CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
DIGANTUNG


__ADS_3

Air mata Keyla langsung luruh tatkala melihat sosok yang terbaring di atas ranjang dengan semua peralatan medis yang tertancap


"Hikkss hiikkss maafkan aku. Maafkan, ini semua salah ku, aku yang membuat mu begini hikks hiiks hiikk"


Dengan langkah perlahan Keyla mendekati tubuh Laila dan dengan air mata yang masih terurai.


Walau pun dia tidak bisa mengingat apa yang terjadi di masa lalu nya. Tapi entah mengapa ada sudut hati Keyla yang terluka saat melihat Laila seperti itu


Keyla kini yakin bahwa dia dengan orang yang bernama Laila ini punya hubungan dekat. Perasaan ini berbeda saat dia pertama kali bertemu dengan Lula dulu


Entah Lula atau Lucas yang berkata jujur, Keyla tidak tau mana yang harus dia percaya. Saat ini Keyla hanya mengikuti kata hati nya saja


Saat sudah sangat dekat dengan Laila, refleks Keyla ingin memeluk tubuh itu namun tangan Keyla langsung di tepis oleh Axel


"Jauhkan tangan kotor mu dari istri ku"


Sakit


Kata-kata Axel sungguh menyakitkan untuk Keyla dengar sekarang


A-kuu (Keyla terbata)


"Kau sudah bertemu dengan istri ku kan, sekarang kau boleh pergi dari sini"


"Tapi aku hanya ingin"


"Lucasss"


Belum juga Keyla menyelesaikan kalimat nya, Axel telah memerintahkan Lucas untuk kembali membawa Keyla pergi dari sana


"Nona Keyla, Saya mohon kerja sama nya"


Keyla menatap dalam pada Lucas, lalu kembali menatap Laila sekali lagi


Kenapaaaaa?


Kenapa dia harus terlibat dalam situasi serumit ini. Perasaan ini begitu sakit untuk bisa dimengerti, begitu batin Keyla benar-benar terasa pilu


Keyla pun patuh, Axel telihat sangat marah padanya. Jujur saja Keyla menaruh hati pada Axel saat pertama kali bertemu


Keyla pikir Axel benar adalah suami nya, tapi ternyata dia salah. Hari ini dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Axel sangat mencintai Laila


Lucas dan Keyla kini sudah berada di dalam mobil. Lucas akan mengantar Keyla kembali pulang ke manshion Horrison

__ADS_1


"Lucas tolong jangan antar akuĀ  ke manshion"


Lucas diam tanpa mau menanggapi


"Lucasss, ku mohon"


"Lalu kau mau pulang kemana?"


"Apa orang tua ku masih hidup?"


"Yaa"


"Bisa antar aku kesana?"


"Perlu waktu setidaknya empat jam untuk bisa sampai ke rumah orang tua mu. Aku tidak punya waktu untuk itu"


"Aahh maaf, aku tau kau sangat sibuk"


Keyla pun menjadi murung. Lucas memperhatikan wajah murung Keyla, Lucas pun tau kalau Keyla itu sebenarnya orang baik. Dia hanya bertemu dengan orang yang salah saja


"Pulang lah dulu ke Manshion Horrison, besok akan ada orang yang mengantar mu pulang ke kampung"


"Benarkah"


Pantas saja Cella begitu ketus pada nya, ternyata alasan nya karena ini


"Lucas aku tidak bisa pulang kesana, aku terlalu malu untuk bertemu Cella dan orang yang aku pikir adalah mertua ku"


Lucas pun bisa mengerti situasi Keyla saat ini. Dengan cepat Lucas mengubah jalur dan menempatkan Keyla di salah satu hotel


Setelah reservasi kamar, Lucas membiarkan Keyla sendiri dan dia kembali ke kantor untuk melanjutkan tugas nya


"Ingat besok akan ada orang yang mengantar mu pulang"


"Baik, aku mengerti"


