CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
TERUSIR


__ADS_3

Axel kini telah berangkat menuju Jepang menggunakan jet pribadi miliknya. Sementara di Manshion nyonya Alexsandra kini tengah sibuk membicarakan resepsi pernikahan Grace dan Austin yang akan di gelar 2 minggu ke depan


" Mom.. Apa istri Axel benar tinggal di Manshion ini ? "


" Yaa... Tapi tidak lebih cuma sebagai pelayan "


" Maksud mommy ? "


" Kau pikir aku sudi menerima anak miskin yatim itu sebagai menantu di keluarga Horrison "


Mendengar ucapan dari nyonya Alexsandra, Grace menaikan sudut bibirnya


" Lalu dimana dia sekarang mom ? "


" Pak Mun.... " teriak nyonya Alexsandra


" Saya nyonya "


" Dimana anak itu sekarang ? "


" Maksud nyonya adalah nona Laila ? "


" Memangnya kau pikir siapa lagi heh ! "


" Nona Laila saat ini masih tidur nyonya "


" Apaa... Masih tidur kata mu... Issh anak itu benar-benar... "


" Bawakan aku 1 ember air "


" Baik nyonya "


Pak Mun heran untuk apa nyonya Alexsandra meminta 1 ember air, tapi pak Mun tetap melaksanakan perintah dari majikannya ini


Nyonya Alexsandra meminta pak Mun untuk membawa ember yang berisi air itu ke kamar Laila


" Pak Mun buka " perintah nyonya besar sambil menunjuk ke arah pintu kamar Axel dan Laila


Pak Mun patuh dan membuka pintu, saat pintu terbuka terlihat Laila masih memejamkan mata dengan selimut yang menutupi tubuhnya


" Cihh dasar pela×cur kau... Kau menjual tubuh mu pada putra ku "


Grace yang melihat kondisi Laila yang berantakan pun merasakan sakit di hatinya... Grace yang telah lama mencintai Axel namun Axel tak pernah sedikit pun menyentuh tubuhnya


Sekarang nampak jelas di mata Grace, ada seorang wanita yang terkulai lemas karena habis bercinta dengan Axel


" Byaaaarrr "

__ADS_1


Nyonya besar menyiram muka Laila dengan 1 ember penuh air


Sontak saja itu membuat Laila langsung terbangun karena kesulitan untuk bernafas


" Dasar tidak tau diri, cepat kerjakan pakerjaan mu... Kau tinggal di Manshion ini bukan untuk tidur " bentak nyonya besar pada Laila


Laila masih mengumpulkan sisa kesadarannya... Jujur saja Laila tidak begitu menanggapi ucapan dari nyonya besar Alexsandra kerena kini kepalanya kembali berdenyut dan perutnya seperti diamuk oleh ribuan masa


Nyonya besar keluar dari kamar Laila di ikuti oleh Grace dan juga pak Mun... Pak Mun sebenarnya ingin membantu Laila tapi melihat nyonya besar yang terlihat sangat murka pak Mun mengurunkan niatnya


Tepat saat nyonya besar sudah keluar Laila benar-benar tak sanggup menahan gejolak yang ada di perutnya... Laila bergegas menuju kamar mandi dan memuntahkan seluruh isi perutnya


" Hooeeekk... Hooeekk... Hoooeekk "


Begitu sampai seluruh isi perut Laila menjadi kosong... Laila menyusutkan dirinya di tembok, mencoba mencari sisa kekuatannya


Setelah sedikit mendingan, Laila membersihkan diri. Tapi ketika ingin memakai baju pelayan Laila lupa kalau baju itu kemaren ia masukan dalam kantong loundry dan mungkin baju itu sudah dibawa pergi sekarang


Akhirnya Laila terpaksa memakai baju kaos biasa dengan kerah yang tinggi lalu memakai celana jens


Laila segera pergi ke ruangan tempat biasa menyimpan alat-alat kebersihan... Laila mengambil sapu, kain pel, kemoceng dan lap...


Laila mulai menjalankan tugasnya sebagai pelayan seperti biasa. Laila mulai menyapu ruangan belakang di dekat taman dan meletakan ember beserta kain alat pel tepat disisi lain di dekat dinding


Grace melihat Laila yang mulai melakukan pekerjaan itu terbesit niat untuk sedikit menjahili Laila


" Auuu " Grce menjerit kesakitan saat menendang ember berisi air


Tentu saja sakit Grace disini hanya pura-pura...


