
Axel membawa Laila ke sebuah restoren mewah. Seluruh restoran itu telah disewa oleh Axel hingga hanya ada Laila dan Axel disana.
Axel benar-benar menyulap tempat itu menjadi tempat yang indah, disepanjang jalan kaki Laila menginjak Lantai maka disana ada taburan kelopan bunga mawar, lilin-lilin disusun sedemikian rupa membentuk bentuk love ❤. Laila benar-benar kagum melihat semua ini, Axel memang pintar membuat hati Laila melambung tinggi
Axel menarik kursi dan mempersilahkan istri cantiknya untuk duduk, Axel juga kemudian duduk berseberangan dengam sang istri. Tak lama setelah itu datang makanan yang sangat mewah dan bertabur emas 24 karat sungguh bagi Laila ini adalah pemborosan, tapi karena Laila tidak ingin mengecewakan perasan Axel makanya ia tidak mengatakan itu.
"Apa kau suka sayang"
"Yaa aku sangat suka" ucap Laila sambil tersenyum
"Aku senang melihat mu bahagia sayang"
Axel menjentikan jarinya, setelah itu datang seorang pelayan dengan membawa kotak yang sangat indah. Pelayan itu memberikannya kepada Axel
"Aku punya sesuatu untuk mu"
"Apa ini ?"
"Buka lah sayang"
Laila lalu membuka kotak itu dan mendapati benda yang tidak asing untuknya
"Axel ini... ?"
"Yaa sayang, itu adalah kalung permata milik mu"
"Tapi bagaimana bisa ada pada mu ?"
"Kau pikir bagaimana ?"
"Iissh ini pasti ulah Cella"
"Jangan marah sayang, karena ulah Cella ini lah aku bisa bersama lagi dengan mu, karena itulah aku membuatkan kalung yang sama dengan mu khusus untuk Cella... Kalung ini hanya kau dan Cella yang punya tidak ada yang lain lagi... Sama seperti hati ku yang hanya ada untuk kalian"
Makan malam itu berjalan dengan baik, Axel juga mengajak Laila berdansa lalu setelah puas Axel membawa Laila pulang kembali ke manshion. Laila yang memang sudah kelelahan pun langsung tertidur setelah membersihkan diri
Cup
Axel mengecup singkat kening Laila baru setelah itu dia ikut berbaring di samping sang istri sambil memeluknya
Keesokan pagi saat Laila bangun, dia sudah tidak mendapati Axel disampingnya. Laila lalu melihat jam yang tergantung indah di dinding saat ini sudah menunjukan pukul 8
"Astaga... Aku kesiangan" ucap Laila sambil menepok jidat
Entah mengapa Laila merasa kalau perutnya sangat mual. Laila pun bergegas pergi ke kamar mandi dan memuntahkan semua cairan yang ada di dalam perutnya
Huuueeekkk huueeekk huueekk
__ADS_1
"Astaga, apa aku keracunan emas tadi malam, aduh perut ku jadi tidak enak... Lagian siapa sih yang bikin ide emas pakai dimakan segala" ucap Laila menggerutu
Laila merasa tubuhnya sangat lemah dan kepalanya pun sedikit pusing, karena itu dia tidak ingin berlama-lama di kamar mandi
Cukup 10 menit Laila membersihkan diri setelah itu dia segera berpakain dan ingin langsung mengisi perutnya
"Selamat pagi nyonya" ucap Saidah
Saidah adalah kepala pelayan di Manshion Axel. Dia baru mengikuti Axel selama dua tahun dan baru tau kalau ternyata sang Tuan sudah mempunyai istri dan juga anak
Sebagai pelayan yang setia, Saidah berusaha melayani Tuan dan nyonya nya dengan baik, memastikan setiap pelayan yang ada di Manshion telah melaksanakan tugasnya dengan baik juga memenuhi semua kebutuhan Tuan dan nyonya yang ia layani
"Anda mau langsung sarapan nyonya ?"
"Kau masak apa Saidah ?"
