CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
MERASA BAHAGIA KEMBALI


__ADS_3

"Bayu kau besok gantikan aku pergi ke Jepang, ada sedikit masalah disana"


"Tuan kenapa harus aku ?"


"Aku yakin kau mampu menanganinya"


"Bagaimana jika aku gagal Tuan ?"


"Tidak... Aku yakin kau pasti bisa"


"Baik Saya akan menggantikan tugas Anda di Jepang"


"Yaa, kau akan disana selama 2 bulan... Aku percayakan semua pada mu"


Sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Austin hari ini juga Bayu berangkat ke Jepang. Ini pertama kalinya Bayu melakukan perjalanan bisnis tanpa Austin, itu artinya Bayu sudah berhasil menjadi tangan kanan orang kepercayaan Austin sekaligus menjadi sahabat jika tidak dalam urusan pekerjaan.


Ini adalah akhir pekan, jadwal untuk Austin berkunjung ke tempat Grace di rawat. Tidak ada perubahan sedikit pun pada Grace dia masih sama seperti enam tahun yang lalu. Jujur hati kecil Austin sangat berharap ada keajaiban yang membawa Grace kembali menjadi dirinya dan ingin memulai semuanya dari awal lagi bersama Grace.


"Sudah lah Ratu, kenapa kau masih saja menangisi Bayu ?"


"Huaa huuaa Nina... Aku tidak mungkin bisa melupakan Bayu, sebanyak apa pun Bayu menyakiti dan sebesar apa pun kesalahan nya aku masih saja mengingat dia"


"Issh kau ini membuat telinga ku sakit, setiap hari kau datang ke tempat kerja ku hanya untuk menangis... Astaga apa kau ingin menjadi salah satu pasein di rumah sakit ini"


"Jika itu bisa membuat aku melupakan Bayu, maka aku rela tinggal disini"


"Astaagaaa... Kau ini benar-benar yaa.... Minggir aku mau periksa pasein dulu"


"Ikuuuutttt"


"Astaaggaa... Kalau kau ikut pasein ku akan merasa takut coba kau lihat mata mu itu seperti apa"



Sumber :by Google


Ratu lalu melihat penampilan mukanya di depan cermin


"Astagaa, maskara ku luntur... Tunggu aku, aku cuci muka sebentar"


"Buruaan...."


"Iyaa yaa bentar... Galak amat sih jadi dokter"


"Iisshh menyusahkan sekali"


"Yaa udah ayoo... Lets go"


Nina dan Ratu pun keluar dari ruangannya untuk memeriksa keadaan pasein Nina di rumah sakit jiwa B, separuh saham rumah sakit itu adalah milik keluarga Horrison.


Itu karena Austin ingin Grace mendapatkan perawatan yang baik dan suasana nyaman di rumah sakit itu. Karena itu lah Austin tak segan-segan untuk merogoh kantong yang lebih dalan agar istrinya ini merasa nyaman


Tanpa sengaja saat di koridor Austin berpapasan dengan dokter Nina dan Ratu


"Selamat pagi pak Austin" ucap Nina membari salam

__ADS_1


"Hhhmm"


"Isshh sombong sekali" Ratu bergumam pelan


"Hey aku mendengar mu nona"


Ratu acuh dan meemaling kan muka


"Dasar tidak sopan"


"Terimakasih atas pujiannya Anda Tuan"


Dokter Nina mengulum senyum mendengar pertengkaran kecil keduanya


"Eehhmm apa kalian sudah selesai acara saling pujinya ? Jika sudah Saya ingin memeriksa keadaan nyonya Grace Tuan, apa Anda juga mau kesana ?"


"Yaa"


"Baiklah, kalau begitu mari"


Austin, Ratu dan dokter Nina berjalan beriringan menuju ruangan dimana Grace dirawat, begitu Austin membuka pintu ruangan Grace, terlihat disana Grace sedang duduk termenung memandang ke luar dinding kaca yang menghadap langsung ke taman


"Baby, aku datang"


Grace tak menyahut, seperti biasa dia hanya diam seperti patung


"Nyonya Grace selamat pagi" sapa dokter Nina


Dokter Nina pun memulai pemeriksaan rutinnya pada Grace dan mengatakan kalau kesehatan fisik Grace tetap dalam keadaan sehat seperti biasa. Setelah itu Ratu dan Nina pamit pergi dari ruangan itu


"Kami permisi dulu Tuan Austin"


"Yaa"


"Beib lihat lah aku membawakan makanan kesukaan mu... Kau makan yaa, aku akan menyuapi mu"


Ratu masih bisa mendengar kalimat Austin saat dia dan Nina keluar dari ruangan Grace


"Seandainya dulu Bayu setia seperti Austin, mungkin aku dan Bayu pasti sekarang sudah hidup bahagia" batin Ratu


"Nina... Sebanarnya apa yang terjadi pada istri Austin, kenapa dia bisa seperti itu ?"


