
Ratu membuka mata perlahan, sekilas Ratu menyadari bahwa ini bukan di kamarnya
"Astaga dimana ini ?"
Ratu langsung bangkit saat menyadari bahwa dia terbangun di tempat asing, begitu dia bangun ada sebuah handuk kecil yang jatuh dari kepalanya, "apa tadi malam aku demam" pikir Ratu
Ratu melihat pakaian yang dia gunakan sekarang bukan pakaian yang ia kenakan kemaren.
"Astagaa... Siapa yang mengganti baju ku dan tempat apa ini, apa ini di hotel ?"
Ratu memperhatikan sekelilingnya tapi dia tidak mendapati siapa pun disana
Tok tok tok
"Siapa yang mengetok pintu ?" Ratu bergumam
Ratu melihat lewat lubang intip dipintu, terlihat ada 2 orang pengawal pribadi kakaknya ada disana
"Selamat pagi nona"
"Yaa"
"Kami diperintahkan Tuan untuk menjemput Anda, dan ini pakaian untuk Anda"
Ratu meraih paper bag itu dan masuk kembali kedalam kamar
"Apa kak Rendra yang membuat ku ada disini, tapi kenapa harus di hotel kenapa tidak langsung ke rumah ?" pikir Ratu
Setelah membersihkan diri Ratu lalu keluar dan pergi dari hotel itu diikuti oleh 2 pengawal yang dikirim oleh Rendra.
"Apa kakak ku ada di kantor ?"
"Benar nona"
"Kalau begitu antarkan aku kesana"
"Baik nona"
Tidak butuh waktu lama, mobil yang ditumpangi Ratu telah sampai di depan kantor RC Entartaint. Ratu melenggang indah menuju ruangan sang kakak di lantai 30.
"Kakaaaaakkkk"
"Apaa.... Kenapa berisik sekali"
"Kenapa kakak membuat ku tidur di hotel ?"
"Apa tadi malam kau mabuk ?"
"Tidak"
"Lalu kenapa kau tidak ingat ?"
Ratu berusaha mengingat kejadian kemaren, seingatnya kemaren dia berada di rumah sakit jiwa bersama Nina sampai sore setelah ituuuu.....
"Apa...Kenapa kau menatap ku seperti itu ?"
"Astagaaa.... Kakak apa tadi malan terjadi sesuatu ?"
"Astagaa... Anak ini...." ucap Rendra sambil menyenggol sedikit kepala Ratu
"Apa aku sudah membuat kesalahan kak, apa terjadi sesuatu antara aku dan Austin ?"
"Mana aku tau, kau ingat-ingat saja sendiri"
"Apa aku... Apa aku sudah tidak perawan lagi ? Huuaaa huuaaa bagaimana ini kak ?"
"Aduuhh kau ini memang dari dulu hobby mu bikin rusuh saja.... Bisa tidak membiarkan kakak hidup tenang"
Suuurrrfff Ratu menarik ingusnya yang keluar karena menangis
__ADS_1
"Kaa... Apa tadi malam aku dan Austin melakukannya ? Aku benar-benar tidak sadar, apa Austin sejahat itu pada ku... Tapi kenapa dia jahat kaa huaaa huaa huuua"
Flashback on
Austin terbangun pukul 06:00 pagi, itu artinya Austin cuma tidur selama 3 jam....
Tadi malam Austin sudah menghubungi Axel agar mengatakan pada Rendra kalau Ratu bersamanya.
Rendra yang mendapat kabar dari Axel pun segera menghubungi nomer Austin. Austin pun menjawab dengan jujur keadaan Ratu saat ini dan kenapa mereka harus menginap di hotel.
Tentu saja Rendra tidak langsung percaya dia lalu memeriksa cctv tempat yang di datangi Ratu dan lokasi yang Austin sebutkan saat di telpon. Dan benar saja jalanan itu macet total karena terjadi kecelakaan, ditambah lagi hujan lebat membuat lalu kintas menjadi bertambah kacau
Rendra pun meminta tolong pada Austin untuk menjaga Ratu dan dia akan menjemput Ratu besok pagi. Austin sendiri pagi ini harus secepatnya berada di kantor karena hari ini dia punya meeting penting dengan para pemegang saham
Karena Rendra akan menjemput Ratu pagi ini, Austin pun tidak ragu untuk meninggalkan Ratu di kamar hotel itu. Saat Austin terbangun, dia masih mendapati Ratu tertidur pulas seperti bayi. Karena itulah Austin menghubungi Rendra lalu pergi dari sana tanpa berpamitan pada Ratu.
Flashback off
"Jadi semalam aku demam"
"Yaa..."
"Jadi Austin tadi malam yang merawat ku"
"Entah lah"
Mendengar cerita Rendra, Ratu menjadi merasa bersalah pada Austin karena dia sempat berpikir kalau Austin berbuat jahat padanya
"Kakak punya nomer Austin ?"
"Untuk apa ?"
"Aku ingin berterimakasih padanya karena sudah menjaga ku tadi malam"
Rendra pun kemudian menyerahkan ponselnya pada Ratu dan setelah Ratu selesai dengan urusannya pada sang kakak, dia pun pergi
"Hhhmm sepertinya aku harus berterimakasih pada Austin" Ratu bergumam sendiri
"Aduuhh telpon gak yaa"
"Tapi kalau telpon trus gak diangkat gimanaaa...."
Ratu galau sendiri, dia terus saja menatap layar ponsel tanpa tau harus berbuat apa. Tiba-tiba dia teringat dengan Laila...
