi mereka tetap makan dengan tenang


Sampai pada menu makanan penutup pun baik Lucas atau pun Saras sama sekali tak saling mengeluarkan kicau, hingga makan malam itu benar-benar berakhir dengan tenang


"Iish kenapa dari tadi Lucas diam saja, sebenarnya dia mau membicarakan apa sih??" batin Saras


"Iish bagaimana aku ngomong ke Saras, kenapa jadi bertambah canggung seperti ini"


Drrttt drrtt drrtt


Itu adalah dering telpon dari Saras, Saras pun melihat ke layar ponsel miliknya siapa gerangan yang melakukan panggilan


Ternyata itu adalah panggilan dari Ciko kekasih Saras. Saras pun melihat sebentar pada Lucas, seolah bertanya apakah boleh dia mengangkat telpon itu?


"Angkat lah mungkin itu penting" ucap Lucas


Saras pun menjauh beberapa meter dari Lucas. Lama Saras berbicara dengan sang kekasih hingga lupa kalau saat ini Lucas sedang menunggu nya. Walau pun berjarak beberapa meter tapi Lucas masih bisa melihat ekspresi Saras dari balik dinding kaca. Meski pun tidak mendengar apa yang Saras dan kekasih nya bicarakan namun Lucas dapat menebak bahwa itu bukan sesuatu yang baik


Saras terlihat sedikit kecewa dan wajah nya pun berubah menjadi muram. Ada satu sudut yang sakit di hati Lucas tapi entah apa Lucas tak tau. Sedih karena Saras sedang berbicara dengan kekasih nya atau sedih karena tidak bisa melihat Saras berduka. Sungguh Lucas binggung dan akal sehat yang biasa dia gunakan untuk berbisnis seolah tidak bisa berfungsi dan logika nya sama sekali tidak bekerja saat ini


Saras terlihat sedikit menyeka air matanya sebelum dia kembali menghampiri Lucas. Lucas pun berpura-pura bermain ponsel seolah tak pernah melihat apa yang terjadi pada Saras


"Apa mau pulang sekarang?" ucap Lucas


"Heh kenapa pulang, apa kau tidak jadi bicara?"


"Tidak usah, seperti nya suasana hati mu sedang tidak bagus"


"Tidak apa katakan saja"


"Kau yakin?"


"Yaa memang nya kenapa?"


"Baiklah aku akan to the point, aku ingin jadi kekasih mu"


"Heh apa? Gimana gimana? Kayak nya kuping ku lagi bermasalah"


"Baiklah kau selesaikan dulu masalah kuping mu setelah itu baru aku katakan lagi"


Saras bengong dan melongo dengan mulut yang terbuka lebar.


"Ini gimana konsep nya sih?" batin Saras bingung


"Yaa sudah katakan lagi"


"Aku ingin jadi kekasih mu"


Bukannya terharu Saras malah refleks berdiri mengambil air lalu memasukan itu kedalam mulutnya setelah itu byuuuuuurrrrr


"Saraaaassss" Lucas berteriak


Tentu saja Lucas berteriak karena Saras baru saja menyembur Lucas dengan air dari dalam mulut nya.

__ADS_1


Melihat Lucas yang terlihat marah Saras pun berkomat kamit membaca mantra


"Heeyy kau setan, dedemit, hantu dari mana pun keluar lah dari tubuh Lucas jangan kau tempeli makhluk lemah tak berdosa ini"


Blank Lucas blank...


"Apa sih maksudnya... Saras"


"Lucas tenang lah Lucas aku sudah membaca mantra agar jin yang ada di tubuh mu pergi"


"Jin..... Jin apa???"


"Tadi kau kesambet kan..."


"Aku ???? Tidakkk"


"Kau bilang tadi kau ingin jadi kekasih ku... Mana mungkin kau bilang begitu kalau kau tidak kesambet"


"Astagaa Sarasssssss" Lucas menyusap wajah nya kasar


Dah lah Lucas menyerah, pasrah lah pasrah.... Acara pernyataan cinta ini gagal total gak ada mengena sedikit pun yang ada malah jadi rusuh


Lucas pun langsung melangkah kan kaki nya pergi dari cafe tersebut.


