CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
PENYELAMAT


__ADS_3

Rasa sakit di kaki Laila tidak sedikit pun mengurangi teguh hatinya


Keinginannya untuk bisa membawa uang tabungan ini demi ibu dan adiknya begitu besar


Hingga raaa sakit diseluruh tubuhnya, tak lagi dapat Laila rasakan


Laila bangkit


Dan..... Perlahan-lahan iya menyeret kakinya yang terluka


Usahanya pun tidak sia-sia, seperti kata pepatah dimana ada usaha disitu ada jalan


Laila berhasil keluar dari kobaran api


Warga yang sedari tadi menyerbu keluarga bu Lastri satu persatu mulai menghilang


Hingga yang tinggal kini hanya keluarga bu Lastri dan puing-puing rumah mereka


" Kita harus bagaimana Laila " ucap bu Lastri


" Kamu terluka nak, bagaimana kamu sanggup berjalan? " ucap bu Lastri lagi


" Tidak apa-apa bu, Laila masih sanggup berjalan " ucap Laila


Yaaa


Sakit seperti apa pun Laila tidak boleh menunjukannya pada ibu dan juga adiknya


Sakit dihati dan diseluruh tubuhnya harus Laila telan sendiri dan diganti dengan sebuah senyuman


" Ciih munafik " ucap Lula


" Bicara apa kamu Lula " ucap bu Lastri


" Sudah lah, kalian jangan banyak drama


ayo pergi kita sudah tidak diterima di desa ini " ucap Lula lagi


Lula berjalan di depan meninggalkan Laila dan juga bu Lastri


Laila dengan sabar mendorong kursi roda ibunya


Lapar, lelah, letih dan sakit yang teramat menodong tubuhnya seketika


Hingga ketika mereka sudah jauh berjalan dan sampai ditepi jalan besar


Laila sudah tak mampu mempertahankan serangan nikmat yang menghantam tubuhnya


Dan kemudian.....


Brrruuuukk


Laila jatuh, dia sudah kehilangan kesadarannya


" Laaiiilllaaa " teriak bu Lastri


Bu Lastri panik, ia tak mampu menolong anaknya


Tolong


Tolong


Tolong ( teriak bu Lastri dengan kencang)


Tanpa disangka ada sebuah mobil Kijang To*ota tua berhenti dan menghampiri bu Lastri


Dari mobil tersebut keluar sepasang suami istri yang juga sudah tidak muda lagi


" Ada apa bu " kata wanita paruh baya itu


" Tolong... tolong anak Saya, dia pingsan, tolong kami " ucap bu Lastri

__ADS_1


Laki-laki paruh baya itu melihat ada seorang gadis yang tergeletak tak jauh dari bu Lastri


Dengan cepat laki-laki paruh baya itu memasukan Laila ke dalam mobilnya


Istinya pun juga membantu bu Lastri untuk naik ke dalam mobil


Melihat ibu dan kakaknya menaiki sebuah mobil tua, Lula menggerutu di dalam hati


" Iihhh apa-apaan ini mobil ini jelek sekali, tapi yaa sudah lah... capek juga kalau terus berjalan kaki " ucap Lula dalam hatinya


Suami istri itu menatap penuh tanya kepada bu Lastri dan anak-anaknya


Pasangan paruh baya yang sudah berumur itu, telah menikah selama 25 tahun


Namun selama 25 tahun pernikahannya, mereka sama sekali tidak memiliki anak


Pasangan itu bernama pak Martin dan istrinya yang bernama Marni


" Ini sebenarnya ada apa bu ? " tanya bu Marni kepada bu Lastri


" Kami baru saja kena musibah bu, sekarang kami tidak tau harus kemana " ucap bu Lastri


Pak Martin dan bu Marni saling pandang seolah berbicara lewat tatapan mata mereka


Sesampainya di rumah sakit, Laila langsung dibawa ke IGD dan mendapatkan perawatan


Laila menderita dehidrasi, luka lebam di wajah, tangan dan luka bakar di bagian kakinya


Saat dokter menyampaikan kondisi Laila kepada bu Lastri, ia shock seakan dunianya akan runtuh


Bu Lastri teringat sedari pagi memang Laila tidak makan sedikit pun dan sekarang kondisi Laila sangat mengenaskan dan yang lebih membuat bu Lastri terkejut, bagaimana mungkin dengan kondisinya Laila sanggup berjalan puluhan kilometer, sambil mendorong kursi rodanya


" Hiks hiks maafkan ibu laila mafkan..." tangis pilu bu Lastri


Martin dan istri nya tak tega melihat apa yang terjadi di depan matanya


Bu Marni menghampiri bu Lastri dan bertanya apa yang terjadi


Bu Lastri melihat uang tabungan Laila yang Laila serahkan kepada ibunya sebelum dia jatuh pingsan


Uang itu tidak juga banyak hanya sepertinya cukup apabila digunakan untuk makan  dalam beberapa hari


" Sekarang uang ini akan digunakan untuk membayar biaya perawatan Laila " begitu pikir bu Lastri