"Ahaa bukankah Austin itu adik ipar Laila, eemm mungkin dia bisa menolong ku"
Tut tut tut
Ponsel Laila bergetar
"Siapa mah ?" ucap Cella
Cella saat ini sedang berada di manshion Axel dengan grandma Alexsandra. Sejak nyonya Alexsandra mau mengakui Laila sebagai menantu di keluarga Horrison, sikap nyonya Alexsandra pun juga berubah, nyonya Alexsandra kali ini bersikap baik dan benar-benar tulus. Nyonya besar Alexsandra pun tak segan-segan meminta maaf pada Laila atas perlakukan kejam nya dulu pada sang menantu.
Laila pun menerima maaf itu dengan tulus, bahkan tanpa nyonya Alexsandra minta maaf pun Laila sudah memaafkannya. Bisa bersama dengan keluarga kecilnya saja Laila sangat bahagia apalagi ditambah dengan perlakuan baik sang mertua membuat Laila merasa hidupnya kini telah sempurna
Nyonya Alexsandra sangat senang mendengar Laila hamil anak kedua, kali ini nyonya Alexsandra berharap anak Laila dan Axel adalah laki-laki agar bisa melanjutkan bisnis keluarga. Jika mengharapkan Austin yang memberikannya cucu rasanya tidak mungkin, karena Austin bersikeras tidak mau menikah lagi. Nyonya Alexsandra pun memperlakukan Laila dengan baik dan memanjakannya seperti memanjakan anak sendiri.
"Tumben banget bunda nelpon, buruan angkat maa siapa tau penting.. Tapi di louspeker yaa ma supaya Cella bisa denger"
Laila pun mengangguk
"Hallo Ratu"
"Laaa... Tolong aku"
Laila dan Cella mendengar Ratu meminta tolong langsung berubah menjadi cemas. Apalagi Cella saat ini bahkan sudah menyiapkan telinganya dengan baik untuk dapat membantu sang bunda, nyonya Alexsandra pun ada disana untuk mendengarkan
"Kamu kenapa Ratu, kenapa kamu kedengaran sangat cemas"
__ADS_1
"Aduh gimana, aku bingung mau ngomong gimana"
"Ratu kamu tarik nafas trus bicara pelan-pelan"
Ratu patuh dia menarik nafas berulang kali dan ketika sudah merasa tenang Ratu mencoba untuk kembali bicara
"Laaa... Kamu bisa tolong aku gak ?"
"Yaa tolong apa Ratu, buat kamu apa pun akan aku lakukan"
"Eemmm gini... Jadi semalam aku sama..aa.."
"Sama apa sih yang bener dong ngomongnya"
"Itu tadi malam aku sama Austin tidur di hotel"
"APAAAAAAAAA" nyonya Alexsandra kaget dan langsung berteriak begitu mendengar Ratu bersama Austin
Sebenarnya nyonya Alexsandra tidak marah dia justru senang karena itu artinya Austin akan menikah lagi dan wanita Austin kali ini berasal dari keluarga yang baik sekaligus teman dari nyonya Alexsandra sendiri
Ratu yang mendengar suara orang lain disana kaget, dia piikir dia hanya berbicara dengan Laila tapi kenapa ada suara lain disana
Cella pun bergegas menutup mulut sang oma, agar oma nya yang tripel menyebalkan ini tidak mengeluarkan hobby nya yang suka bikin rusuh. Setelah menutup mulut sang oma, Cella memberikan kode pada mama Laila agar melanjutkan percakapan mereka
"Loh koq bisa kamu sama Austin ?"
"Laa kamu lagi sama siapa ? Tadi itu koq aku dengar ada orang teriak"
"Tidak bukan siapa siapa, itu tadi hanya suara Saidah berdebat dengan pelayan lain"
Nyonya Alexsandra tentu tidak terima kalau dia dibilang Saidah si pelayan, hancur sudah martabat seorang nyonya besar jika dikatakan pelayan. Nyonya Alexsandra ingin protes namun Cella menahan tubuh sang oma dengan erat, untung saja tubuh Cella kuat jika tidak dia pasti sudah kalah dengan sang oma
"Oohhh aku pikir suara siapa"
"Jadi tadi kamu mau cerita apa ?"
"Itu.. Kemaren aku menumpang mobil Austin karena ban mobil ku kempes tapi kami terjebak macet dan tadi malam hujan sangat lebat. Karena aku sedikit deman Austin membawa ku untuk menginap di hotel trus semalam dia merawat aku"
"Eemmm apa terjadi sesuatu"
"Heeyy apa maksud pertanyaan itu, aku ini wanita yang masih punya harga diri"
"Yaa kalau tidak terjadi apa-apa terus kamu mau apa lagi sama Austin"
"Yaa aku cuma mau ngucapin terimakasih laa, karena dia udah ngerawat aku semalaman"
"Yaa kan kamu tinggal telpon Austin ajaa"
"Aku malu Laaa.. Aku harus ngomong apa... Trus kalau aku dicueki gimana ?"
"Baiklah aku akan memabantu mu"
"Aaaaaaaa terimakasih Laila ku sayang, kamu memang sahabat yang bisa diandalkan"
"Iyaaa..."
"Nanti kabarin yaaa... Bye aku tunggu kabar baik dari mu.... Muuaaacchhh"
Ratu lalu menutup telponnya sepihak
Nyonya Alexsandra lalu menatap Cella dalam dan menaik turunkan alisnya sambil memperlihatkan sebuah senyum penuh teka teki
Benar saja, nyonya Alexsandra kini punya sebuah ide untuk menjodohkan Austin dengan Ratu
"Oh good, seperti aku harus menguatkan jantung ku menghadapi oma, jika tidak mungkin aku bisa serangan jantung di usia muda" batin Cella
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
__ADS_1
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