CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
BERSIKAP BIASA


__ADS_3

Hay Readers 👋 Author mengucapkan banyak sekali terimakasih ksrena sudah menjadi pembaca setia Karya Author Cinta Si Yatim yang sangat banyak kekurangan ini. Author minta maaf yaa kalau jalan cerita atau alurnya bikin kalian bosan dan mudahan Author bisa terus perbaiki lagi.


Tentu saja kalian sangat boleh sekali memberikan kritik dan saran yaa buat Author. Author akan tampung semua kritik, saran dan keluh kesah kalian 🤭


Btw jika berkenan nih yaa boleh donk Author minta bunga dari kalian syukur-syukur juga kalau kalian suka rela ngasih vote buat Author 😁😁😁


Happy reading yaa Readers...


Author sayang kalian ❤❤❤


"Aaah di-mana a-ku" ucap Laila terbata


Laila perlahan membuka matanya yang terasa sangat berat. Dia menyadari kalau posisi tubuhnya kini sangat tidak nyaman dan juga bagian payu**dara yang kencang dan terasa sangat sakit


Saat mata Laila terbuka dengan sempurna dia pun kaget karena kini kaki dan tangan nya telah terikat dengan rantai dan berada dalam sebuah kerangkeng besi


"Aaahh apa inii... Dimana aku?" Laila mulai panik dan berteriak binggung


"Aaahh kau sudah bangun rupanya" ucap seorang wanita masuk ke dalam ruangan dimana Laila berada


"Kaauu...?"


"Hahah bagaimana, indah bukan kakak ku sayang hahahaha"


"Kau keterlaluan Lula"


Yaa wanita yang baru saja masuk itu adalah Lula


"HHhaha itu adalah balasan untuk perlakuan mu waktu itu kaka ku sayang"


"Lepaskan aku Lula"


"Apaa... Lepaskan kau bilang... Hahahahahah.... Bermimpi lahh karena itu tidak akan terjadi"


"Bertobat lah Lula sebelum kau menyesal"


"Tidak akan... Aku tidak akan pernah menyesal karena permainan ku ini sudah ku susun sejak jauh hari... Kalau pun suami mu Axel itu tau, itu sudah terlambat karena aku akan menyiksa mu kakak ku sayang hahaha"


"Kau ini benar-benar berhati iblis Lula, setega ini kau menyiksa kakak mu sendiri"


"Cih omong kosong"


Lula pun mengambil cambuk dan dengan tanpa belas kasihan Lula memukulkan itu ke tubuh Laila berulang kali. Rintihan sakit dari Laila bukan nya membuat hati Lula melunak namun malah membuat nya bertambah semangat untuk menyiksa Laila

__ADS_1


"Sintaaaa.... Sintaaaa...."


Lula berteriak memanggil kaki tangan nya. Sebenarnya Sinta hanya lah seorang gadis malang yang mencari nafkah di ibu kota. Naas nya dia malah bertemu Lula, karena tuntutan ekonomi Sinta pun mau mengikuti Lula dan melakukan apa yang Lula perintahkan tanpa berani membentah


Setiap kali Sinta ingin pergi, Lula selalu mengancamnya dan mengatakan akan mencelakai keluarga nya yang ada di kampung. Hingga akhirnya mau tidak mau Sinta pun patuh walau bekerja bersama Lula


Laila pun terkapar tidak berdaya karena siksaan dari Lula. Perlahan lahan Laila pun kembali tidak sadarkan diri


Di tempat lain saat ini Laila yang palsu tengah memandang kagum pada sosok yang ia percaya sebagai suaminya. Laila palsu seperti pertama kali bertemu dengan suaminya ini, jantung nya berdetak dengan hebat dan aliran darah nya serasa naik ke ubun-ubun menyaksikan pahatan sempurna dari sang maha pencipta


"Ohh tuhan, benarkah ini suami ku...?? Astaga dia tampan sekali, lebih tampan dari di foto pantas saja Keyla sangat bernafsu ingin merebut suami ku... Aku tidak akan melepaskan nya apa pun yang terjadi" batin Laila palsu


"Sayaang... Kenapa bengong?? Apa kau masih sedih karena air susu mu tidak keluar?"


