
" Apa dok... Anak... Maksud dokter Saya hamil ? "
" Nyonya tidak tau kalau nyonya hamil ? "
Laila menggeleng pelan dengan tatapan mata yang kosong
" Usia kandungan nyonya baru menginjak 5 minggu, saat ini nyonya disarankan untuk banyak istirahat, makan makanan yang tinggi serat dan yang banyak mengandung asam folat... Itu sangat bagus untuk menjaga kekuatan janin di dalam rahim nyonya dan jangan lupa vitamin juga harus diminum serta tolong hindari stres "
Laila pun hanya mengangguk mendengarkan dokter bicara sampai dokter itu keluar dari ruangan Laila
" Apa kau hamil di luar nikah " Ratu bertanya tanpa saringan
" Tidak... Aku punya suami "
Setelah mengatakan itu, Laila menutup wajah dengan ke dua tangannya dan dia mulai menangis tersedu-sedu
" Hei ada apa ? Kenapa kau menangis ? Apa suami mu meninggalkan mu ? "
Laila menarik nafasnya dalam lalu menatap ke arah Ratu dengan wajah yang bermuram durja
" Ceritakan lah, aku akan mendengarkan " ucap Ratu menyakinkan
Laila pun menceritakan apa yang terjadi padanya, saat suaminya pergi dia di usir oleh mertuanya dan tentang kenyataan bahwa ibunya telah tiada lalu adik yang tidak mengakui keberadaannya
" Huuaaa Hmhuuuaaaa huuuuaa Ratu menangis histeris "
" Ternyata di dunia ini ada yang jauh lebih menderita dari aku... hikks hiikks hikks " Ratu terisak
" Kau tau Laila, aku mau bunuh diri karena laki-laki yang aku cintai malah menikah dengan orang lain padahal aku sudah menyerahkan segalanya untuknya tapi dia tetap pergi... Huaa huaa huuaa " Ratu masih menangis histeris
" Hei sudah lah jangan menangis... Nanti kau mengganggu pasein yang lain " ucap Laila sambil menepuk-nepuk pundak Ratu
Bukan kah harusnya disini dia yang harus ditenangkan, kenapa jadi malah Laila yang menenangkan Ratu. Laila kemudian tersenyum kecil
" Lalu sekarang apa yang akan kau lakukan ? " ucap Ratu sambil menarik ingus yang mulai ke luar dari hidungnya
" Awalnya aku berpikiran sama seperti mu Ratu, aku di jembatan itu juga ingin mengakhiri hidup ku... Tapi saat aku tau kalau sekarang aku tengah hamil sepertinya niat itu akan aku buang jauh.
Kau tau Ratu, setelah aku ingat lagi ternyata anak ku ini begitu kuat, hari dimana aku terusir dari rumah mertua ku sebenarnya aku sudah mengalami kram perut bahkan aku saja binggung kenapa sampai janin ini bisa bertahan padahal aku tidak memperhatikan makan ku, aku bahkan terbentur berulang kali... Tapi kau lihat janin ini masih bertahan di rahim ku... Itu artinya anak ini ingin hidup, dia pasti ingin terlahir ke dunia " Laila menitikan air matanya pilu
Bahkan Ratu pun sampai saat ini tidak bisa untuk berhenti menangis, bagaimana mungkin ada orang di dunia ini bisa bertahan dengan hidup yang teramat sulit
" Bukan kah suami mu akan pulang dalam beberapa hari lagi, apa kau akan kembali padanya ? "
" Aku tidak akan kembali "
__ADS_1
" Kenapa ? "
" Aku tidak ingin menjadi penyebab kedurhakaan "
" Apa maksud mu penyebab kedurhakaan ? "
" Ibunya tidak menyukai aku. Aku tidak mau karena kehadiran ku, suami ku kelak akan membangkang dan bertengkar dengan ibunya... Aku tidak mau dia menjadi anak durhaka. Juga aku ingin melindungi anak ini, kalau aku kembali dalam keadaan hamil aku takut mertua ku juga akan menyakiti anak yang sedang aku kandung... Jadi biarlah aku pergi agar semuanya baik-baik saja "
" Hikss hikks hiikks " Ratu tidak bisa berhenti menangis dia pun lalu memeluk Laila erat... Entah mengapa saat ini dia seperti merasakan apa yang Laila rasakan
