
Cup
Saat Laila masih asyik dengan kebimbangannya Dion sudah lebih dahulu melakukan serangan fajar
Dion melakukannya dengan sangat lembut dan perlahan, membuat Laila terbuai dan menikmati setiap sentuhan tangan dan bibir Dion
" Sayaaang.... Aku akan memulainya... " bisik Dion parau
Laila pun mengangguk pelan, tanda bahwa dia menginginkan hal yang lebih
" Aaauuuhhhh " jerit Laila tertahan
Laila tak mampu menahan rasa sakit... Dia mencengkram kuat sprei dan menggapai apa pun yang bisa dia gapai
Aduuhh sakit... Rasanya sungguh sakit pikir Laila hingga tak terasa buliran bening jatuh dari pelupuk matanya
" Bertahan lah sayaang... Sedikit lagi " bisik Dion sambil mengecup mata Laila yang mengeluarkan air mata
" Ahhh sial kenapa susah sekali... Goa mu sempit sekali sayang " pikir Dion
Dion mencoba menghentak sekali lagi namun senjatanya tetap tidak bisa menembus goa milik Laila
Sampai pada hentakan yang ketiga Dion melakukannya dengan sekuat tenaga " Ahhhh " mereka melengkuh bersamaan dan darah segar pun mengalir dari dinding goa milik Laila tanda bahwa Dion sudah berhasil menembusnya....
" Dioonn " lirih Laila
" Ya sayaang.... Aku mencintai mu "
Dion mulai menggerakan pinggulnya perlahan.. " Ahh ahh ahh " membuat mereka mengeluarkan suara laknat bersamaan....
Sampai tiba dimana Dion ingin menyemburkan lahar panas...
Dion pun mulai memepercepat ritmenya dan byyaaar lahar itu menyembur dengan sangat hebatnya membuat Laila pun ikut mengerang merasakan sensasi hangat mengalir di rahimnya
" Terimakasih sayang " ucap Dion dan dia pun merebahkan diri di samping tubuh Laila...
Laila yang juga sudah kelelahan hanya tersenyum dan mengangguk dengan mata yang sudah terpejam
" Tidur lah sayang dan mimpikan lah aku "
__ADS_1
Cup
Dion mendarat kecupan di pipi Laila namun sang target sudah tak dapat memberi respon apa-apa karen sudah terlelap menjauh ke alam mimpi
" Tidaaak tidaaakkk apa yang kau lakukan jangaaannn...... tolong berhenti.... "
Laila mendengar Dion berteriak dalam tidur nya
" Mas... Mas... Bangun mas... Mas kenapa.. " ucap Laila sambil mengguncang tubuh Dion
Dion pun membuka matanya dan segera duduk, hal pertama yang ia lihat adalah istri cantiknya lalu dia pun tersenyum
" Mas kenapa... Mas mimpi buruk? "
" Tidak Laila aku tidak apa-apa "
" Apa yang tidak apa-apa mas... mas sampai keringatan gitu.. "
" Sudahlah ayo tidur dan tolong peluk lah aku "
Mendengar ucapan Dion yang begitu tulus Laila pun patuh dan memasrahkan dirinya di peluk erat oleh sang suami
Dion memeluk erat Laila dan dia pun menyadari sesuatu kalau Laila tidak menggunakan benang sehelai pun dan itu membuat senyum devil kembali terbit di bibirnya
Tangan Dion pun saat ini mulai tidak bisa dikendalikan dia mulai mencari cocho chip coklat kesukaannya dan meremas-remasnya dengan halus
" Mas sudah, Laila capek mas " ucap Laila dengan suara yang sedikit serak
Hal ini tentu saja bukan membuat Dion berhenti melainkan membuat Dion menjadi tambah berna××u
Seketika Dion membalik tubuh Laila dan membuat Laila berada dibawah kukungannya
1 2 3 pertukaran peluh itu pun kembali terjadi dan malam itu kembali berjalan dengan syahdu dan kesyahduan itu baru berakhir ketika jam sudah menunjukan pukul 5 pagi
" Bu... Lula berangkat sekolah dulu... "
" Iyaa Lula kamu hati-hati di jalan... "
Saat Lula ingin pergi ke sekolah, Lula memandang ke arah kamar Laila namun tidak ada tanda-tanda sang empunya kamar akan keluar membuat Lula menjadi sangat kesal
__ADS_1
" Awas saja kau Dion sebentar lagi juga kau akan jadi milik ku " batin Lula sambil mengembangnkan senyum jahatnya
Bu Lastri yang melihat anaknya belum keluar dari kamar tak mau menggangu.... Tentu saja bu Lastri sangat paham apa yang mereka lakukan... Apalagi bu Lastri sempat mendengar suara erangan Laila dan Dion membuat bu Lastri geleng-geleng kepala dibuatnya
" Huh dasar anak muda " ucap bu Lastri sambil tersenyum ceria
Bu Lastri pun memasak beberapa masakan kesukaan Laila dan menaruhnya di atas meja...
Setelah selesai, bu Lastri pergi karena hari ini adalah jadwal pengajian ibu-ibu di surau
Bu Lastri meninggalkan sebuah memo untuk Laila dan Dion agar mereka tidak khawatir terhadapnya
" Uuuhhh " lengkuh Laila sambil mengerjap-ngerjapkan matanya
Laila merasakan seluruh tubuhnya sakit dsn seperti tertindih... Laila melihat ke arah perutnya ternyata ada sesosok lengan kekar sedang melingkar di perutnya
Perlahan Laila memcoba untuk melepaskan diri namun nihil Dion malah makin mempererat pelukannya
" Aduh bagaimana aku bisa bebas " gumam Laila
" Kau takan pernah bisa bebas apalagi lepas dari ku sayang... "
" Dion kau sudah bengun? " ucap Laila kaget
" Tentu saja aku dan adik ku sudah bangun "
" Apah... Adikk... maksut mu adik ku Lula "
" Bukan sayang "
Dion pun meraih tangan Laila dan menuntunnya ke tempat benda pusaka miliknya
AAAAAAAAAAA
Teriak Laila karena dia belum terbiasa dengan palu tumpuk menyembur lahar itu
Dion yang melihat wajah kaget Laila pun tertawa terbahak-bahak
Hahahha
__ADS_1
Sungguh pagi yang sangat indah pikir Dion
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=