CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
RINDU BERKARAT


__ADS_3

"ケンタさん、ここへの投資に興味はありますか?


Kenta-san, koko e no tōshi ni kyōmi wa arimasu ka?"


"Bagaimana Tuan Kenta, apa Anda tertarik berinvistasi disini?"


"もちろんアクセルさん、私はこのビジネスにとても興味があります。あなたとビジネスをする喜び"


"Mochiron akuseru-san, watashi wa kono bijinesu ni totemo kyōmi ga arimasu. Anata to bijinesu o suru yorokobi"


"Tentu saja Tuan Axel, Saya sangat tertarik dengan bisnis ini. Senang berbisnis dengan Anda"


Axel dan Tuan Kenta pun telah mencapai kesepakatan untuk bekerja sama. Kini perusahaan Axel resmi menjadi mitra dari perusahan Tuan Kenta di Jepang, ini adalah berkah dari balas dendam pikir Axel, mungkin inilah definisi balas dendam yang indah


Axel merebahkan dirinya di sebuah kamar di dalam penginapan yang ia sewa kemaren bersama Lucas, tentu saja Lucas berada di kamar sebelah.


Axel menarik nafasnya dalam dan sedikit memijit pelipisnya tanda bahwa tubuhnya lelah dan butuh istirahat. Tiba-tiba Axel sangat merindukan Laila, karena biasanya saat Axel lelah Laila akan dengan cepat menyiapkan air hangat dan meminta Axel untuk berendam disana.


Air hangat sangat efektif untuk merileksasi otot-otot yang tegang dan menenangkan pikiran, setelah itu Laila akan memijit tubuh Axel yang terasa pegal.


"Ahh istri ku itu, dia yang terbaik diantara semua makhluk di muka bumi" gumam Axel sembari menyunggingkan sebuah senyum tipis


"Apa yang dia lakukan saat ini?"


Axel pun lalu mengambil ponsel dan mencoba untuk menghubungi Laila. Namun panggilan Axel sama sekali tidak mendapatkan jawaban dari seberang sana. Axel pun lalu menelpon nomor telpon Manshion dan benar saja baru deringan pertama telpon itu telah bersambut


"Hallo" ucap Saidah


"Dimana nyonya?"


"Nyonya ada di taman belakang Tuan sedang berkebun"


"Aku ingin bicara dengan nya"


"Baik Tuan"


Saidah pun melangkahkan kaki dengan cepat bahkan hampir seperti berlari untuk menghampiri Laila di taman belakang


"Nyonya, ada telpon dari Tuan"


Mendengar kata Tuan, Laila pun langsung menanggalkan sekop kecil dan tanah pupuk yang dia pegang tidak lupa dia juga melepaskan sarung tangan berkebun nya dan langsung meraih telpon yang ada di tangan Saidah


"Mas"


"Hhmm, lagi apa?"


"Aku hanya sedang berkebun, mas sedang apa, apa urusan mu sudah selesai?"


"Yaa sayang, mas baru aja selesai bertemu dengan kolega bisnis mas dari Jepang"


"Syukurlah kalau begitu"


"Mas kangen sayang, coba kalau kamu ada disini kamu pasti akan membuat lelah mas hilang"


"Hehehe, kalau gitu istirahat ajaa dulu mas"


"Gak mau, mas mau pulang sekarang mas kangen sama kamu dan tendangan si kecil"


"Iihh dibilangin juga"


"Kenapa... Kamu gak kangen sama mas?"


"Bukan gitu mas, aku kangen sama mas tapi aku lebih khawatir sama kesehatan mas. Lebih baik mas istrirahat dulu baru pulang, kalau mas sakit nanti siapa yang jaga aku dan anak kita"


"Iish kau ini, semakin kau bicara seperti itu aku jadi semakin ingin pulang"

__ADS_1


"Tuh kan dibilangin ngeyel terus"


"Habisnya mas kangen gimana dunk"


"Yaa gak gimana-gimana"


"Tuh kan kamu bikin mas gemes, rasanya jadi pengen nerkam"


"Macan kali ahh main terkam terkam"


"Hahahaha.... Sayang udah makan belum?"


"Ini juga mau makan mas, kayak nya dede udah laper soalnya dari tadi gak bisa diem"


"Tuh kan, mas jadi tambah kangen... Mas pengen ngelus perut kamu... Ya udah kamu makan dulu sayang, kasian dede lapar"


"Oke papa, mas juga makan habis itu istirahat"


"Yaa sayang, muuaahh mas sayang kamu I Love You"


"Love you to mas"


"Muuaacch nya mana?"


"Muuaahhh muuaahh muuuaaahh"


"Heee muuah muuahh muuaah assalamualaikum"


"Walaikumsalam"


"Saidah, kau masak apa tadi?"


"Menu makan siang hari ini ada tuna, salmon dan pasta udang bayam nyonya"





"Hhmm aku bosan Saidah"


"Apa Anda mau makanan yang lain nyonya, Saya akan buatkan untuk Anda"


"Aku mau makan diluar saja Saidah, ayo kau temani aku keluar"


"Tapi nyonya"


"Tidak apa, Axel tidak akan marah... Cepat ganti baju, kau temani aku keluar"


"Baik nyonya"


Laila pun lalu keluar bersama Saidah dan seorang supir. Tujuan nya kali ini adalah warung pinggir jalan yang ada di kawasan padat penduduk dan dekat dengan pasar central tradisional


"Nyonya, apa Anda yakin ingin makan disini?"