"Loh koq aku jadi ditinggal" gumam Saras


Lucas yang mendengar itu pun menghentikan langkahnya dan berbalik badan


"Cepat... Aku antar kau pulang... Jam segini sulit untuk mu mencari taksi"


"Astaga dasar keras kepala"


Lucas melangkahkan kaki nya lagi dan menghampiri Saras kembali. Kali ini Lucas sama sekali tidak berniat untuk beradu debat, langsung saja Lucas mengangkat Saras bak memikul karung beras dan memaksanya untuk masuk ke mobil milik Lucas


"Astaga... Lucas... Turunkan aku Lucas turunkaaaannn"


Lucas tidak mau mendengarkan Saras dan disini lah kini mereka berakhir. Saras duduk tepat disamping Lucas yang memegang setir. Saras mau keluar namun mobil itu telah terkunci, saras ingin berteriak dan berontak namun Lucas menatap nya dengan tajam


Tiba-tiba Saras menjadi takut melihat tatapan Lucas yang seperti tatapan membunuh. Akhirnya Saras pun menciut seperti keong yang mengkerisut


Diperjalanan baik Saras atau pun Lucas sama sekali tak saling bicara. Suasana di dalam mobil hening bagai di kuburan, Lucas pun focus pada setir kemudi yang dia pegang sementara Saras sebenarnya dia diam-diam mencuri pandang pada Lucas


"Wow Lucas itu tampan sekali, dia ini bule seperti Tuan Axel atau pribumi yaa" batin Saras


"Kenapa kau melihat ku?"


"Heh tidak... ge'er sekali"


"Aku bisa melihat mu memandang ku Saras" ucap Lucas sembari satu tanganya mengetuk ngetuk kaca mobil disamping Lucas


Melalui kaca itu terpantul bayangan Saras, dan Lucas pun dapat melihat kalau Saras tengah memperhatikan nya


"Ehh itu hanya kebetulan leher ku sakit makanya aku seperti menengok ke arah mu"

__ADS_1


Ciiitt


Lucas menginjak rem secara mendadak hingga membuat Saras hampir terpentok depan mobil


"Heeyy kau ini kenapa... Cari matikah?"


Namun Lucas tidak menjawab, Lucas malah membelai kepala Saras kemudian memperhatikan bagian leher Saras


"Ehh ada apa?" batin Saras binggung


Lucas pun melakukan pijatan pelan di leher Saras dan jujur Saras merasakan releksasi dari pijatan yang Lucas lakukan


"Apa begini leher mu sudah tidak sakit?"


"Hah, jadi Lucas menghentikan mobil nya hanya untuk memijat leher ku" batin Saras


"Sarass"


"Ahh iyaa... Terimakasih, seperti nya kau punya bakat menjadi tukang pijit"


Lucas tersenyum kecut menanggapi ucapan Saras kemudian kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan normal


"Saras, bagaimana aku dimata mu?"


"Hah apa maksud nya?"


"Bagaimana kau memandang ku selama ini?"


"Memang nya aku harus bagaimana, kau yaa seperti Lucas memang kau berharap mirip artis atau apa?"


"Apa aku tidak ada nilai nya dimata mu?"


"Nilai apa maksudnya... Ahh apa kau sedang ingin minta puji tentang ketampanan mu... Baiklah kau cukup tampan kau dapat nilai 7 dari ku"


"Apa cuma itu?"


"Eemm kau pekerja keras dan kau juga disiplin aku suka itu. Setidaknya kau mungkin tidak akan ingkar janji jika kau berjanji"


"Jadi kau suka aku?"


"Yaa aku suka sifat mu yang pekerja keras"


Lucas pun tersenyum ke arah Saras, Saras pun membalas senyuman Lucas tanpa punya maksud apa-apa


"Sudah sampai"


"Ahh yaa terimaksih atas tumpangannya"


Saras pun turun, tapi sebelum Saras benar-benar menghilang dari pandangan Lucas, Lucas memanggil Saras sekali lagi


"Saras" ucap Lucas sembari menurunkan kaca mobilnya


"Yaa"

__ADS_1


"Aku serius dengan ucapan ku, aku menyukai mu Saras... Pertimbangkan lah aku dihati mu"


Lucas menutup kalimatnya dengan senyuman kemudian kembali menarik pedal gas dan pergi dari lingkungan rumah Saras meninggalkan Saras dengan segala kebingungan nya.


__ADS_2