" Heh kalau kerja tuh yang benar... Jangan taro ember sembarangan "


" Maaf tapi aku meletakan itu disudut sana sama sekali tidak mengganggu jalan "


" Kau berani pada ku heh "


Grace lalu menjambak rambut Laila dan mengguncangkan nya ke kanan dan ke kiri. Tindakan Grace ini memicu mual di perut Laila kembali bergejolak


" Tolong hent..iikaan " ucap Laila terbata karena saat ini dia benar-benar ingin muntah


Tapi Grace melihat Laila tersiksa malah semakin bertambah keinginannya untuk membuat Laila tambah tertekan hingga sampai pada akhirnya Laila tak mampu lagi menahan gejolak di perutnya dan " hooeekkk " Laila muntah tepat mengenai baju Grace


" Iyuuuuhhhh... Isshhh... Kau ini sengaja heh " bentak Grace sambil berteriak dan mendorong tubuh Laila


Laila pun kehilangan keseimbangan dan terjatuh tersungkur di lantai namun untung saja Laila masih bisa mengendalikan dirinya hingga ia tidak terlalu terhempas keras


" Ada apa ini Grace " ucap nyonya besar

__ADS_1


Nyonya besar mendengar ada suara ribut-ribut di Manshion segera menghampiri dimana asal keributan itu dan nyonya besar melihat saat ini Grace sedang marah-marah pada Laila


" Mom lihat lah... Wanita miskin ini sudah mengotori pakaian ku "


" Maafkan aku nyonya " ucap Laila dengan deraian air mata


Nyonya Alexsandra tidak sedikit pun iba melihat keadaan Laila saat ini, dia justru senang melihat Laila semakin tidak berdaya seperti sekarang


Nyonya besar Alexsandra berjalan mendekati Laila namun tiba-tiba nyonya besar tergelincir karena ember yang tadi ditendang oleh Grace membuat air di dalamnya ikut tumpah


" Aaaauuuu " nyonya besar merintih kesakitan


" Dasar anak siaaaalllaaa×n " teriak nyonya besar


Nyonya besar Alexsandra kemudian menjambak rambut Laila dan menyeretnya ke luar dari Manshion


" Ampunn... Nyonyaa... Ampun.... Maafkan aku "


Nyonya Alexsandra seolah tuli, dia tidak memperdulikan ucapan Laila yang saat ini meringis kesakitan...


Pak Mun pun juga tidak dapat berbuat apa-apa... Beliau hanya bisa melihat adegan penyiksaan ini tanpa mampu untuk menolong


" Keluar kau berengsek... Dari awal wanita miskin yatim piatu seperti mu memang tidak pantas ada di dalam Manshion ku... Keluar dan jangan pernah injakan kaki mu lagi disini "


Deg


Jantung Laila seperti berhenti saat ini juga, sungguh penghinaan ini entah mengapa begitu menyayat hati Laila... Laila tak bisa berhenti menangis tersedu... Dengan sisa kekuatannya Laila menyeret kakinya pergi menjauh dari Manshion megah keluarga Horrison


" Nona Laila... Nona "


Dari kejauhan ada yang memanggil nama Laila... Laila pun menengok ke belakang dan ternyata itu adalah pak Mun


" Nona... Maafkan Saya karena tidak bisa menolong Anda... Ini ambillah ini nona ini akan sedikit membantu Anda walau pun tidak banyak "


Pak Mun menyerahkan sebuah amplop berisi uang miliknya... Nyonya besar Alexsandra mengusir Laila dari Manshion tanpa membawa apa pun hanya sepasang baju yang melekat di tubuh Laila yang Laila bawa bersamanya saat ini


" Tidak usah pak Mun... Simpan saja ini "


" Jangan nona... Gunakan lah ini... Saya mohon " ucap pak Mun tulus


Laila pun mengangguk dan mengambil uang pemberian pak Mun... Sebenarnya pak Mun sangat kasian pada Laila, Laila bagi pak Mun adalah anak yang baik, penurut dan cepat belajar hal yang baru... Tapi entah mengapa nyonya besar tidak mampu melihat itu semua dan memandang Laila sebelah mata


Laila menengok sekali lagi ke belakang, melihat rumah besar nan megah bak istana... Kini dia benar-benar harus pergi... Dengan isakan tangis yang pilu Laila terus melangkah menjauh sampai kakinya tak mampu lagi untuk berjalan... Laila terduduk lemas


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...

__ADS_1


Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻


__ADS_2