CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
HUBUNGAN TAK SEHAT


__ADS_3

"Bagaimana kencan mu tadi malam Lucas?"


"Hah Lucas berkencan??? Dengan siapa? Apa kau sudah berpaling hati?"


"Aku harus jawab pertanyaan yang mana dulu Tuan dan nyonya??"


"Aahh terserahlah kau jawab yang mana saja" ucap Axel


Saat ini Lucas, Axel dan juga Laila duduk bersama di meja makan untuk sarapan sebelum Axel pergi ke kantor. Lucas sedikit murung pagi ini, mungkin kencan nya semalam tidak berjalan dengan lancar atau Lucas mendapatkan penolakan mentah-mentah begitu pikir Axel


"Kalau begitu aku akan menjawab pertanyaan mu dulu nyonya, sebenarnya hati ku masih berlabuh pada wanita yang sama dan kau tau sendiri siapa orang yang aku maksud nyonya"


"Ohhh... Eh itu berarti tadi malam kau berkencan dengan Saras kah maksudnya?"


"Lebih tepat nya makan malam nyonya"


"Lalu bagaimana?"


"Buruk"


"Apanya??"


"Semuanya"


"Bicara jangan setengah-setengah Lucas, cepat kau ceritakan atau kau harus membayar setiap bulir nasi yang masuk ke dalam perut mu sekarang"


"Prrrrttt" Axel tertawa tertahan mendengar istrinya seperti melakukan penyiksaan pada Lucas... Lumayan dapat hiburan pagi-pagi


"Baiklah nyonya, singkat cerita setelah mendapatkan pencerahan dari Tuan Axel aku pun memutuskan untuk jujur tentang perasaan ku pada Saras. Aku pun memutuskan untuk mengajak nya makan malam tapi saat aku bilang aku menyukai nya dia malah menyembur ku dengan air langsung dari mulut nya lalu berkomat kamit dan mengatakan kalau aku ini tengah kerasukan"


"Bhhhhaahahahhaahahaha" Axel tertawa terpingkal-pingkal


"Astaga Lucas, lalu setelah itu bagaimana?"


"Yaa tidak bagaimana nyonya... Aku cuma makan setelah itu mengantar nya pulang"


"Jadi tidak ada kelanjutan nya?"


Lucas menggeleng


"Bwahahahahaha" Axel benar-benar tidak bisa berhenti menertawakan kemalangan sang asisten ini


Haaaappp


Tiba-tiba dengan spontan Laila memasukan satu buah Apel yang masih utuh ke dalam mulut Axel yang tertawa lebar


"Hahahaha" dan kini giliran Lucas yang tertawa


Singkat cerita, sarapan pagi itu telah selesai. Axel dan Lucas juga telah berangkat ke kantor sejak sepuluh menit yang lalu

__ADS_1


Laila pun kini ada di dalam kamar nya, mengambil ponsel lalu menghubungi Saras


"Kamu dimana Ras?"


"Aku di hotel La, kenapa? Apa kau butuh sesuatu?"


"Apa kita bisa bertemu?"


"Tentu saja, aku akan meluangkan waktu untuk mu... Kau mau kita bertemu dimana?"


"Tidak usah, aku saja yang ke tempat mu"


"Yakin??"


"Iyaa"


"Baiklah bu bos"


Ini tidak bisa dibiarkan, Laila harus bicara pada Saras. Laila bukan bermaksud untuk ikut campur masalah Saras tapi Laila hanya ingin Saras mendapatkan yang terbaik


Dimata Laila Lucas jauh lebih baik dari pada tunangan Saras Ciko. Mau dilihat dari segi mana pun Lucas lah yang terbaik, tanpa Saras bercerita pun sebenarnya Laila tau dengan kebenaran yang disembunyikan oleh Saras


Hubungan Saras dan Ciko itu bukan lagi hubungan yang sehat dan itu semua harus diakhiri. Mungkin saat ini Saras hanya dibutakan oleh cinta dan Laila sangat berharap kalau Lucas dapat membawa cinta yang baru untuk sahabat yang dulu selalu menolong nya disaat dia susah


Laila pun mandi dan membersihkan diri, sedikit berdandan dan memakai dress untuk ibu hamil lalu mengambil tas selempang kesukaan nya. Setelah itu Laila pun turun dan pergi ke hotel tempat dimana Saras bekerja