Setelah mengatakan itu tanpa basa-basi Lucas pun segera angkat kaki dari sana


Sementara di Manshion milik Axel, Saidah yang mendapatkan tugas untuk mengasuh Amar pun cukup senang dengan pekerjaan nya


Amar anak yang tidak rewel dan mudah diajari sesuatu


Saat ini Amar sedang sibuk dengan peralatan mewarnai. Saidah memberikan Amar sebuah kuas dan juga cat air serta media untuk Amar melukis

__ADS_1


Amar seperti anak kebanyakan, hanya saja Saidah merasa kalau Amar adalah anak yang cerdas. Amar juga sangat ceria, tapi kenapa Tuan Axel seperti tidak menyukai keberadaan Amar


Saidah sama sekali tidak ingin menanyakan hal itu. Terkait dengan apa pun yang terjadi, dimata Saidah Amar tetap lah hanya seorang anak kecil yang tidak tau apa-apa


Amar bukan lah orang yang harus menanggung segala kesalahan orang tua nya. Amar punya jalan hidup nya sendiri, karena itulah Saidah bertekad untuk mendidik Amar untuk menjadi orang baik


Melihat perangai Tuan Axel pada Amar, Saidah yakin kalau ada sesuatu yang tersembunyi di balik lahir nya Amar ke dunia


Saidah tidak ingin bertanya karena tidak mau dianggap mencampuri urusan sang majikan. Biarlah seperti ini pikir Saidah


"Caahhh iii uu aus daa?"


Kira-kira begitulah kata-kata Amar yang mungkin maksud nya sedang bertanya pada Saidah apakah gambar nya bagus?


Amar berkata sembari menunjukan sebuah kertas yang penuh dengan kreatifitasnya


"Wahhh bagus sekali, Amar pintar"


"Heee inyi unga, inyi ebah, inyi Amaay"


Amar terus berceloteh, walau pun kadang Saidah juga tidak mengerti dengan kalimat Amar. Tapi Saidah selalu berusaha untuk menjadi pendengar yang baik untuk anak ini


"Semoga kelak kau hidup dengan baik"


Doa tulus Saidah dari dalam hati


Di tempat lain saat ini Saras sedang melamun. Dia kembali memikirkan kisah cinta nya dengan Lucas, benar saat ini Lucas sangat sibuk. Bahkan karena saking sibuk nya Lucas jadi sangat jarang menghubungi Saras, ini membuat Saras menjadi rindu berat pada Lucas


Saat melamun, tiba-tiba air mata Saras jatuh dengan sendiri nya. Bukan tanpa alasan, itu karena Saras merasa bahwa perlakuan Lucas saat ini persis sekali dengan apa yang dilakukan Ciko dulu


Dulu Ciko berjanji akan menikahi Saras tapi ujung-ujung nya Saras cuma digantungian doang


Sekarang dengan Lucas pun demikian, Saras merasa kalau diri nya pun kini tengah digantung oleh Lucas


Orang tua Saras juga sudah mendesak Saras untuk menikah, mengingat usia Saras yang tergolong sudah sangat matang. Tapi apalah daya nasib nya masih digantung seperti ini


Apa Saras harus memutuskan untuk pergi juga, begitu kah? Apa Lucas masih serius dengan keinginan untuk menikahi Saras? Apakah hati Lucas masih mencintai nya?


Seribu satu pertanyaan Saras tentang Lucas hanya membuat hati nya semakin sakit


"Huuuaaa huuuaa kenapa, kenapaaaaaa aku digantungin terus sama cowoookkk"


"Aaaaaaaaaaaaaa" Saras berteriak frustasi

__ADS_1


Biasanya kalau lagi gabut seperti ini Saras akan pergi ke restoran Tuan Sazad, bukan untuk bertemu dengan Tuan Sazad, bukan juga untuk curhat. Saras hanya ingin makan disana dan melampiaskan segala unek-unek nya dengan memesan banyak makanan lalu memakan semua makanan itu sampai perut nya menjadi buncit


__ADS_2