
"Apa rencana mu sekarang ras?"
"Aku tidak tau Laa, aku bingung apa yang harus aku lakukan sekarang?"
"Apa kau akan tetap bertahan dengan hubungan mu ini?"
Saras diam, bertahan pun bagi nya juga sudah tidak mungkin. Seperti nya dia memang harus hidup membujang seumur hidup
"Tidak La, aku menyerah... Aku sudah lelah bertahan dan terluka... Seperti nya aku akan hidup sendiri selama nya"
"Tidak Ras kau tidak akan sendiri, saat cinta lama pergi mungkin saja cinta baru akan tumbuh kau tidak boleh menutup hati mu"
"Tapi Laa... A-ku.. A"
"A- apa katakan"
"Aku sudah tidak perawan Laa... Aku sudah melakukan itu bersama si brengsekk itu huuaa huuua huua"
"Yakin lah Saras, akan tiba suatu hari nanti yang akan menerima kamu apa ada nya.."
"Ssuuurrff (Saras menarik ingus nya) aku tidak yakin laa... Biarlah aku sendiri dulu"
"Baiklah jika begitu... Apa kau butuh liburan... Atau menikmati waktu sendiri?"
"Hu hu hu... Laila kau memang yang paling tau tentang aku... Senang sekali aku punya teman seperti mu... Apakah tidak masalah jika aku mengambil cuti?"
"Pergilah, biar aku yang bicara dengan Axel"
"Ohh Laila thank you so much much much much"
Saras memeluk Laila erat. Walau mata nya masih terus mengeluarkan air mata namun Saras sudah merasa jauh lebih baik
"Kemana rencana nya kau akan pergi?"
"Mungkin aku akan pergi ke Bali atau Lombok saja, aku ingin bersantai di pantai menikmati matahari terbit dan terbenam dan membakar kulit ku sampai menghitam"
"Lakukam yang kau mau Saras. Ratukan diri mu dengan cara mu sendiri"
"Kau benar Laa, selama ini aku terlalu sibuk untuk bekerja dan memikirkan Ciko. Saat nya aku menjadi diri ku lagi"
"Itu baru Sahabat ku"
"Kau yakin Tuan Axel tidak akan marah kalau aku libur bekerja?"
"Yakin... Dah lah tenang ajaa"
"Hhmm gini nih kalau singa udah ketemu pawang nya"
"Hahahaha"
__ADS_1
"Makasih yaa Laa, loe udah buka mata gue dan gue sekarang sadar kalau cinta gue emang udah hancur sejak lama"
"Sama-sama Ras, Ciko mungkin memang tidak di takdirkan untuk mu... Mungkin saja Lucas yang jadi takdir mu"
"Iihh apa'an sih Laa, Lucas itu laki-laki baik-baik... Masa iya dapat barang bekas kek gue"
"Yaa kalau jodoh siapa yang tau Ras"
"Sudah donk La, loe jangan buat gue jadi berharap"
"Hehehe iyaa maaf"
Keesokan hari nya Saras benar pergi untuk berlibur tanpa diketahui oleh Ciko, Axel atau pun Lucas, bahkan keluarga Saras pun tidak tau Saras pergi kemana dan hanya Laila yang tau itu
Laila pikir Saras butuh privasi jadi Laila membiarkan saja Saras melakukan apa yang dia mau. Dengan sangat kebetulan hari ini Axel ada meeting untuk menyambut salah satu kolega bisnis nya dari Jerman. Axel pun mengatur agar pertemuan itu diadakan di hotel G, salah satu hotel mewah milik Axel dan tempat dimana Saras bekerja
"Biarkan aku masuuukkkkk aaaa buk bukk buukkk"
"Ada apa itu ribut-ribut?"
"Maafkan ketidak nyamanan ini Tuan Axel, kami akan segera mengusir orang tersebut"
Para satpam pun berusaha untuk mengusir seorang laki-laki yang mengamuk dan mencoba untuk menerobos masuk, namun laki-laki itu pantang menyerah dan malah membuat keributan hingga menjadi tontonan orang banyak
Ini tidak bagus, ini akan membuat citra hotel Axel menjadi buruk, begitu pikir Axel. Axel bersama Lucas pun menghampiri laki-laki yang mengamuk itu sekilas Lucas mengenali siapa dia namun untuk apa dia membuat keributan disini, pikir Lucas
"Maaf Tuan, mengapa Anda membuat keributan di hotel ini" ucap Axel
"Siapa kau?"