Hotel itu tentu saja milik Axel namun karyawan disana sama sekali tidak ada yang tau kalau Laila dalah istri dari bos besar mereka. Penampilan Laila tidak pernah berubah, dia selalu terlihat sederhana namun elegant. Walau pun outfit yang Laila pakai bukan merek kaleng-kaleng namun Laila bukan termasuk kaum wanita glamor yang hobby nya bersosialita. Itulah Laila dengan apa adanya diri nya


"Ahh benar kah, tunggu sebentar aku akan menjemput mu"


Saras pun turun dan menjemput Laila di lobby kemudian Saras membawa Laila untuk masuk ke dalam ruangan nya


"Kau mau minum apa bu bos?"


"Apa'an sih ras... Aku koq risih denger kamu manggil aku kayak gitu"


"Yaa habis benar kan kalau kamu itu emang istri nya dari big bos"


"Lalu apa hubungan nya... Aku yaa tetap Laila kan"


"Kenapa sih Lucas ajaa boleh manggil kamu nyonya masa aku gak boleh"


"Ciyee yang kangen sama Lucas"


Wajah Saras pun langsung memerah karena digoda oleh Laila


"Hah apa'an gak ada deh yaa"


"Ciyeee... Emang semalam ngapain aja sama Lucas"

__ADS_1


"Gak ada... Emang ngapain"


Saras mengelak namun dia mulai salah tingkah. Laila tentu saja sangat mengenal sifat Saras, jika Saras sudah bersikap salah tingkah seperti ini pasti memang ada yang disembunyikan oleh Saras


"Ahh hayo ngaku... Tadi malam ngapain ajaa sama Lucas???"


"Gak ada laa"


"Ngaku gaak...  Ayoo ngaku"


"Ihh dibilangan gak ada juga, itu cuma ciuman doank"


Uppss Saras keceplosan, Saras pun langsung menutup mulut nya dengan kedua tangan sambil sesekali mukul mulut nya yang ember itu. Sedangkan Laila menyunggingkan sebuah senyum


Melihat Saras yang salah tingkah Laila pun dapat menyimpulkan kalau sebenarnya Saras pun menyimpan hati pada Lucas. Itu arti nya Lucas masih punya harapan begitu pikir Laila


"Ras aku boleh minta teh gak?" ucap Laila untuk mencairkan suasana


"Aahh yaa sebentar aku buatkan dulu"


Saras pun bergegas keluar, karena tadi keceplosan membuat Saras benar-benar mati gaya dihadapan Laila


Saras pun pergi ke pantry dan membuat dua gelas teh untuk dia dan Laila. Tidak lupa Saras juga mengambil beberapa kue kering dan cemilan lain nya


"Maaf yaa La, cuma ini"


Laila tersenyum, lalu dia pun mulai meminum teh yang diberikan Saras untuk nya


"Saras, aku kini ingin bicara serius pada mu... Tolong kau jangan anggap aku orang lain. Anggap lah aku sebagai salah satu dari saudara mu"


"Ada apa?"


"Aku tau hubungan mu dengan Ciko itu tidak sehat Ras. Sebaiknya kamu tinggalkan Ciko"


Jllleeeebbbb


Saras kaget mendengar ucapan Laila


"Apa'an sih La kamu ini kesambet setan apa... Kamu tau aku dan Ciko itu sudah sangat lama menjalin hubungan"


"Iyaa aku tau, tapi Ciko itu adalah suami dari orang lain"


"Tapi Ciko berjanji akan menceraikan nya Laa... Pernikahan Ciko itu adalah sebuah perjodohan yang tidak pernah Ciko inginkan... Ciko itu hanya mencintai aku, aku sudah menjalin hubungan dengan Ciko sebelum dia dipaksa oleh orang tua nya untuk menikahi wanita lain, aku adalah yang pertama ada dihati Ciko bukan wanita yang saat ini menyandang status sebagai istri nya"


"Yaa, jika pun benar Ciko hanya menyukai mu tapi apa kau tega menjadi perusak rumah tangga orang lain dan menjadi penyebab hilang nya seorang ayah dari anak nya"


"Anak.??? Apa maksud mu??"


"Ciko dan wanita itu belum punya anak"

__ADS_1


"Kau salah Saras, Ciko sudah punya seorang anak dan usia nya sudah 2 tahun"


"Apaaa"


__ADS_2