"Hari ini menu sarapan nya cuma salad dan omelet nyonya"
Laila tidak menjawab dia malah mengerucutkan bibirnya seolah tidak berselera
"Apa Anda ingin masakan yang lain nyonya, kami akan menyiapkannya untuk Anda"
"Tidak perlu, Saidah kau siapkan saja supir aku ingin makan bubur ayam yang di perempatan jalan"
"Biar kami yang membelinya nyonya"
"Tidak usah Saidah, aku memang ingin keluar, ada susuatu yang lain yang ingin aku beli"
Saidah pamit undur diri dari hadapan Laila, Laila pun naik lagi ketas mengambil tas dan dompet miliknya
"Nyonya mobil dan supir Anda telah siap"
"Yaa... Terimakasih Saidah"
"Sama-sama nyonya"
Laila pun menaiki mobil dan menuju tukang bubur ayam yang Laila maksud tapi ternyata pedagang itu tidak berjualan hari ini
"Maaf nyonya sepertinya pedagang itu memang tidak berjualan karena gerobaknya pun tidak ada"
"Yaa sudah, kau antarkan aku ke minimarket saja pak... Ada sesuatu yang ingin aku beli"
"Baik nyonya"
Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit mobil yang Laila tumpangi pun telah sampai di sebuah minimarket
Laila mengambil troli dorong lalu mulai memasukan beberapa cemilan dan buah-buahan segar...
__ADS_1
"Iishh kenapa aku belanja ini semua" batin Laila bingung
Jelas Laila bingung, dia ini bukan penggemar cemilan tapi saat ini isi troli nya malah penuh dengan berbagai cemilan mulai dari keripik singkong, keripik kentang dan juga jenis kacang-kacangan
Karena sudah terlanjur Laila pun langsung menuju kasir dan membayar semua belanjaannya. Tanpa disadari oleh Laila ada sepasang mata yang tengah mengawasi gerak geriknya di minimarket itu
Sepasang mata itu adalah milik Lula, yaa suatu kebetulan sekali Lula juga ada disana. Lula memperhatikan penampilan Laila yang berubah menjadi lebih cantik dan elegan
"Cih... Ternyata kau hidup dengan baik yaa kakak ku sayang... Apa kau bahagia sekarang... Maka aku akan merebut kebahagian itu, kita lihat saja nanti" Lula bicara pada dirinya sendiri
Setelah Laila membayar semua belanjaannya dia kembali ke dalam mobil dan ingin segera pulang ke Manshion. Entah kenapa Laila merasa kalau pusing di kepalanya semakin menjadi jadi karena itu lah Laila memutuskan untuk pulang saja
"Apa Anda sakit nyonya" ucap sang supir karena melihat Laila wajah Laila yang memucat
"Tidak apa, kita pulang saja sekarang"
"Baik nyonya"
Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibukota. Supir Laila memperhatikan kondisi Laila melalui kaca spion karena jujur saja supir itu takut jika terjadi sesuatu pada sang nyonya. Karena itu sama saja dengan mengantarkan sendiri nyawa ke kandang singa
Laila menyandarkan kepalanya pada sandaran di kursi mobil sambil memejamkan mata. Rasa pusing di kepalanya semakin menjadi jadi. Jika Laila membuka mata maka seketika itu juga dunia yang ada disekitarnya berputar putar hingga membuat pandangan nya menjadi kabur
"Apa Anda mau Saya antar ke rumah sakit nyonya ?"
"Tidak pak, kita pulang saja"
Sang supir berhenti bertanya dan terus melajukan mobil menuju Manshion. Ketika mobil itu telah tiba Laila segera keluar tanpa menunggu sang supir membuka pintu.
Laila berjalan sedikit sempoyongan, untung saja ada Saidah disana dan menangkap tubuh Laila dengan cepat
"Nyonya Anda kenapa ?"
"Tidak apa, bantu aku ke kamar"
"Baik nyonya"
Saidah memopong Laila menuju kamarnya di lantai dua namun baru saja menaiki setengah anak tangga. Tubuh Laila ambruk, beruntung Saidah dengan sigap menangkap tubuh sang nyonya, jika tidak mungkin saja Laila sudah jatuh dan berguling jatuh dari tangga
"Hei tolong, cepat tolong... Nyonya pingsan"
Saidah berteriak memanggil para pelayan yang lain. Para pelayan yang mendengar sang nyonya pingsan langsung bergegas menghampiri dan langsung membawa nyonya ke kamar utama
Saidah langsung menelpon dokter Malvin, dokter pribadi keluarga Horrison. Setelah itu Saidah mencoba menghubungi Tuan Axel
Pada deringan pertama Axel tidak menjawab sampai pada deringan ketiga baru telpon itu tersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