"Yakin, memangnya kenapa?"


"Apa Anda tidak apa-apa? Apa makanan disini sehat dan bersih?"


"Hahahahaha Saidah kau tidak usah berlebihan seperti itu. Apa kau tidak pernah makan makanan seperti ini?"


"Tidak nyonya bukan seperti itu, kalau bagi Saya ini adalah makanan mahal tapi kalau bagi nyonya sepertinya tidak pantas makan di tempat seperti ini"


"Kenapa aku tidak pantas Saidah?"

__ADS_1


"Karena Anda adalah orang kaya dan Tuan Axel adalah seorang pengusaha terkanal di dalam dan di luar negeri"


"Lalu siapa yang membuat aturan kalau orang kaya tidak boleh makan makanan di pinggir jalan?"


"Tidak ada nyonya"


"Nah kan tidak ada aturannya, lalu kenapa aku tidak pantas? Dengar Saidah siapa pun dirimu kaya atau miskin kau tetaplah manusia dan manusia memiliki nilai dan derajat yang sama, jadi jangan pernah membeda bedakan atau pun membuat golongan atau cluster tentang sesama manusia"


"Anda baik sekali nyonya"


"Tidak Saidah, aku hanya belajar dari hidup... Kau tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi di hari esok jadi selalu lah bersyukur dengan apa yang telah kau raih sampai saat ini"


Saidah pun tersenyum, beruntung sekali rasanya Saidah karena mendapatkan majikan yang baik seperti Laila walau pun Tuan Axel itu galak dan kadang absurd tapi baik Axel atau pun Laila sama sekali tidak pernah berbuat kejam kepada para pelayan nya dan memperlakukan para pelayan dengan baik.


"Aahhh kenyang sekali" ucap Laila


Laila baru saja melahap habis dua mangkok soto lamongan dengan ekstra paha ayam. Saidah pun demikian walau sebanarnya dia sudah selesai sedari tadi karena Saidah cuma memesan satu mangkok soto lamongan dan satu gelas teh es


"Berapa pakde?"


"Totalnya 165 ribu bu"


"Yaa ini, ambil saja kembaliannya"


Laila menyerahkan dua lembar uang dengan nominal 100.000 rupiah dan memberikan kembaliannya pada kang jual soto lamongan, setelah selesai membayar Laila dan Saidah pun pergi


"Apa kita akan langsung pulang nyonya?"


"Eemm kita ke mini market sebentar aku mau beli cemilan"


"Baik nyonya"


Saat menuju mini market tiba-tiba hujan pun turun namun hanya gerimis. Laila pun melewati sebuah taman dan disana bunga baru saja bermekaran, saat terkena rintik tetesan hujan entah mengapa Laila merasa kalau bunga itu bertambah teramat sangat cantik


"Pak stop"


"Kenapa berhenti nyonya?"


"Aku mau turun Saidah"


"Tapi diluar sedang turun hujan nyonya"


Laila tidak perduli dan tetap turun dari mobil membuat Saidah gelagapan. Saidah pun buru-buru mengambilkan payung untuk sang nyonya di jok belakang


"Nyonyaa... Ini payung Anda" teriak Saidah


Saat ini Laila tengah sibuk mengamati bunga-bunga. Melihat Saidah membawakan payung untuk nya Laila pun menerima itu dengan senang hati


Laila tampak senang dan gembira dia pun bernyanyi nyanyi kecil dibawah gerimis air hujan dengan satu tangannya memegang payung


Saidah yang melihat sang nyonya begitu bahagia pun turut senang dan tak lupa Saidah mengabadikan moment itu melalui kamera ponselnya lalu mengirimkan itu pada Tuan Axel


Axel saat ini baru saja selesai mandi dan membersihkan diri dan tepat saat itu terdengar sebuah notifikasi dari ponsel Axel. Itu adalah sebuah pesan yang dikirim oleh Saidah, pesan itu berisikan beberapa foto dan video Laila sedang bersenandung di tengah gerimis. Padahal foto itu diambil sembarang tapi hasilnya sungguh cantik seolah Laila memang sedang melakukan fose


"Astaga kenapa istri ku ini cantik sekali... Aduh jantung ku... Jantung ku bahkan masih berdebar saat melihat wajah cantik mu sayang" gumam Axel sembari menatap foto di layar ponselnya


Axel pun segera menelpon Lucas karena dia akan pulang saat ini juga... Rindu sudah terlalu berat Axel rasakan, Axel sudah tidak mampu menyandangnya lagi hingga rindu berat yang berkarat karat ini harus tersalur sesegera mungkin


"Lucas... Siapkan helikopter kita pulang sekarang juga"


"Tapi Tuan, sore ini kita masih ada rencana untuk meninjau"


"Batalkan"


Tut tut tut

__ADS_1


Belum juga Lucas menyelesaikan kalimatnya Axel sudah terlebih dahulu memotong lalu memutuskan telpon secara sepihak membuat Lucas diseberang sana hanya bisa mengelus dada dan berkata SABAR


__ADS_2