"Heh buat apa aku sedih dia itu kan anak haram" batin Laila palsu


"Yaa, aku tidak tau kenapa... Aku merasa tidak menjadi ibu yang sempurna hiks hiks hiks" Laila palsu berakting menangis dihadapan Axel agar Axel percaya dan tidak menaruh curiga


Axel pun memeluk Laila, mendekap nya hangat dan memberikan kekuatan untuk sang istri. Namun Axel merasa ada yang salah disini, wanita yang dia peluk sekarang tidak beraroma bunga Gardenia tapi ini seperti aroma buah melon


"Sayang apa kau mengganti parfum mu?"


"Tidak, aku menggunakan parfum yang biasa"


"Ada apa?"


"Tidak apa sayang, kau hanya lebih wangi dari biasa nya"


Laila palsu pun tersipu malu mendengar kalimat Axel, seketika pipinya menjadi merah merona bagai buah tomat yang telah matang


"Sayang, aku harus ke ruangan kerja ku dulu... Maaf yaa ada sedikit pekerjaan yang tidak bisa aku tunda... Tidak apa kan?"


"Tentu saja tidak apa, semakin kau bekerja keras semakin aku bisa berfoya-foyaa hahahaha"


Toeeel


Axel menoel hidung wanita yang ada di hapannya dengan mesra


"Kau bisa membeli apa pun yang kau inginkan sayang, kau bisa habis kan uang ku sebanyak apa pun yang kau mau" ucap Axel lembut


"Hehehe tentu saja aku akan melakukan nya sayang"


"Baiklah kau istirahat lah, jangan pikirkan masalah Ello biar mommy yang menjaga nya"

__ADS_1


Laila palsu pun mengangguk patuh. Dia kemudian menuju tempat tidur dan merebahkan dirinya disana, sedangkan Axel dia pergi ke box bayi Ello lalu membawa Ello ke luar dari kamar itu


Tok tok tok


"Axel!!"


"Mom, Axel titip Ello disini... Jangan biarkan siapa pun mengambil Ello termasuk Laila"


"Heh memangnya ada apa?"


"Momny lakukan saja permintaan ku dan jangan banyak bertanya"


Axel pun menerobos masuk ke kamar mommy Alexsandra lalu meletakan Ello di tempat tidur


"Ingat mom jangan biarkan Ello diambil siapa pun termasuk Laila" ucap Axel sekali lagi sebelum dia benar-benar pergi dari hadapan mommy Alexsandra


Mommy Alexsandra pun melihat perubahan dari raut wajah Axel, ini artinya bukan sesuatu yang main-main. Mommy Alexsandra pun memanggil dua orang pelayan untuk menemaninya dan mengambil peralatan untuk Ello


Untung saja perlengkapan Ello tidak semua nya ada di kamar yang ditempati oleh Axel dan Laila saat ini


Cella pun melihat gerakan yang mencurigakan di manshion Horrison terlebih lagi Cella melihat dua orang  pelayan yang masuk ke kamar oma dengan membawa perlengkapan bayi


Tanpa ragu Cella segera menuju ke ruang kerja sang papa. Cella masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan ketika Cella masuk mata nya langsung bertemu dengan mata sang papa yang menatap tajam dengan sebuah ponsel yang masih terhubung  dengan seseorang. Saat panggilan itu Axel akhiri barulah dia berbicara dengan Cella yang bahkan sekarang sudah duduk manis di sofa


"Ada apa Cel? Jika kau ingin bermain, mainlah di luar, papa sedang sibuk sekarang"


"Apa terjadi sesuatu dengan mama?"


"Apa maksud mu? Mama ada di kamar sedang tidur"


"Cih hanya orang bodoh yang tidak bisa membedakan bahwa wanita yang ada di rumah ini bukan lah mama"


"Heh kau menyadari nya juga ternyata" gumam Axel


"Bagaimana kau tau itu bukan mama?"


"Walau pun wajah dan tubuhnya terlihat mirip mama tapi nada suaranya sedikit berbeda, entah bagaimana papa melihatnya tapi walau pun mereka serupa aku tetap bisa mengenali mana mama dan mana yang bukan mama... Aku tau dia bukan mama ku bahkan senyum mereka pun berbeda"


"Jangan buat keributan Cell, bersikap lah seperti biasa agar mereka tidak menyakiti mama"


"Sebaiknya papa cepat temukan mama"


"Tanpa kau minta pun papa akan lakukan itu"

__ADS_1


Cella pun keluar dari ruangan Axel dan kembali melenggang dengan angkuh seperti biasa


__ADS_2