"Entahlah aku juga tidak tau pasti, tapi dari yang aku dengar Grace itu depresi setelah ia mengalami keguguran"


"Astagaa kasihan sekali, dia pasti sangat mengharapkan kehadiran anak itu sampai dia jadi depresi seperti sekarang"


"Iyaa, seharusnya Grace itu bisa sembuh karena suaminya memperlakukan dia dengan baik, pengobatan yang kami berikan pun juga pengobatan yang terbaik tapi aku heran sepertinya Grace memang tidak ingin kembali pada kenyataan"


"Iyaa kau benar, Austin itu memang sangat setia"


"Ciyeeee yang muji-muji Tuan Austin jangan-jangan suka yaa"


"Iihh gak banget, dia kan udah punya istri"


"Kalau cowoknya kayak Tuan Austin mah aku mau koq jadi bini kedua"

__ADS_1


"Idiihh sana... Buruan daftar jadi bini kedua"


Hahahahha


Ratu dan Nina pun tertawa bersama


Kini waktu sudah menunjukan pukul 5 sore itu artinya sudah hampir seharian Austin menemani Grace. Setiap Austin berkunjung dia akan membersihkan tubuh Grace terlebih dahulu, menyuapkan Grace makan, setelah itu Austin akan menceritakan banyak hal pada Grace tentang apa yang Austin lalui belakangan. Atau jika Austin bosan bercerita dia akan membaringkan Grace di tempat tidur setelah itu Austin juga akan berbaring disana


Austin akan memutarkan film-film yang dulu Grace suka melalui layar proyektor dan Austin akan membawa Grace masuk ke dalam pelukannya. Sungguh perlakukan Austin ini adalah perlakukan manis dari seorang suami kepada istrinya


"Beibh aku pulang dulu yaa, nanti aku akan menemani mu lagi"


Cup


Austin mengecup puncak kepala Grace kemudian pulang.


"Aiiss sial sekali kenapa ban nya kempes" ucap Ratu sambil menendang ban mobil nya yang kempes


Austin melihat dari kejauhan, sepertinya Ratu terlihat sangat kesal. Austin pun berjalan mendekati Ratu


"Hallo nona Artawijaya"


Ratu menengok sebentar kemudian kembali memalingkan muka


"Waahh ternyata kau ini sombong juga yaa, sepertinya kesombongan mu itu akan memberikan pengaruh buruk untuk keponakan ku, sebaiknya aku harus memperingatkan Axel agar melarang putrinya terlalu dekat dengan orang sombong"


"Apa maksud Anda Tuan muda Horrison" ucap Ratu sambil bertolak pinggang


"Loh benar kan, orang sombong itu harus dijauhi... Bisa-bisa keponakan ku yang manis itu tercemar pengaruh buruk dari mu"


"Heh... Aku ini adalah bundanya Cella... Aku yang melihat tumbuh kembangnya dan aku juga yang membantu membesarkannya dengan kedua tangan ku, apa hak mu mengatakan kalau aku ini adalah pengaruh buruk untuk Cella haaah"


"Iissh suara mu cempreng juga yaa ternyata"


"Apa cempreng... Kau bilang suara ku cempreng.... Waaaah Tuan muda Horrison ini sepertinya memang mencari masalah dengan ku"


"Tidak... Aku tidak ingin membuang waktu meladeni wanita aneh seperti mu"


"Yaaakkk baru beberapa menit kita bertemu kau sudah menghina ku sebanyak 3 kali Tuan muda Horrison, pertama kau bilang aku sombong, kedua kau bilang suara ku cempreng dan ketiga kau bilang aku wanita aneh... Aku akan membuat perhitungan dengan mu, kau tunggu saja pembalasan ku"


Ratu kemudian pergi meninggalkan Austin


"Ckckckck" Austin tiba-tiba tertawa kecil, ini pertama kali setelah sekian lamanya Austin merasa bahagia


Entah kenapa pembicaraan nya dengan Ratu tadi membuat satu sudut di hati kecil Austin menjadi merasa bahagia.


"Hey ada apa ini, mengapa semenyenangkan ini menggoda wanita itu... Ahhh sudah lah"


Austin lalu masuk ke dalam mobilnya, dia lelah dan ingin segera pulang untuk beristirahat


Saat mobinya sudah keluar dari parkiran dia masih melihat Ratu berdiri di depan rumah sakit dengan sebuah hp di tangannya dan dengan ekspresi muka yang terlihat sangat kesal.


Tanpa sadar Austin melengkungkan sebuah senyum melihat ekspresi kesal dari Ratu


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...


Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻


__ADS_2