Pak Martin dan bu Marni pun seakan mengerti dengan kegundahan bu Lastri


" Bu Lastri, simpan saja uang tabungan Laila itu, mungkin bisa di gunakan untuk keperluan  lain " ucap bu Marni sambil tersenyum


" Biar biaya rumah sakit ini kami yang akan membayar, ibu tenang saja " ucap pak Martin pula


" Jangan pak, bu.. kami sudah banyak merepotkan " kata bu Lastri


" Tidak bu, ibu tidak usah sungkan...Nanti setelah ini ibu rencanya mau pergi kemana? " kata bu Marni lagi


" Tidak tau, Saya tidak tau harus kemana " ucap bu Lastri


" Kalau begitu ibu ikut dulu ke rumah kami, kebetulan kami hanya tinggal berdua saja, biar nanti suami Saya yang mengantarkan ibu


Ibu istrirahatlah dulu, gantilah pakaian ibu dan makanlah sesuatu baru ibu ke rumah sakit lagi


Biar Saya yang menjaga anak ibu sementara " ucap bu Marni


" Tapi buu.." ucap bu Lastri


" Sudah lah bu, ibu jangan sungkan kepada kami, kami hanya mau menolong ibu " ucap pak Martin juga


" Oohh ibu ayoolah, benar kata pak Martin dan istrinya, Lula juga sudah capek dari pagi berjalan kaki " ucap Lula


Bu Lastri menatap Lula dengan entahlah perasaanya saat ini sungguh sulit digambarkan


Ingin rasanya saat ini bu Lastri memerahi Lula karena sungguh sangat bersikap tidak sopan kepada orang yang telah menolong mereka

__ADS_1


Tapi ingin marah disini pun juga tidak ada gunanya


Bu Lastri mengangguk tanda setuju dengan pengaturan dari bu Marni


Pak Martin mengantarkan bu Lastri ke rumahnya


Setelah perjalanan kurang lebih 30 menit mereka pun sampai di rumah yang sederhana


Di belakang rumah itu terdapat perkebunan sayur yang sangat subur, sungguh pemandangan yang indah bagi bu Lastri


Tapi tidak untuk Lula, ohh astaga apakah aku akan disuruh menjadi petani sebagai imbalan karena sudah menumpang


Begitulah pikiran Lula


Pak Martin membukakan pintu mobil dan membantu bu Lastri untuk turun dan masuk ke rumahnya


" Mari bu, silahkan ini kamar ibu.. Tolong ibu tidak usah sungkan, kamar mandinya ada di belakang dan dapurnya ada di samping, dalam kulkas ada makanan, makan lah apa yang ibu mau. Saya akan ke rumah sakit lagi menemani istri Saya " ucap pak Martin


" Baik pak terimakasih " ucap bu Lastri


Sebelum berangkat pak Martin menyerahkan beberapa potong pakaian untuk bu Lastri


" Maaf bu, ini pakaian istri Saya dan hanya pakaian ini yang ada untuk ibu dan Lula " ucap pak Martin


" Tidak apa-apa pak, bahkan ini sangat lebih dari cukup " ucap bu Lastri lagi


Pak Martin pun pergi lagi dengan mobil kijang tuanya


Di rumah sakit, Laila perlahan-lahan mulai membuka mata


Kepalanya berdenyut


" Aauuu uuuhh " lirih Laila sembil memegang kepalanya


" Kamu sudah sadar nak "


" Apa... suara siapa itu " pikir Laila karena dia tidak mengenali suara itu


Dimana ibunya, itu bukan suara ibu atau pun Lula


Laila menoleh ke samping alangkah terjejutnya dia


Ada seorang wanita paruh baya tersenyum ke arahnya dan apa ini, dimana dia...Kenapa tangannya diinfus, apakah ini rumah sakit " pikir Laila lagi


" Tenang nak, ibu tidak jahat, tadi kami menemukan kamu pingsan di jalanan dan kami serta ibu juga adik mu membawa mu kesini " ucap bu Marni


" Apaaa... ibu... adik..." pikir Laila lagi


Lalu dimana mereka " pikir Laila yang masih binggung dengan semuanya


Bu Marni seolah mengerti, dia menceritakan semuanya kepada Laila


Akhirnya Laila paham, Laila bersyukur masih ada orang baik yang mau menolong mereka


Setidaknya hatinya sudah tenang karena ibu dan Lula baik-baik saja


Laila pun tidak henti berterimakasih kepada bu Marni hingga membuat bu Marni jadi tidak enak sendiri


" Sudah lah sayang, kamu tidak usah sungkan dengan kami... Kami sangat senang bisa menolong " ucap bu Marni


Alangkah bahagianya Laila, hanya karena kebaikan ini yang bagi bu Marni bukan apa-apa tapi bagi Laila kebaikan ini adalah penyelamat hidup nya, penyelamat ibu dan adiknya


Laila berjanji, harus bisa membalas kebaikan bu Marni dan suaminya


Apa pun yang terjadi Laila harus bisa membalas budi mereka


Meski pun itu artinya harus menjadi pembantu atau budak mereka seumur hidup


Tak masalah bagi Laila, asalkan ibu dan juga Lula punya tempat untuk bernaung dan makan


Laila tersenyum getir

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2