" Kenapa di dunia ini ada wanita yang baik dan sangat sabar seperti mu Laila " batin Ratu
" Memangnya siapa ayah dari anak ini ? "
Laila tersenyum lalu menjawab
" Ayahnya adalah Axel Harold Horrison "
" Apaaaa " Ratu shock mendengar apa yang diucapkan Laila
" Maksud mu kau adalah istri Axel Harold Horrison ? Raja bisnis yang mendunia itu ? "
Laila tidak lagi menjawab pertanyaan Ratu dan Laila hanya tersenyum kecut... Tapi dibalik senyum itu ada air mata yang diam-diam tumpah. Ini membuat Ratu yakin 100% kalau wanita dihadapannya ini tidak berbohong
" Aku sudah memutuskan aku akan pergi ke Yogja, aku akan meneruskan pendidikan ku dan aku akan kuliah "
" Memangnya apa pendidikan terakhir mu ? "
" SMP "
" HAH " Ratu kembali melongo dibuatnya
Bagaimana mungkin seorang wanita yang hanya lulusan SMP bisa bersanding dengan seorang dari keluarga Horrison... Apa itu masuk akal ?? Begitulah yang di pikirkan Ratu saat ini
Laila tau dan bisa menebak ke mana arah dari pikiran Ratu, tapi Laila tidak perduli... Baginya sudah biasa di rendahkan dan di pandang sebelah mata
" Apa karena itu nyonya Harrold, eemm maksud ku mertua mu tidak menyetujui pernikahan kalian "
" Iyaa benar. Aku hanyalah seorang anak yatim yang miskin dan juga tidak punya pendidikan... Aku adalah aib bagi keluarga suami ku "
Ratu sekarang paham... Dia kembali memeluk Laila erat... Entah kenapa hatinya begitu sangat tersentuh dan sangat ingin membantu Laila
" Laila... Bolehkah aku ikut dengan mu ? "
" Apa maksud mu Ratu ? "
__ADS_1
" Aku ingin ikut dengan mu ke Yogja, dan aku juga ingin mandiri melupakan semua masalah ku disini lalu memulai karier model ku dari awal lagi "
" Kau seorang model ? "
" Tentu saja, lihat lah aku, aku cantik, tinggi dan putih... Kau lihat badan ku semok dan berbobot " ucap Ratu sambil berdiri lalu kemudian memutar tubuhnya dengan gaya yang sedikit erotis
Mereka pun lalu tertawa bersama
" Bagaimana dengan orang tua mu ? "
" Aku akan meminta ijin pada mereka untuk pergi, mereka pasti akan mengijinkan ku "
" Kau yakin ? "
" Tentu saja akau yakin... Mulai hari ini kita adalah teman "
Laila kini memeluk Ratu lebih dulu dan mereka sama-sama mendapatkan ketenangan setelah saling berbagi cerita
" Sebelum pergi, Ratu maukah kau menolong ku ? "
" Apa itu ? "
" Pergilah ke alamat xxxxxxx dan masuk lah ke rumah ku, kuncinya aku sembunyikan diantara pot bunga mawar...
Masuklah ke kamar dengan pintu bertirai hijau lalu carilah berkas pernikahan ku, buku nikah dan kartu keluarga atas nama Dion dan Laila Wulandari "
" Kenapa buku nikah bernama Dion ? "
" Akan aku ceritakan nanti, sekarang yang penting adalah aku harus pergi secepat mungkin sebulum Axel datang dan menemukan aku "
" Baiklah aku paham... Aku akan pergi sekarang "
" Terimakasih Ratu "
Laila pun tersenyum tulus...
" Semoga ini adalah jalan yang terbaik untuk kamu, aku dan orang tua mu... Aku akan merawat anak ini, karena dia adalah satu-satunya alasan mengapa aku harus hidup sekarang " batin Laila
Laila memagang lehernya dan disana masih tersemat kalung permata pemberian Axel untuknya... Itu adalah hadiah pertama dan juga akan menjadi yang terakhir untuk Laila... Untung saja saat kejadian Laila di usir saat itu dia mengenakan baju kaos berkerah tinggi sehingga kalung itu tidak terlihat oleh nyonya besar Alexsandra... Kalau tidak, mungkin saja nyonya Alexsandra akan merampas kalung itu... Laila melepaskan kalungnya dan menyimpan itu di tempat yang aman
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻
__ADS_1