
Dua tahun setelah kejadian itu, kini Laila sudah hidup lebih baik
Berkat bantuan pak Martin dan istrinya
Laila diberikan pekerjaan, membantu pak Martin di perkebunan sayurnya dan diberikan gubuk kecil di dekat kebun sayur untuk Laila dan keluarganya berteduh
Lula juga bisa melanjutkan sekolahnya lagi dengan dibantu biaya juga dari pak Martin
Sebentar lagi Lula akan tamat sekolah menengah
Laila mulai berpikir, tidak mungkin dia terus menerus bergantung dari kebaikan pak Martin dan istrinya
Bagaimana pun juga, Laila bukan orang yang ingin menjadi beban, apalagi pak Martin terlampau sangat baik
Tidak enak rasanya Laila terus bergantung hidup dari kebaikan orang lain
Akhirnya Laila memutuskan untuk pergi merantau ke ibukota, bu Lastri pun dengan berat hati mengijinkan kepergian Laila
Karena meskipun tak rela membuat Laila pergi jauh, namun benar yang dikatakan Laila
Bahwa mereka tidak mungkin terus mengharapkan kebaikan dari pak Martin terlebih lagi Lula yang ingin melanjutkan pendidikannya dan itu membutuhkan biaya yang besar
Laila menumpang mobil yang biasa membawa sayur ke ibukota, dengan berbekal uang tabungannya
Ketika sampai di ibukota Laila mulai menyisir daerah pinggiran, terik matahari sama sekali tidak mengurungkan niatnya untuk terus berjuang
Sampai dia menemukan sebuah rumah petakan kecil di daerah pinggiran dan memutuskan untuk menyewa tempat tersebut
" Uuhh Laila, baik lah hari ini kamu istirahat dulu besok hari yang lebih berat akan menyambut mu" ucap Laila pada diri nya sendiri
Keesokan harinya Laila mulai mencari pekerjaan, dia bertanya dari satu tempat ke tempat lain
Hingga akhirnya sebuah rumah makan yang cukup ramai di daerah itu, mau menerima Laila sebagai tenaga cuci piring dan bersih-bersih
" Yaa Laila memangnya apa yang mau kamu harapkan dari pendidikan mu yang hanya tamat sekolah menengah ini " ucap Laila tersenyum getir pada dirinya sendiri
Hari terus berganti, Laila bekerja dengan giat dan rajin...
Untunglah orang-orang yang bekerja dengan Laila semuanya baik
__ADS_1
Tidak seperti yang Laila pikirkan sebelum dia pergi ke ibukota.
Dalam pikirannya, hidup di ibukota itu keras dan semua orang disini sangatlah kejam
Mungkin berkat doa dari ibunya Laila di ibukota dipertemukan dengan orang yang baik
Laila sebenarnya pribadi yang tertutup apalagi ditambah pengalaman buruknya yang pernah dilecehkan membuat ia enggan berdekatan dengan banyak orang
Di tempat ia bekerja saat ini pun yang menjadi teman Laila cuma Saras dan Ilham
" Laa gue balik dulu yaa, loe gak balik laa" ucap Saras
" Iyaa, bentar lagi tanggung mau membereskan meja disana dulu" ucap Laila lagi
" Iiih rajin banget sih loe laa, besok ajaa ngapa " ucap Saras
" Gak papa ras, tanggung dikit lagi "
" Yaa udah ntar loe minta diantar sama Ilham ajaa, ni udah malam, gak baik anak perawan pulang malam sendirian "
"Iyaa laa, entar loe pulang bareng gue ajaa " ucap Ilham ikut bicara
Laila hanya mengangguk dan tersenyum
" Appaaa, ibu pingsan " ucap Ilham saat menerima telpon
Ilham yang mendengar kabar bahwa ibunya pingsan dan dibawa ke rumah sakit, langsung bergegas pergi meninggalkan Laila" loe gak papa kan laa gue tinggal sendiri "
" Udah gak papa, santai ajaa..
Buruan kamu susul ibu kamu " ucap Laila
Ilham lalu pergi meninggalkan Laila
Tak lama pekerjaan Laila beres dan setelah menutup tokonya Laila mulai menyusuri pinggiran jalan dengan sepeda tua yang dibelinya saat sampai di ibukota
Baru beberapa meter Laila mengayuh sepedanya, tiba-tiba terdengar bunyi keras yang memekikan telinga
Bruuuukkk
__ADS_1
Byaaaarrrr
Duuuuuaaarr
" Astagfirullah " ucapa Laila kaget
Karena terkejut mendengar bunyi sesuatu yang meledak Laila terjatuh dari sepedanya dan kakinya pun terluka
Laila menengok ke arah sumber suara itu berada
Alangkah terkejutnya Laila di belakanngnya ternyata ada sebuah mobil yang menabrak pembatas jalan dan mobil itu juga mengeluarkan api
Laila panik, berlari ke arah mobil tersebut dan batapa terkejutnya Laila
Ternyata di kursi pengemudi ada seorang laki-laki yang terhimpit body mobil dan pingsan
" Tolong..... tooloong.... " Laila berteriak sekuat tenaganya namun naas karena tempat itu sepi tidak satu pun yang mendengar teriakannya
Laila meraih batu besar dan mencoba memecahkan kaca mobil tersebut
Praaakkk praaakkk praaakkk
Seluruh tenaga Laila usahakan untuk memecahkan kaca mobil itu sampai tangannya pun berdarah tak Laila pedulikan yang Laila tau, dia harus segera mengeluarkan laki-laki malang ini karena apinya pun sudah mulai membesar
Dan braaak Laila berhasil membuka pintu mobil
Dengan cepat Laila mengeluarkan laki-laki itu dari sana dan menjauh
Tepat saat Laila sudah beberapa langkah menjauh dengan membopong laki-laki itu
Ddduuuuuuaaaarrrr
Mobil itu meledak
Aaa aaaa aaaa
Laila dan laki-laki itu terpental akibat ledakan yang kuat
Warga yang mendengar ada suara ledakan, segera menolong Laila dan laki-laki itu
__ADS_1
Warga pun bergegas membawa mereka ke rumah sakit
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=