
Laila menaiki sebuah transportasi umum yang entah kemana tujuannya Laila tidak tau... Laila melamun dan pikirannya kosong... Sekarang Laila tidak tau harus pergi kemana
Tiba-tiba dari sebrang jalan Laila melihat adiknya Lula sedang bergandengan tangan dengan seorang laki-laki
" Stop pak stop..." Laila menghentikan bus itu secara mendadak...
Untung saja Laila tidak menaiki angkutan umum yang tidak boleh berhenti kecuali di halte bus yang sudah disediakan
Pak sopir pun segera berhenti mendengarkan teriakan Laila... Laila mengeluarkan uang yang tadi diberikan oleh pak Mun dengan pecahan 100.000
" Wah mbak gak ada kembalian " ucap sang supir
Tapi Laila tidak mendengarkan supir itu, Laila malah berlari ke sebrang jalan tanpa perduli dengan lalu lintas yang tengah padat
Tit tit tittttttt
Bunyi klakson yang saling bersahutan karena Laila tidak lagi memperhatikan jalan... Yang Laila lihat hanya lah ke arah mana Lula pergi
" Lulaaaa.... Lulaaa "
Laila berteriak memanggil Lula namun Lula sama sekali tidak mendengar
Lula dan laki-laki yang bersamanya masuk ke dalam sebuah apartemen mewah, Laila terus mengikuti dari belakang... Sampai mereka berdua masuk ke dalam lift Laila masih tak mampu mengejar Lula
Laila kemudian masuk ke dalam lift yang ada di sebelahnya, untung saja apartemen itu punya 2 lift... Laila menekan tombol sama seperti angka yang tertara pada lift yang dinaiki Lula tadi
Dan benar saja tidak lama setelah Lula keluar dari lift Laila juga keluar...
Walaupun langkah Laila sedikit tertinggal jauh tapi Laila masih bisa melihat kemana arah kamar yang dimasuki oleh Lula
Kini Laila tepat berada di depan pintu aparteman 109... Yaa itu memang apartemen milik Austin dan Laila sama sekali tidak tau kalau laki-laki yang bersama Lula adalah Austin adik iparnya
Laila menarik nafas dan menyingkirkan semua keraguannya... Dia sangat yakin kalau yang dia lihat tadi adalah Lula
Ting nong ting nong
Akhirnya setelah menimbang lama, Laila memberanikan diri untuk membunyikan bel... Tak lama pintu pun terbuka dan benar saja, ternyata yang membuka pintu adalah Lula
Laila tersenyum bahagia karena bertemu dengan adiknya, lain halnya dengan Lula. Lula merasa shock bagaimana bisa Laila ada dihadapannya saat ini
__ADS_1
Lula lalu menyeret Laila menjauh dari apartemen Austin dan membawanya ke tempat sepi.
Lula mencengkram lengan Laila dengan kuat hingga Laila meringgis kesakitan
" Sedang apa kau disini heh " ucap Lula kasar
" Lula, aku baru saja diusir oleh ibu mertua ku... Boleh kah aku tinggal dengan mu sebentar ? "
" Whahahahha kau itu memang tidak tau diri... Kau itu memalukan wajar saja jika mertua mu itu tidak mau punya menantu seperti mu... Pergi kau dari sini "
" Lulaa... Aku mohon hanya sebentar... Aku tidak mungkin pulang ke kampung dalam keadaan seperti ini, nanti ibu cemas melihat ku "
" Whahahah ibu... Kau bilang ibu... Bangkai ibu saja bahkan sudah menyatu dengan tanah "
" Jaga bicara mu Lula... Kau tidak boleh bicara kasar tentang ibu "
" Iissh kau ini sama saja seperti ibu... Untung saja ibu sudah mati jadi aku tidak perlu repot mendengar ceramah tidak pentingnya "
" Apa maksud mu Lula ? "
" Kau itu memang bod×oh tidak tertolong... Ibu itu sudah lama mati ahahah "
" Tapi aku selalu mengirim uang untuk ibu, kau bilang ibu pergi ke tempat paman... "
" Sekarang aku sudah tidak butuh kakak seperti mu... Kau sudah tidak ada gunanya lagi untuk ku, jadi kau sekarang eyah dan jangan pernah kembali "
Lula lalu mendorong tubuh Laila sampai tubuh Laila membentur tembok dan Lula kembali berlalu pergi meninggalkan Laila seorang diri
Buliran bening jatuh begitu deras dari matanya... Laila kembali mencerna apa yang tadi dikatakan Lula...