"Aku adalah pemilik hotel ini"
"Baguslah kalau Anda adalah pemilik hotel ini. Katakan pada semua karyawan Anda agar lebih sopan bersikap pada tamu"
"Baik Tuan, lalu apa gerangan yang Anda inginkan? Apakah Anda salah satu tamu disini?
"Hhhmm aku sebenar nya hanya ingin menemui tunangan ku Saras Indarvati"
"Kalau begitu silahkan saja masuk"
"Maaf Tuan Axel bu Saras hari ini tidak masuk bekerja" ucap salah seorang Satpam
Sejenak Axel berpikir karena dia sama sekali tidak tau kalau Saras saat ini sedang tidak ada di tempatnya
"Nah kau dengar sendiri kan Tuan, Saras saat ini sedang tidak masuk bekerja jadi silahkan Anda pergi dari sini"
"Bohong... Kalian pasti bohong... Saras pasti ada di dalam kan, kalian sengaja membohongi ku"
"Tolong jangan membuat keributan Tuan, Saya bisa bertindak kasar pada Anda jika Anda tidak segera pergi dari sini"
__ADS_1
Axel mulai mengeluarkan mode sangar dimana tatapan matanya seolah bisa langsung menusuk ke arah jantung dan membuat nya berhenti berdetak. Ciko pun ciut dia tidak menyangka orang yang ada di hadapan nya ini dalam sekejab bisa berubah menjadi orang yang sangat mengerikan
Ciko pun pergi dengan sendiri nya tanpa mendapatkan informasi apa-apa tentang Saras
Ketiadaan Saras di hotel ini sekarang sejujur nya membuat Lucas khawatir. Lucas pun dalam diam mulai mencari tau apa gerangan yang membuat Saras tidak masuk bekerja hari ini. Bukan hanya itu Lucas juga menyuruh beberapa orang pengawal untuk mengamati rumah orang tua Saras
"Bagaimana Lucas apa rapat bersama Tuan Anderson tadi sudah kau buat salinan nya"
Hening Lucas tidak menyahut membuat Axel harus membalikan badan dan melihat ke arah Lucas
"Lucas" Axel memanggil sekali lagi namun Lucas masih melamum
Buuuukkkk
Aaauuuu
Axel melempar Lucas dengan buku setebal 5cm. Dengan sangat kebetulan buku itu tepat mengenai kening Lucas hingga sedikit menimbulkan memar
"Maaf Tuan, ada apa?"
"Ada apa kau bilang... Aku bicara pada mu dari tadi tapi kau sama sekali tidak mendengarkan aku bicara"
"Maafkan Saya Tuan"
"Hhuuuffftt" Axel menarik nafas dalam
Sepertinya dia memang harus beristirahat sekarang karena Lucas pun terlihat tidak focus untuk bekerja.
Axel pun pergi meninggalkan kantor dan diikuti dari belakang oleh Lucas. Axel berjalan menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil nya, lalu Lucas pun duduk di kursi supir.
"Kita kemana Tuan"
"Ke manshion"
"Baik Tuan"
Axel memperhatikan Lucas hari ini lebih banyak diam. Lucas tidak bersemangat untuk bekerja seperti hari biasanya
"Apa terjadi sesuatu Lucas"
"Tidak ada Tuan, perjalanan kita benas tanpa hambatan dan mungkin sekitar 15 menit lagi kita akan sampai di manshion"
"Iissh bukan itu yang ku maksud.. Maksud ku ada apa dengan mu, apa kau punya masalah"
"Maaf Tuan, tidak ada, aku baik-baik saja... Terimakasixh sudah bertanya Tuan"
"Kalau memang tidak ada sesuatu kenapa wajah mu murung"
"Huu wajah ku murung begini karena aku khawatir dengan Saras Tuan, Saras tiba-tiba saja menghilang... Aku takut sesuatu yang buruk terjadi pada nya. Ini membuat ku gelisah Tuan, batin ku menjadi tidak tenang" batin Lucas
__ADS_1