" Tidak... Ini pasti tidak benar... Lula pasti bohong... Yaa aku harus pergi ke tempat ibu "
Laila menghapus air matanya lalu bergegas pergi menuju desa tempat dia dan ibunya tinggal dulu
Laila menempuh perjalanan selama 4 jam untuk bisa sampai ke rumah yang di tempati ibunya. Namun benar rumah itu kosong, rumah itu begitu kotor dan tidak terurus...
" Dimana ibu... Ibu... Ibu... " Laila berteriak seperti orang gila
" Laila " ucap seorang wanita dari kejauhan
__ADS_1
Laila melihat orang itu begitu mirip dengan dirinya... Itu adalah sepupunya Keyla anak dari paman adik dari ibunya
" Keyla " ucap Laila heran
" Kau sedang apa disini ? " lanjut Laila karena yang Laila tau Keyla tinggal di desa sebelah. Desa yang menjadi saksi dimana Laila dan keluarganya pernah diamuk warga dan warga desa itu dengan tega membakar rumah Laila
" Aku baru saja ziarah ke makam bibi... Aku akan pergi menjadi TKW dan akan lama bisa pulang ke Indonesia makanya sebelum aku pergi, aku ziarah ke makam bibi "
" Makam bibi ( Laila heran ) bibi apa maksud mu Key ? "
" Yaa bi Lastri... Ibu mu "
" Apaaahh... Jadi... Ibu ku benar-benar sudah meninggal "
" Hah ( kaget ) jadi kamu tidak tau laa kalau bibi Lastri meninggal ? "
" Huuuaaaa huuuaaa Laila menangis kencang... Ibu... ibu.... " ucap Laila pilu
Kenyataan ini terlalu pahit untuk bisa Laila telan, sungguh Laila tidak sanggup jika harus kehilangan ibunya sekarang... Satu-satunya harapan Laila adalah ibunya... Lula sudah menolak kedatangannya, Axel juga telah pergi dan ibu mertuanya mengusirnya dari rumah... Sekarang Laila meneriman kenyataan pahit kalau ibunya telah tiada
Laila terus berteriak memanggil ibunya sampai tiba-tiba Laila jatuh pingsan... Laila tak mampu lagi mempertahankan kesadarannya semua ini terlalu mendadak untuk Laila
Untung saja Keyla sempat menangkap tubub Laila sehingga Laila jatuh tepat dipangkuan Keyla
Keyla memanggil beberapa warga untuk membantu membawa Laila ke desa sebelah... Keyla membawa Laila ke rumahnya
Laila dan Keyla memang hanya sebatas saudara sepupu namun fisik dan bentuk wajah mereka berdua hampir mirip... Jika tidak jeli Laila dan Keyla terlihat seperti saudara kembar
Bedanya adalah Keyla memiliki kulit sedikit kecoklatan sedangkan Laila putih bersih, Keyla memiliki manik mata berwarna hitam sedangkan Laila berwarna coklat dan tinggi badan Laila sedikit lebih pendek dari Keyla... Hidung mereka pun sedikit berbeda... Hidung Laila mancung dan tirus sedangkan hidung Keyla mancung tapi sedikit lebih bundar di bagian bawah
Sementara di Manshion keluarga Horrison saat ini nyonya besar Alexsandra tengah menikmati minuman teh herbal yang biasa dia minum setiap hari dan tentu saja Grace saat ini masih ada disana
" Mom nanti bagaimana kalau Axel bertanya tentang Laila ? "
Nyonya besar Alexsandra diam sebentar kemudian berkata " kau tenang saja Grace aku sudah menyiapkan rencana bagus agar wanita miskin itu tidak pernah kembali lagi ke dalam kehidupan Axel "
" Hahahaha " nyonya besar Alexsandra tertawa devil sedangkan Grace juga ikut menaikan sudut bibirnya karena berhasil membuat istri Axel pergi dari Manshion ini
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